Press "Enter" to skip to content

Album: In Place Of Hope – The Origin Forgotten

Setelah kurang lebih selama 6 tahun In Place of Hope berkarya di skena metal nusantara, akhirnya kita masuk ke pembahasan yang paling ditunggu mengenai debut full album mereka. Siapa yang seneng? Mana atuh metalhead, teh? Hehe. Ya, jadi tepat di hari Selasa (25/8) yang lalu, band yang beranggotakan Deni Kochun Ramdani (gitar), Sandi Simon (gitar), Fajarloudz (vokal), dan Ade Kurniawan (drum) ini berhasil memecahkan telurnya yang secara resmi merilis album perdana mereka yang bertitel The Origin Forgotten di bawah naungan Shields Records yang bekerja sama dengan label kenamaan, Demajors. Sebelumnya, pembahasan mengenai peluncuran album mereka udah dibahas. Kalau kamu belum tau, baca di sini, ya. Sukses bagi si rajin. Rajin baca ROI!. Hehe.

Sebenernya saya udah mengenal band yang mengusung genre melodic death metal/metalcore ini pas jaman-jamannya Myspace masih megang banget soal urusan musik di dunia maya. Masih ingat di benak saya kalau mereka menampilkan sebuah lagu yang bertitel Dalam Gelap, tapi saya lupa tahunnya. Pokoknya heubeul pisan, lah. Mereka bisa dibilang cukup produktif, karena hampir di setiap tahun In Place of Hope merilis sebuah single. Beberapa diantaranya adalah Whisper of Heaven (2010), Death Spreader (2012) , Negosiasi Mati (2013), Menjilat Matahari (2015) yang semuanya itu udah pernah diunggah ke Soundcloud mereka. Oh iya, sekitar di tahun 2012 ketika mereka lagi ngejalanin sebuah tour dengan An Oath of Allegiance yang dinamakan The Travellers Tour, In Place of Hope sebenarnya ngasih CD promo. Saya termasuk orang yang dapet itu rilisan. Makasih, ya, mang Kochun. Sombong.

Well, mari kita bahas album The Origin Forgotten. Diproduseri oleh Yayat Ahdiat yang juga telah merampungkan 4 album Burgerkill, In Place of Hope berhasil mengemas 10 lagu dengan enak. Banyaknya equipment yang digunakan terlihat ketika In Place of Hope sedikitnya menggunakan 4 studio. Tanpa tedeng aling, di album yang berdurasi kurang lebih 42 menit ini, mereka berhasil menyuguhkan riff-riff gitar yang cenderung progressive, dibumbui ala-ala djent, tapi enak dan gampang diinget. Memorable gitu, deh.

Album The Origin Forgotten dibuka dengan Blood Toast. Lagu ini bukan merupakan intro yang biasanya disisipikan di hampir kebanyakan album. Blood Toast menjadi awalan yang cukup baik, tanpa basa basi, kamu bakal langsung dihajar dengan scream panjang dari Fajar, dentuman drum yang powerful, dan skill gitar yang apik. Diikuti track lainnya seperti Death Spreader, The Origin Forgotten, Daybreak Hell, Negosiasi Mati, Flesh and Thunder, dll. Nah, saya ingin berterimakasih kepada In Place of Hope, karena mereka memasukan lagu Whisper of Heaven ke dalam album ini. Ya, baik versi sekarang maupun versi dulu, Saya posisikan lagu itu menjadi track andalan saya. Kenapa? Harmonisasi yang diciptakan enak banget.

In Place of Hope juga mengajak beberapa musisi kenamaan untuk ambil bagian di album The Origin Forgotten. Misalnya, di track Menjilat Matahari. Mereka menggandeng Roy Jeconiah (exBoomerang, Jecovox). Di lagu ini, Roy sangat dominan dan seketika saya langsung kaget. Om Roy scream-nya edan, lho. Selain itu, ada nama Agung Hellfrog (Burgerkill) dan Balum di track Black Recital. Wah, bisa gila ini lagu. Eh, taunya bener aja, lagu ini semakin megah dengan gonjrengan gitar yang semakin kaya. Hmm, semacam persatuan para Hokage dari AGC (Agung Guitar Course). Enggak hanya itu, In Place of Hope juga mengajak musisi bule, lho. Iya, di lagu Towards Forever mengajak Travis Montgomery (Threat Signal, Jeff Loomis Band) untuk ambil bagian di lagu tersebut. Selain Travis, mereka juga ngajak Hardy (Taring), pantes aja lagunya agak-agak terdengar hardcore di beat pertama. Yang paling saya suka di setiap lagu In Place of Hope itu adalah part clean vokal dan melodi-melodi panjang dari Kochun. Segar, euy.

Kalau diliat dari segi lirik, kayaknya tema di album The Origin Forgotten ini ngebahas tentang peliknya kehidupan, amarah, dan hubungan antara manusia dengan vertikal-Nya. Maaf, ya, kalo sotoy. Heu

Kurang lebih, album The Origin Forgotten menjadi buah tangan yang paling ditunggu untuk skena metal. Selain itu, sebagai bukti bahwa In Place of Hope nggak cuma jadi band “single” doang. Hehe. Secara garis besar, album ini patut kamu beli, guys. Buat kalian yang demen sama musik-musik ala In Flames, Disarmonia Mundi, As I Lay Dying, atau band-band sejenisnya, nah, cocok lah. Awas, jangan minta link download. Hehe. Enggak mau, kan, dibilang kampring? Makannya beli!

Tracklist :

1. Blood Toast

2. Death Spreader

3. Whisper of Heaven

4. The Origin Forgotten

5. Menjilat Matahari

6. Black Recital

7. Towards Forever

8. Daybreak Hell

9. Negosiasi Mati

10. Flesh and Thunder

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *