Press "Enter" to skip to content

Album: Dried Cassava – Sensitive Explosive

Berulang kali kita dicekoki oleh kalimat “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”. Seakan nggak lelah para motivator semacam Papah Mario mengajak untuk menjadi lebih mantap. Tapi bisa jadi kalimat tersebutlah yang memotivasi Dried Cassava, band alternative rock dengan nuansa blues dan funk asal Jakarta. Lewat album ke-2 yang diberi nama Sensitive Explosive, Dried Cassava menunjukkan musik mereka yang secara signifikan berbeda dengan album pertamanya, Mind Thieves (2011). Lebih menyenangkan!

Ya, mendengarkan album Sensitive Explosive di tengah dinginnya Kota Bandung yang mulai rutin diguyur hujan, memberikan sensasi menyegarkan melebihi shampo. Dengan sentuhan blues dan funk, menjadikan matamu segar, seperti shampo Dee-dee yang nggak pedih di mata. Hellblazer membukanya dengan dentuman bass Bana Destanta dan injakan pedal drum dari Kago Mahardono yang memancingmu menggerakkan kepala, disusul suara gitar yang mengantarkan vokal Baskoro Juwono (Abas), yang terdengar kalem namun tetap berenergi. Langkah yang tepat menempatkan lagu ini sebagai track pertama. Menuju track 2, Ah!, kita dibawa bersemlehoy layaknya berselancar di lautan lumpur Lapindo tanpa beban pikiran. Efek gitar yang dipakai si Nandie Daniel teh mantap pisan, kwaokwaok, gitulah. Renyah. Membayangkan lagu ini menjadi soundtrack sinetron Putri Duyung yang diperankan Ayu Azhari. Joss!

Track 3 berjudul Set Sail, masih berbahaya dengan tempo yang cocok sekali menemani anak-anak Paskibra saat baris-berbaris. Permainan bass yang statis dari Bana Drestanta justru menjadikan lagu ini begitu segar, juga memberikan kita ruang untuk memahami lirik yang Abas nyanyikan. Lanjut ke track 4, Fishnets, saya lebih tertarik untuk mendengarkan liriknya. “I’m waking up in the morning, the moon is up, this cold heart wants to shout ‘hey yeah! the sun is up!!”. Memberikan sejenis formula ampuh untuk membuka hari dengan penuh suka cita.

Nah, yang ini mah nggak asing di telinga! Nobody Owens, lagu yang udah jauh hari dibikin Dried Cassava, dan sempat dibawakan di The Region Esplanade, Singapura. Dulu pas kalian denger lagu ini harusnya udah ngeuh, sih, gambaran musik Dried Cassava di album Sensitive Explosive. Nobody Owens memberikan part lebih untuk Saras Juwono, backing vocal yang saya keceng dari semenjak gigs di Unpar tahun 2012. Senang sekali mendengar suaranya! I love you.

Di lagu Riby dan Bob saya lebih menikmatinya sambil menari kecil, karena keduanya menyuguhkan beat asik. Bedanya, Riby dibawakan dengan santun dan menenangkan, sementara Bob diisi dengan permainan gitar yang muruluk dan lebih mantap dinikmati dengan gerakan enerjik. Pokoknya habis denger Bob, insya Allah keringetan.

Chumbawombi!!! Track yang paling menyenangkan! Terima kasih Dried Cassava, lagu ini cocok sekali mengiringi latihan zumba ataupun capoeira. Dan suara Abas di lagu ini lah yang paling saya suka. Bersemangat! Sambil bayangin keringatnya yang membasahi bagian jambang. Aduh, keren! Lagu yang pasti saya puterin terus!

Setelah lelah dengerin Chumbawombi, Dried Cassava coba menenangkan dengan track ke-9, Zurr En Arrh, dibantu sama Achmar Paloh yang ngisi trumpet. Mungkin fungsinya seperti lagu Manusia Beruang di album Mind Thieves yang menenangkan setelah dihajar lagu cepat di track sebelumnya. Tapi nggak butuh ketenangan yang lama, lagu Sahara mengajak kita, sebagai pendengar yang pengen enak aja, dengan tempo cepat yang mengawang, dan mulai menurun pas bagian refrain. Semakin menurun di tengah lagu dengan kehadiran solo gitar yang meninabobokan. Bagian akhirnya makin naik lagi. Kayak cewek cantik, suka ngulur-ngulur aja. Sebel hati ini.

Morpheus terdengar megah dengan John Paul Patton yang mengisi suara piano, Rosa Serena yang mainin keyboards, dan Sabar dengan alat musik tiup didgeridoo. Di menit 1:16, suara piano dan keyboard tiba-tiba lenyap. Kemana, ya? Takut siah tiba-tiba ilang weh gitu. Album Sensitive Explosive ditutup dengan lagu No Man’s Land yang makin nunjukin musik Dried Cassava yang sekarang benar-benar beda dan lebih mantap.

Sensitive Explosive merupakan album yang lebih terkonsep matang mungkin ya. Dengan masih menunjukkan permainan tempo cepat khas Dried Cassava, ditambah beberapa lagu bertempo lambat yang bikin diri ini ingin terbang bersama awan kinton. Cobain deh, dengerin satu album penuh, sensasi yang ditawarkan di tiap lagunya beda-beda tapi asik. Terus denger albumnya gimana? Ya beli atuh. Sok sana beli. Direkomendasikan sekali bagi kalian yang anaknya teh kalem tapi bersemangat.

Oh iya, cover album beserta artwork di lyric sheet-nya mantap asli! Serius ini mah, seneng liatnya. Bagus aja pilihan warnanya teh. Bikinin artwork lah buat album saya. Album foto.


Tracklist :

1. Hellblazer

2. Ah!

3. Set Sail

4. Fishnets

5. Nobody Owens

6. Riby

7. Bob

8. Chumbawombi

9. Zurr En Arrh

10. Sahara

11. Morpheus

12. No Man’s Land

One Comment

Comments are closed.