Press "Enter" to skip to content

Album: Bottlesmoker – Hypnagogic (Part 2)

Little Hi, Little Ho! Udah beres, nih, kencannya, kemarenan saya abis maraton film Stuart Little bareng do’i, rame siah ih. Eh maaf sombong. Oke langsung aja ke topik. Udah pada baca, kan, artikel review album Hypnagogic yang ini? Nah, sambil nunggu ada yang ngajak kencan lagi, mau saya lanjutin ah ke part 2-nya. Boleh, kan?

Track Fragile membuka perjalanan menuju fase Hypnagogic bagian ke-2. Lagu bernuansa ambient ini seakan-akan ngajak kita buat rehat sejenak dan bersiap-siap buat diajak tamasya (lagi) ke taman mimpi oleh Bottlesmoker. Pada lagu ini cuma diisi sama pad synth yang dreamy abis dan juga suara-suara glitch gitu deh. Adem.

Lalu ada track Free Hugs. Lagu bertempo upbeat ini merupakan single lama yang kemudian dimasukan ke album ini, dengan sedikit perubahan pada aransemennya. Sedikit cerita, Free Hugs sendiri sebenarnya merupakan sebuah kampanye di mana para pesertanya menawarkan pelukan gratis kepada orang asing yang sedang berada di sekitarnya. Cocok, nih, buat kalian yang mblo atau yang haus akan pelukan do’i. Enak.

Ada juga track berjudul Le Voyage. Arti dari judulnya adalah perjalanan. Entah perjalanan apa yang dimaksudkan di sini, yang jelas Bottlesmoker pengen kita ngejalaninnya sambil lompat-lompat kegirangan bareng temen-temen atau pada intinya seru-seruan gitu. Terdengar dari aransemen yang dikasih di lagu ini punya nada-nada yang bikin mood kita tuh seneng.

Nggak cuma bernuansa ambient dan upbeat, Bottlesmoker juga nyisipin satu track bernuansa noise. Judulnya Phony. Sepanjang lagu ini, kita cuma disuguhin sama bebunyian monoton yang kemudian disambut sama noise yang nggak jelas. Kalau pendapat saya mah, lagu ini cocoknya buat dijadiin intro kalau pas lagi manggung. IMO doang, lho, yaa.

Dan track pamungkas dari album ini adalah Hypnagogic. Lagu yang punya durasi paling lama di antara yang lainnya. Cocok pisan, nih, judulnya, menggambarkan banget fase Hypnagogic itu sendiri. Soalnya semenjak awal, pikiran kita langsung diajak melayang, seolah keluar dari badan kita.

Didominasi oleh bebunyian pad synth yang syahdu, tempo drum yang pelan, lagu ini enak pisan dinikmatin sambil merem. Walaupun sepintas nada-nada yang dimainkan itu-itu aja, tapi tetep ada bagian klimaksnya, kok. Cobain denger geura, kalau saya mah langsung suka.

Selain tracktrack barusan, ada juga track berjudul Vegabond, Glitter Of Sunrise, Lucid Pillow, Inconsolable Rooftop Club dan Equilibrium Drifts. Nggak seperti di disc 1 yang kebanyakan lagunya bernuansa ceria, disc 2 ini didominasi sama lagu-lagu bernuansa ambient. Cukup keliatan banget perbedaannya, coba aja bandingin.

Oh iya, album Hypnagogic ini punya satu hidden track berjudul Thursday Colours. Saya sendiri, sih, belum nyari si lagu barusan tersembunyi di mana. Tapi saya udah denger lagunya lewat Soundcloud mereka. Hehe. Jangan diikutin, yaa, nggak seru, kurang greget.

Overall, mengenai albumnya saya puas banget sama suguhan yang dikasih sama Bottlesmoker ini. Kalau dibandingin sama beberapa album sebelumnya, di album ini Bottlesmoker keliatan banget lebih mengeksplor dan bereksperimen sama bebunyian. Dan hasil dari eksperimen tersebut berhasil, lagu-lagunya nggak terdengar monoton lagi, walaupun pada beberapa track ada yang terasa mirip. Jadi, udah pada beli albumnya belum? Sok atuh cepetan beli, keburu keabisan siah, nanti malah nyesel lagi. Heu.

Tamat.

____________________

Twitter : @bottlesmoker

Website : bottlesmoker.com