Press "Enter" to skip to content

Album: Billfold – Brave

Terhitung cukup lama semenjak dirilisnya EP perdana mereka, Substitute tahun 2011. Akhirnya Gania Alianda (vokal), Angga Kusuma (gitar), Ferin M Fazrin (bass) dan Pam Al Ayubi (drum/vokal) pada 14 Mei 2014 merilis debut albumnya, Brave.

Niatan untuk menciptakan debut album ini dimulai dari feedback positif yang mereka dapatkan atas EP perdana dan single-single lainnya. Berangkat dari sana, munculah album Brave ini. Seperti yang mereka katakan di ROIsession episode #2 bahwa album ini adalah sesuatu yang berbeda dari rilisan atau single sebelumnya. Alasannya, karena mereka sudah terlalu bosan dengan lagu-lagu sebelumnya. Disetiap panggungnya, mereka selalu membawakan lagu yang itu-itu saja. Dan spesial, karena kali ini, mereka “melakukannya” sendiri.

Nuansa musik seperti Daggermouth, Set Your Goals, Betrayed, Champion, bahkan H2O masih bisa kamu rasain di album ini. Musik yang semakin dewasa, lirik tentang sosial, cinta, sampai perang pun tersaji di 12 tracks album Brave ini.

No One Save Us But Ourselves adalah salah satu track favorit saya.“To live life on our own terms/It’s a life’s journey of finding ourselves/Finding our power and living yourself”. Nggak tau kenapa, bikin saya jadi lebih berani menghadapi kehidupan fana ini. He-he-he.. Selain itu, alur musik yang nggak terlalu cepat itu mengingatkan saya akan lagu What Happened?-nya H2O. Ena’.

Di lagu Snake In The Grass, Billfold mengajak Dafiq (biola) dari Orkes Kerontjong De Oemar Bakrie. Nggak nyangka, hasilnya bagus banget. Jarang juga, sih, saya denger ada musik hardcore dikasih sentuhan biola. Agak-agak ngingetin sama band deathmetal, Fleshgod Apocalypse.

Nggak cuma di lagu itu, Billfold ngasih kejutan. Gania cs juga menghadirkan Dj E-One a.k.a Evilcuts dari Eyefeelsix di lagu Sebenarnya Fana. Untuk kesekian kalinya, album Brave ini bikin saya menggelengkan kepala. Fresh! Pam, yang jadi “otak” di proses kreatif sukses bikin Brave nggak membosankan.

Ada dua lagu yang bakal ngajak kamu cooling down dan jauh banget dari zona nyaman Billfold. Keberanian mereka untuk memainkan pop rock dan akustik hadir di album ini. Memory Of Mine dan Not Afraid bisa jadi dua lagu yang jadi favorit radio-radio konvensional.

Well, ternyata Billfold nggak 180 derajat berubah “serius”. Menarik, ada lagu tentang makanan di album ini. “That’s a reason/we love eat, ‘coz we need/and that’s a reason/We make list, to this song/we want eat!”  seru Gania dengan karakter vokal yang makin hardcore-kids-banget di lagu Veni, Vidi, Foody. 

Garis besarnya, nggak cuma Billfold yang lebih “berani” di album teranyarnya ini. Album ini  juga bakal ngajak kamu untuk selalu berani mengambil resiko, jangan menyia-nyiakan waktumu, dan jangan pernah takut untuk menjadi berbeda dengan orang lain.

Tracklist :

1. Time

2. Brave

3. No One Save Us But Ourselves

4. Snake In The Grass

5. Sebenarnya Fana

6. Instruments

7. Kita Di Persimpangan

8. Turn Around

9. A Little Boy With Stone In Hand

10. Memory Of Mine

11. Veni, Vidi, Foody

12. No Afraid

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *