Press "Enter" to skip to content

Album: GERRAM – Genderang Bencana

Marilah kemari hey, hey, hey, hey kawan… Hehehehe. Yes, kita masuk ke pembahasan yang paling ditunggu semenjak rilisnya album GERRAM yang bertajuk Genderang Bencana pada hari Rabu (10/12) kemarin, dirilis melalui label Blacksheep Records. Eh tunggu dulu, kalian udah baca, kan, berita sebelumnya tentang band ini? Kalau udah, pasti tau, kan, siapa mereka.

Bener banget! Mereka adalah band hardcore punk/D-beat asal Bumi Sriwijaya yang beranggotakan Abim Fakhri Saleh (gitar/vokal), Rio Falenta (gitar), Rindaly Putra (bass/vokal), Irwandra Septiadi (drum) dan Dimas Subhakti (vokal). Mereka mainin myuziek kegelapan, heu. Kayak All Pigs Must Die, Nails, Baptist, dan masih banyak lagi deh band kegelapan. Kengerian yang hakiki!

Sebelumnya, saya ngerasa seneng banget. Kenapa? Biasanya, kan, selain lagunya, kita juga suka ngeliat kemasan si album fisiknya tuh seperti apa. GERRAM ini bisa kebilang baik hati, harga CD albumnya itu nggak mahal dan mereka mengemasnya semacam seperti booklet gitu. Pas dibuka, kayak semacam mini galeri atau apalah itu. Jadi, di setiap halamannya ada artwork yang mewakili lagu mereka. Well, dari pengemasannya aja udah aduhay, apalagi musiknya yak. Hehe.

Diproduseri sama frontman ((AUMAN)), Farid Amriansyah a.k.a Rian Pelor, dengan mengambil tema tentang kemarahan dan kegelisahan atas kejadian yang mereka lihat dan rasakan, GERRAM sukses mengemas 12 track menjadi satu kesatuan yang berisik, gilak, dan lugas! Album Genderang Bencana berdurasi kurang lebih 30 menit dan saya yakin, kamu nggak bakal bisa dengerin lagu ini sekali puteran doang, hehe. Nagih asli. Riff gitar yang berat nan kasar, dentuman drum yang liar, serta geraman vokal yang terdengar marah akan menghiasi hampir seluruh track di album ini. Ya, pas gitu deh sama tema yang mereka ambil.

Album Genderang Bencana dibuka dengan Victims. tanpa basa basi mereka langsung menghajar telinga kalian. Diawali dengan tempo yang cepat dan berakhir pelan ini menyarankan kalian untuk siap-siap tenggelam. Selanjutnya, Tiga Pilar Iblis. oke, saya berasa ngedengerin band-band rilisan Deathwishinc records dan Southernlord records. Cursed To Be Sentenced berhasil dieksekusi dengan baik. Mereka nambahin efek suara choir di lagu ini. Alhasil ya jadinya bagus dan unik. Layaknya musik sesembahan gitu, deh.

Selanjutnya, Jeram. Hampir sama dengan dua track awal, di lagu ini kamu bakal dipaksa untuk mengelilingi area moshpit sambil bawa tanduk domba. Cobain deh. Lagunya kenceng, sadis, dan berisik! Nggak dikasih ruang buat narik napas. Heu. Di album Genderang Bencana, Rian Pelor banyak berkontribusi juga dalam pengisian suara. Misalnya di lagu The Dead yang menjadi salah satu favorit saya. Kenapa? Sebetulnya saya suka banget karena lengkingan suara Rian Pelor disini beneran kerasa.

“Lencana Brana Durna perlambang bencana. Derang genderang perang bertalu kencang”. Sepenggal lirik dari track yang maha dahsyat, Lencana Brana Durna. Enak buat jadi soundtrack kamu-kamu yang lagi mau perang melawan rasa malas, ketika mau ujian dan harus nyelesain skripsi atau ngewakilin pemikiran kamu yang kritis terhadap keadaan Negara sekarang ini. Mantap sekali.

Oke, album ini ditutup dengan The Abyss. Petikan gitar akustik yang khusyu dibalut efek air yang mengalir, menjadi bagian akhir dari cerita di album Genderang Bencana. Well, album ini udah bagus banget baik musikalitas maupun liriknya, hanya disayangkan sekali, ketika di beberapa track bahasa Inggris, artikulasinya masih kurang terdengar jelas. Tapi keseluruhan enak, kok. Kelam gimana gitu. Tabik!

Tracklist :

1. Victims

2. Tiga Pilar Iblis

3. Kaca Hitam

4. Lencana Brana Durna

5. The Bloodthirst

6. Cursed To Be Sentenced

7. Eschatos

8. Jeram

9. The Dead

10. Mordrake

11. Teriak Pesakitan

12. The Abyss

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *