Press "Enter" to skip to content

Album: Hindia – Menari Dengan Bayangan


Indeks Prestasi Keren: 6.5/10


Berbekal huru-hara di antara fans dan mereka yang nggak menggemarinya, saya rasa, saya perlu membuat ulasan mengenai album perdana milik Hindia alias Baskara, yang merupakan nama beken dari Daniel Baskara Putra. Dirilis melalui label Sun Eater, yang juga menaungi band induknya, .Feast. Saya, sih, merasa lucu aja karena beberapa nama reviewer terkenal yang suka karya berjudul Menari Dengan Bayangan ini kayak ingin banget membuat orang lain suka. Padahal yang nggak suka cuma sekadar ngasih tau aja. Selera, kan, nggak bisa disamakan. Kalau sama semua ya nggak seru. Gitu lah. Lucu, ngan asa teu kudu.

Terlepas dari preferensi pribadi, menurut saya album ini enak, kok. Secara kemasan terbilang bagus. Isinya terdengar sangat personal. Apalagi ketika ada rekaman suara ibunda di judul “Wejangan Mama“. Saya bisa relate, lah, dengan album ini sebagai dewasa muda yang bekerja di Ibu Kota. Iya, album ini kalau ditelisik cukup niche dilihat dari konsep yang ditawarkan. Cuma, pemilihan liriknya yang dibuat universal, bikin siapa saja merasa diceritain tentang betapa gusarnya isi kepala Hindia.

Saya nggak mau ngejelasin lagu per lagu. Lagipula, udah banyak resensi yang nge-breakdown. Saya mah mau beda sendiri. Da hampir semua lagunya memiliki cerita yang sama, misal tentang eksploitasi kaum pekerja, baik kelas dasar atau menengah, dengan narasi gaji yang selalu nggak bisa mencukupi padahal gaya hidupnya mendekati Ivan Gunawan. Atau sulitnya memiliki kepemilikan aset berharga, seperti rumah. Atau cuti yang dianggap tabu, dan semua cerita tersebut berujung ke arah kesedihan serta robohnya benteng psikis seseorang. Lalu, semuanya di-counter dengan urusan keyakinan, kayak surga, nggak ada yang dibawa mati, dan semacamnya.

Ya, hal tersebut memang repetitif, tapi saya rasa setiap orang yang sebaya sama saya, Mas Bas, dan juga yang kerja kantoran, biasanya ngeluhin hal yang sama setiap hari. Cuma prolognya aja beda. Ujung-ujungnya mah, mau nggak mau tetep harus ngejalanin hidup sebagaimana fungsinya aja di keseharian.

Jadi, menurut saya, Hindia cuma menyuguhkan apa yang dia dan kita makan sehari-hari, terus presentasinya dibikin bagus sehingga kalian dan saya lebih tertarik untuk pesan makanan dari dia sesuai aplikasi. Oh iya, nilai kurang lainnya adalah, treatment komposisi lagu-lagunya hampir mirip kayak .Feast. Ya, emang satu otak, tapi kan harusnya jadi entitas yang berbeda. Besok mungkin kamu bisa.

Udah ah itu aja. Saya mau bersikap objektif. Nggak mau memihak siapa-siapa. Hoream. Mending gawe.


Tracklist: 

1. Evakuasi

2. Wejangan Mama

3. Besok Mungkin Kita Sampai

4. Jam Makan Siang (Ft. Matter Mos)

5. Dehidrasi (Ft. Petra Sihombing)

6. Untuk Apa/Untuk Apa?

7. Voice Note Anggra

8. Secukupnya

9. Belum Tidur (Ft. Sal Priadi)

10. Apapun yang Terjadi

11. Membasuh (Ft. Rara Sekar)

12. Rumah ke Rumah

13. Mata Air (Ft. Mohammed Kamga & Natasha Udu)

14. Wejangan Caca

15. Evaluasi


Dengarkan musiknya di layanan musik digital Spotify.

Comments are closed.