Press "Enter" to skip to content

Album: Efek Rumah Kaca – Sinestesia

Indeks Prestasi Keren (IPK): 8/10

Samlekum, warga kreatif! Aduh, belum nulis apa-apa juga udah deg-degan ih. Kenapa coba deg-degan gini? Soalnya materi yang diulasnya “wah” gini. Mana nulisnya lama bener ini ampir sebulan dari rilisnya. Nggak apa-apa, diajar namanya juga atuh ya. Ya doain aja nggak mengecewakan. Basmalah dulu sok.

Kali ini si aku bakal mengulas rilisan album dari pemain lama yang jelas disegani warga sekitar, yaitu Efek Rumah Kaca, dengan judul Sinestesia (2015). Sedikit bahas tentang judulnya dulu, kalau pas nge-google “define synesthesia” supaya gaya aja pake Bahasa Inggris. Setelah diterjemahkan ke bahasa setempat kira-kira begini bunyinya, “metafora berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indera untuk dikenakan pada indera lain”. Bingung nggak? Jangan bingung, nanti juga setelah dibahas isinya pasti paham, makanya yuk lanjut baca.

Sinestesia ini berisi enam track, yang sesungguhnya gabungan fragmen-fragmen alias pecahan lagu gitu. Satu track ada yang berisi 2 atau 3 judul fragmen. Jadi kalo ditotal ada 13 judul lah yah, dengan total durasi 64 menit. Dari 6 track yang diberi judul nama-nama warna ini, tiap warnanya pasti mewakili suatu emosi dan wacana tersendiri. Salah satu yang aku pengen stabilo-in adalah, di sini Efek Rumah Kaca seperti bertransformasi dari yang judulnya ‘trio pop minimalis’ menjadi semacam orkestra tersendiri gitu istilahnya. Simpelnya, di sini kalian bisa ngerasain ERK itu sendiri secara penuh, Pandai Besi di sini, Indie Art Wedding di sana, bahkan ada yang bilang bisa ngerasain proyek solonya Adrian. Kalau kalian ngikutin ERK dari dulu sampai sekarang, mungkin kalian bakal sepakat kalau di sini kita nggak lagi mendengarkan sebuah band lagi, tapi sebuah keluarga besar.

Eh iya, nih, kalau kalian hilangkan vokal dan lirik lagunya, kalian bisa tetep ngedengerin rasa duka sekaligus damai di track Putih. Atau kalau kalian baca lirik Merah, kalian tetep bisa ngebayangin lagu yang dingin dan satir tapi nggak brutal dan marah-marah. Semacam mendengar lirik dan membaca musik gitulah. Nah, itu yang dimaksud dengan Sinestesia, warga kreatif, saat indera kalian merasakan apa yang indera lain rasakan. Weits.

Ngomongin lirik, emang susah dipungkiri, sih, Efek Rumah Kaca (khususnya bang Cholil) bisa didaulat sebagai salah satu pabrik lirik-lirik fenomenal dan brilian. Bukan cuma mengandalkan diksi berbunga-bunga atau asal rima, bahkan bisa dibilang kata-kata yang dipilih cenderung simpel, tapi punya kedalaman makna pas udah jadi lirik lagu utuh. Belum lagi pemilihan wacana yang diangkat, mulai dari politik, lingkungan, kematian, bahkan industri musik. Kemantapan adalah ERK.

Merah adalah track yang paling dinamis, di mana dari 3 fragmen itu punya rasa yang beda-beda, khususnya bagian “Lara di mana-mana” yang vokalnya diisi oleh Adrian. Oh ya, favorite part-nya jelas di bagian “Ada-ada saja” yang musiknya terasa ‘usil’ dan ‘mencibir’, kayak lagi ngalelewe gitu. Kalau Putih, mungkin karena didominasi permainan piano yang minimalis dan penggunaan semacam voice over narasi di awal, jadi kerasa beda aja, walaupun di akhir tetep cinematic gitu.

Di album ini, gaya musik ERK sebenernya masih familiar sih, masih kerasa musik anthemic yang seger ala Di Udara, atau Kenakalan Remaja di Era Informatika di track Hijau dan Biru. Walau kebanyakan, sih, musik sendu dan kanu manah ala Debu-debu Berterbangan, atau Lagu Kesepian di track Kuning dan Jingga. Walaupun masih banyak hal-hal kecil yang bisa dipuji, seperti transisi tiap fragmen yang smooth dan packaging yang keren, bukan berarti album sekeren ini tanpa cela, sih. Di beberapa bagian masih terasa sedikit membosankan karena repetitif, kadang juga terasa ngayayay. Yang terakhir, lagu-lagu di Sinestesia sedikit sekali yang enak dipakai sing along.

Well, sebagai kesimpulan, Sinestesia adalah album yang cerdas dan benar-benar menstimulasi indera-indera kalian, bukan Indra Bekti tapi yah. Nggak salah kalau album ini dibilang kado terindah bagi dunia permusikan Indonesia di akhir tahun 2015. Selamat, Efek Rumah Kaca!

Tracklist :

1. Merah

2. Biru

3. Jingga

4. Hijau

5. Putih

6. Kuning

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *