Press "Enter" to skip to content

Album: Alstroemeria & House Of Liars – Actually, We Live In Unfair World… Well Then, We Live An Unfair Life Split EP

Indeks Prestasi Keren (IPK): 7/10

Tiba-tiba saya mau makanan ringan bernama Happy Tos. Itu geuning, olahan keripik jagung yang sudah nggak diragukan lagi kalau takaran MSG-nya banyak banget. Ditemani Happy Tos yang gurih, Sabtu (16/7) siang saya memberanikan diri buat jalan-jalan dari Baleendah ke Surakarta pakai aplikasi Google Maps. Ternyata cuma butuh 4 menit doang, lho, warga kreatif. Teknologi teh beneran membantu. Jalan-jalan jadi makin mudah.

Saya ke Surakarta bukan tanpa alasan, tapi atas arahan beberapa temen yang bilang kalau di sana ada Alstroemeria dan House Of Liars, yang sekitar bulan lalu merilisi sebuah split EP dengan tajuk ACTUALLY, WE LIVE IN UNFAIR WORLD… WELL THEN, WE LIVE AN UNFAIR LIFE. Kirang panjang, mang. Ehe. Split EP yang berisi 4 lagu ini, terdiri dari 2 trek dari tiap band dan dengan tema yang berbeda pula dari keduanya. Seperti tajuknya, di rilisan ini, kedua band berusaha ngasih tau kita, gimana caranya buat menghadapi kehidupan yang nggak adil, baik itu dalam sebuah hubungan asmara maupun ketika menjadi warga negara. Nuhun udah mau ngasih tau. Tengkyu.

House Of Liars yang mengusung musik hardcore terdengar cukup apik di setiap trek, dengan mengisi takaran instrument yang pas di setiap sisi. Nggak berlebihan kayak MSG di Happy Tos. Split EP ini dibuka dengan pidato The Smiling General yang menyatakan kemundurannya sebagai Presiden pada trek dengan judul 5.1998 yang memberi kesan bikin saya ngebuka lagi buku PPKn. Teu ketang. Lalu ada trek R-TT-L yang masih kental dengan aroma humanity dan sindiran untuk pihak-pihak tertentu. Vokal dan lirik khas punk/hardcore cukup mencolok di kedua trek milik House Of Liars. Eh, enya kitu? Dengerin sok sama kamu.

Selanjutnya ada Alstroemeria yang di bio Twitter-nya nulis “we write sad songs”. Sumbangan pertama mereka di EP ini adalah trek dengan judul Perisable Spring. Dengan kualitas sound yang bagus, permainan instrument yang boleh dibilang oke, ditambah lirik yang nggak terlalu lebay, jadi nilai plus, sih, buat trek ini. Begitu pun dengan Frost-bound Winter yang didaulat sebagai trek akhir, riff gitar, scream vokal dan dentuman drum yang proporsional, bikin trek ini cocok buat jadi penutup. Semacam save the best for the last, lah.

Split EP ini memang hanya menghadirkan 4 lagu saja. Tapi, secara keseluruhan, Split EP ini punya kadar yang pas di setiap trek-nya. Perpaduan antara emo dan hardcore yang sama-sama penuh letupan emosi, malah berhasil bikin saya merasa tertipu. Kenapa tertipu? Soalnya ekspektasi saya berhasil dibantah sama materi yang mereka suguhkan. Beuh, ciegitu. Ternyata Surakarta atau Solo nggak cuma soal kediaman Pak Presiden Jokowi. Ada juga tuh, band-band oke yang bisa jadi perhatian buat kamu-kamu semua. Sok geura, cobain kamu cek sendiri Split EP yang satu ini.

Tracklist :

1. House Of Liars – 5.1998

2. House Of Liars – L-TT-R

3. Alstroemeria – Perishable Spring

4. Alstroemeria – Frost-bound Winter

Comments are closed.