Press "Enter" to skip to content

Album: Bedchamber – Perennial EP

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Ungkapan itu yang sedang menggambarkan isi hati saya. Bukan karena di sms mantan yang mau ngajak balikan, tapi karena sebuah album dari kuartet muda-mudi asal Jakarta yang mengatas namakan diri mereka dengan Bedchamber. Album yang diberi judul Perennial EP ini telah dirilis melalui Kolibri Rekords. Langsung aja pinjem punya teman, jangan ditiru. Kudu meuli sorangan, Bro!

Sebelum album ini keluar, Bedchamber lebih dulu ngeluarin single buat teaser pada 5 September lalu. Jadi biar nggak kaget-kaget amat sama kecanggihan band satu ini. Nah! Ketika rilis pada 30 September kemarin, saya langsung suka dengan package-nya sendiri. Di package dengan sangat rapih, apalagi cover albumnya, keren! Di dalamnya ada sleeve yang digunakan untuk tempat lyrics sheet. Kalau saya mah pengen lyrics sheet-nya ditempel di dinding biar bisa pamer, abisnya alus pisan artworknya!

Album ini berisikan 5 track, judul-judulnya pake kata-kata dari bahasa Inggris yang unik, saking uniknya saya nggak ngerti tiap artinya, heuheu. Yang unik nggak cuma judulnya aja, tapi genre yang mereka usung juga terbilang masih jarang di belantika musik tanah air. Perpaduan antara isian musik indie pop bertemu sound lo-fi yang pas sehingga memberi kesan hipster yang kental. Da bosen pop melayu terus teh.

Yak, track pertama dibuka dengan judul Departure yang mengalun santai dan santun di telinga membuat saya langsung teringat akan kepergian sang mantan. Ya abis gimana dong, ada kutipan liriknya “when it’s time to rain you’ve soaked in vain”. Kayak yang suruh ikhlasin aja. Bohong deng, intinya, lagu pembuka ini berhasil membuat saya penasaran untuk lanjut dengerin albumnya sampe abis.

Di track ke-2 Youth, dibikin seger dengan beat-beat yang menggairahkan. Jadi yang tadinya kebawa mendayu tapi nggak kemayu, seketika berubah jadi pengen goyang-goyangin poni rambut biar cihuy. Selain 2 track itu, masih ada lainnya yang nggak boleh main di next-next aja dari player, ada Petals, Myth, dan Perennial.

Di lanjut dengan track selanjutnya yaitu, Petals. Dengan pattern bass yang cukup tebal membuat lagu ini menjadi pilihan favorit saya. Jika di dengarkan dengan pelan tapi pasti, suara bass di dalamnya memiliki peranan penting dalam alur lagunya sendiri. Asyik lah!

Di lagu Myth, saya, sih, ngerasain liriknya kayak isi curahan hati anak muda jaman sekarang aja, yang main petak umpet sama perasaan. Eh, kok mirip sama keadaan saya sekarang? Tapi jujur, saya emang suka sama lirik-lirik yang mereka buat, pemilihan kata-katanya sungguh menarik!

Ketika lagu-lagu cinta sekarang memberi kesan pengharapan yang sangat menyedihkan, Perennial, yang menjadi lagu penutup dalam album ini menyajikannya dengan atmosfer yang beda, terkesan lebih optimis. Kayak, kamu lagi pengen ngajak ngobrol si doi tapi nggak ditanggapi dan kamu tetep chill gitu, edan lah! Kalau saya, sih, udah garuk-garuk aspal kayaknya.

Yang saya rasain dari album Perennial EP ini adalah perkenalan yang sangat mengesankan, dan menjanjikan untuk kedepannya. Dengan materi-materi yang fresh dan kreatif, membuat saya ingin terus ngedengerin dan nunggu kiprah selanjutnya dari Bedchamber.  Oh iya lupa, selain ada lyrics sheet itu, ada juga liner note di dalamnya. Kalau penasaran apa isinya, ya, harus buru-buru beli pokoknya, keburu habis di pasaran. Nggak akan kecewa lah pokoknya, apalagi kalau kalian suka denger band-band macam Alvvays, Beach Fossils, atau Best Coast, pasti langsung jatuh hati deh, ciyus!

 

Tracklist:

1. Departure

2. Youth

3. Petals

4. Myth

5. Perennial

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *