Press "Enter" to skip to content

Album: Coldplay – Ghost Stories

Sejak kemunculannya tahun 1996, Coldplay telah menjelma menjadi salah satu band rock terbesar di dunia hingga saat ini. Tercatat, Coldplay telah menelurkan lima album fenomenal, mulai dari Parachutes (2000), A Rush Of Blood To The Head (2002), X&Y (2005), Viva La Vida or Death and All His Friends (2008), hingga Mylo Xyloto (2011). Sederetan mega-single seperti Yellow, The Scientist, Fix You, Viva La Vida, dan Paradise seringkali menduduki top-charts di berbagai negara dan meraih banyak penghargaan seperti Brit Awards dan Grammy Awards.

Memasuki tahun 2014 tepatnya pada bulan Mei, Chris Martin dkk. mengumumkan kalau mereka bakal merilis album studio ke-6nya di bawah Parlophone dan Atlantic Records. Album yang di beri nama Ghost Stories ini, merupakan sebuah album konsep yang bertemakan kehidupan dan cinta. Kabarnya, album teranyar dari Coldplay ini, terinspirasi oleh masalah hubungan percintaan antara Chris Martin dan istrinya, Gywneth Paltrow. Nggak heran, penulisan lirik pada album Ghost Stories terlalu otobiografi dan suasananya terasa gelap dan sangat melankolis.

Dalam proses pengerjaan album Ghost Stories, selain melibatkan kembali duet produser Mylo Xyloto (Daniel Green dan Rik Simpson) Coldplay juga bekerja sama dengan sederetan produser papan atas seperti Paul Epworth, Jon Hopkins dan Tim Bergling (Avicii). Di samping atmosfer kelam yang dibangun Chris Martin di album ini, beberapa material baru yang disisipkan pada album Ghost Stories menjadikan album ini terdengar paling berbeda dibandingkan kelima album Coldplay sebelumnya yang sangat kental dengan balutan musik alternative rock dan pop.

Ghost Stories, dibuka oleh track berjudul Always In My Head. Dimulai dengan efek suara choir samar-samar yang kemudian disambut petikan gitar mengawang dengan ketukan down-beat pada drum, dilanjutkan oleh vokal Chris Martin yang bernyanyi dengan nada datar menghasilkan sebuah opening track yang gelap dan kelam. Kemudian pada track selanjutnya yang berjudul Magic, di mulai dengan refrain gloomy, disambung oleh dentingan piano dan vokal yang bersahutan, dan dipermanis dengan petikan gitar akustik menghasilkan sebuah lagu yang dingin sekaligus indah.

Bagi saya, yang menjadi track favorit sekaligus nyawa dari album Ghost Stories adalah Sky Full Of Stars. Dari total 9 lagu yang 80 persennya bernuansa kelam, Sky Full Of Stars menjadi pembeda sekaligus memberikan energi ke dalam album Ghost Stories ini. Dalam pengerjaan lagu Sky Full Of Stars, Coldplay berkolaborasi dengan produser sekaligus DJ EDM (Electronic Dance Music) ternama Avicii. Hasilnya adalah sebuah lagu EDM bernuansa Mylo Xyloto-era.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *