Press "Enter" to skip to content

Album: Asia Minor – Into The Hollow Circle

Siapa, sih, yang nggak kenal sama Asia Minor? Band yang sering banget menghiasi pamflet acara-acara di medio tahun 2000-an dan terkenal dengan album pertamanya yang berjudul PersepsI (2012) . Ya, wajar lah, kalau misalnya Asia Minor dibilang legend. Hehe. Well, pasti kalian pada kangen sama mereka, ya? Sama banget. Awalnya, sih, kalau dibilang pesimis, ya, pesimis. Kenapa? Soalnya dari beberapa tahun silam, mereka nggak pernah kedengaran lagi walaupun sepercik. Maapin, ya, kalau sok tau. Hehe.

Namun, pandangan saya itu kayaknya sedikit demi sedikit mulai memudar deh. Asia Minor itu ternyata diam-diam menghanyutkan, lho. Suka bikin geli-geli enak da yang diam-diam menghanyutkan teh. Hehehe. Dimulai ketika mereka update single terbaru mereka Maelstrom A Weakness yang dijadikan sebagai pengenalan pertama. Kaget, sob! Tanpa basa-basi, untuk ngobatin kerinduan mentemen hardcore nusantara. Selang beberapa waktu, pada tanggal 28 Oktober yang lalu, Asia Minor resmi menelurkan album kedua mereka yang bertitel Into the Hollow Circle yang dirilis dibawah naungan label kenamaan nan legend, Riotic Records. Selamat!

Into the Hollow Circle berdurasi kurang lebih 35 menit dan berisi 11 lagu yang hacep-hacep, guys. Mungkin kamu bakal sedikit kaget sambil olohok ketika ngedenger materi anyar dari Asia Minor. Sebut saja di album terdahulu mereka, Persepsi, di mana Asia Minor kaya dengan beat-beat hardcore ala New York. Perbandingannya adalah di album Into the Hollow Circle mereka mulai meng-explore nuansa hardcore dengan sentuhan mathcore yang lagi digandrungi sama anak-anak jaman sekarang. Kalau boleh sok tau lagi, menurut saya, sih, album Asia Minor kali ini banyak ter-influence dari band-band seperti Counterparts, The Ghost Inside, Poison the Well, bahkan A Textbook Tragedy. Suatu pendewasaan, kah? Mungkin. Hehe.

Saya bakal kasih tau sedikit spoiler-nya, deh. bisa kamu simak di track yang menjadi pengenalan pertama, Maelstrom A Weakness. Okay, untuk kamu yang belum bisa move on dari bayang-bayang Asia Minor, mungkin agak kaku pas dengerin ini. Riff gitar yang lebih progresif dan mubazir akan clean gitarnya serta hentakan drum yang ganjil dan dibalut vokal yang terdengar penuh amarah seolah-olah menjadi komposisi yang pas. Alhasil, lagu ini emang enak banget, bos! Diikutin sama track lainnya, sebut aja Their Lust, Bonded in Apathy, Shadow of Betrayal. Selanjutnya, di track Into the Hollow Circle, Asia Minor mencoba untuk menyisipkan style blasting pada drum, karakter yang cukup unik, sih.

Blackened With Contempt menjadi lagu yang saya favoritkan. Riff gitar yang tebal dan diulang-ulang, menjadikan lagu ini simple untuk diinget. Akhir dari lagu ini juga sedikit demi sedikit menghilang tea geuning. Kebayang kalo Asia Minor main teh lagu ini jadi penutup, terus personilnya nyabut kabel jack gitar dan bass nya, udah gitu dilempar ke penonton, dan saya yang dapetinnya. Ngimpi. Track Rip Off the Veneer menurut saya menang di melodi pas part akhir lagu.

Hmm, album ini juga nggak semuanya diisi dengan lagu gonjrang gonjreng yang bikin tetangga-tetangga kamu keluar mamawa sapu. Jadi, Asia Minor juga ngasih lagu yang isinya instrument gitu. Buat kamu istirahat sejenak. Ya, buat ngorek-ngorek kuping dikit, lah. Track tersebut berjudul The Vicious Alive. Duh, enakeun, siah. Diawali dengan suara-suara kayak angin gitu. Lalu masuklah dua suara gitar yang harmonisasinya dapet banget.

Oh iya, Asia Minor juga menggaet Jay Beat Hustler (EYEFEELSIX) untuk ambil bagian dengan ngisi sampling sounds. Selain di lagu The Vicious Alive, Jay Beat Hustler juga ambil bagian di lagu Epic and Grave. Mantap, bos! Kalem, nggak hanya Jay Beat Hustler doang, lho. Untuk menambah warna di album Into the Hollow Circle ini, mereka juga menggaet Serafica Megazania (Janevalla) di lagu Relish in the Dreadful Creatures. Alhasil, bener aja ngasih sesuatu yang berbeda teh. Asia Minor mainnya agak kalem di sini. Kayaknya buat mengimbangi suara dari Serafica juga, sih. Nggak mau munafik, saya jatuh cinta sama lagu ini. Hahahaha.

By the way, kalau diliat dari segi lirik, kayaknya tema di album Into the Hollow Circle ini ngebahas manisfestasi tentang pikiran negatif seseorang terhadap lingkungannya. Waduh, ngerti nggak manifestasi? Saya mah cuma tau money. Naon, lah. Intinya mah kayak orang yang udah muak sama peliknya kehidupan, jadi mikirnya negatif. Ya, sudut pandang kan banyak. Hehe.

Album ini bisa dikatakan sebagai wajah baru dari Asia Minor di mana mereka itu berani untuk meng-explore hal-hal yang baru. Jadi, nggak kepatok sama benang merahnya aja. Selain itu, album ini juga sebagai penanda kalau mereka bakal selalu ada. Aduh bang, abang selalu ada di hati, bang.

Yaudah, daripada saya ngomong terus dengan sotau saya semakin menggila, beli aja atuh albumnya, ya. Bakal kebayar banget rasa penasaran kalian. Recommended, lah!

Tracklist :

1. Into the Hollow Circle

2. Shadow of Betrayal

3. Maelstrom A Weakness

4. Their Lust

5. Blackened With Contempt

6. Bonded in Apathy

7. The Vicious Alive

8. Relish in the Dreadful Creatures

9. Epic and Grave

10. Rip Off the Veneer

11. Breathing on Fire

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *