Press "Enter" to skip to content

Akhirnya ‘Naik Haji’ di “In The Wake Of The Crimson Eyes”

Samlekum, warga kreatif! Sepanjang weekend kemarin, jalan Purnawarman pasti rame banget da, kenapa, cik? Soalnya lagi pekan remedial anak sekolah, jadi banyak yang tambahan di bimbel setempat. Teu ketang. Alasan sesungguhnya mah weekend ini banyak banget keseruan di venue kesayangan event-event keren sabandungeun, IFI Bandung, salah satunya konser perilisan album penuh perdana Sigmun bertajuk In The Wake Of The Crimson Eyes pada hari Sabtu (12/12) kemarin.

Waduh, boleh dibilang si aku beruntung pisan bisa nonton slash menjalankan tugas di acara yang satu ini, soalnya konser ini teh semacam “pecah bisul” buat para pendengar setia band heavy barokah ini mah. Atuh, nungguinnya juga ada meureun 4 tahunan, dari jaman masih suka dirazia pas upacara sampe sekarang hobi tipsen. Makannya kalau warga kreatif adalah satu dari 300++ orang yang ada nonton kemaren, bersyukur ih, beruntung kalian teh.

Open gate sekitar jam 7-an, tapi orang-orang udah menuhin venue dari sebelum magrib. Ada yang paboro-boro beli ticket on the spot, ada yang takut kehabisan merch, ada juga yang cuma ngiuhan weh. Makanya pas dibuka sama salah satu sebagay musik blues, Adrian Adioetomo, juga udah rame pisan. Berikut penampilan mas Adrian membius sekali walau minimalis. Enak lah, buat conditioning kalau di olahraga mah.

Akhirnya akang-akang Sigmun naik! Ini aa-aa sama histerisnya kayak fangirl liat idol-nya naik panggung, tapi teriaknya garang tea ningan. Dibuka oleh In The Horizon yang syahdu, dan terus di hajar sama setlist yang sesuai dengan urutan album Crimson Eyes. Tapi ternyata pas sampai pada track Gravestones, Haikal Azizi cs juga menyelipkan lagu-lagu yang nggak dimasukin di album, kayak The Land of The Living Dead dan Bones. Oh iya, di beberapa lagu, Sigmun berkolaborasi sama temen-temen dari Kaitzr dan Somnium di departemen latar vokal dan sesekali di instrumen. Abis itu ternyata ada break dulu sekejap, lumayan lah bisa ngarenghap setitik.

IMG_8495
“Gusti tunduh kieu, ngalenyap heula ah” – Mirfak, Bassis

Sesi dua dibuka sama Ring Of Saturn dengan aransmen baru, dan habis itu lanjut lagi ke urutan album, yang nggak tau urutannya beli atuh, nyelipin Valley of Dreams dan akhirnya ditutup oleh Ozymandias. Langsung aja orang-orang pada “wi wa woh, wi wa woh” abis itu teh. Daaan… SURPRISE!!! Tiba-tiba kuartet ini naik lagi untuk bawain encore The Long Haul! Wah, itu temen aku yang ceritanya mau balik cepet takut UAS, nggak jadi keluar lah, kegirangan do’i ternyata. Nah abis itu mah fix aja udahan. Nggak apa-apa, sih, udah wareug da segini mah.

Asli bos, buat aku, In The Wake Of The Crimson Eyes ini bisa dibilang konser terintens dan termegah kedua yang aku datengin setelah Pasar Bisa Dikonserkan kemarin. Walaupun megah bukan berarti harus serba “wah” dan intens bukan berarti harus chaos, tapi ada energi yang luar biasa hebat, baik dari Sigmun maupun dari penontonnya yang bikin konser ini terasa istimewa. Mungkin faktor sama-sama “yang ditunggu-tunggu” kali, yah. Ditambah pula dengan sound yang bening dan pencahayaan serta visualisasi yang “halu” kalau kata anak sekarang mah. Haludang. Naon lah.

IMG_8531
Ustad Haikal Azizi lagi khotbah, tong gandeng.

Salut buat temen-temen Orange Cliff Records dan Suaka Suar yang bisa bikin acara mantap tanpa sponsor, jadi worth it lah 75 ribu teh. Ibarat rukun islam, kalau nonton konser In The Wake of Crimson Eyes ini udah kayak naik haji, apalagi kalau borong merch-nya, mabrur lah. Kalau warga kreatif nggak dateng ke salah satu rave party bergengsi di Ibukota sana kemarin dan lebih milih ke sini, bahagia dong. Soalnya ini sama peupeus-nya lah buat yang di Bandung mah, dan Insya Allah lebih faedah atuh, yah. “Pilihan yang tepat”, mengutip mbak-mbak Pizza Hut mah. Hamdallah. Terimakasih banyak Sigmun dan seluruh pendukung acara In The Wake Of Crimson Eyes!

Foto: Yakub P. Atmaja

 

 

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *