Press "Enter" to skip to content

Ajang Kumpul Para “Aku” Menjadi “Kita” di “Semesta” Pasar Seni ITB 2014

Hore! Ketemu temen lama, ketemu temen baru, ketemu dosen, ketemu kecengan, ketemu banyak seniman, ketemu mantan. Komplit banget! Semuanya ngumpul di Pasar Seni ITB 2014, tepat di hari Minggu (23/11) kemarin. Acara super keren yang bikin orang-orang rela berjalan kaki buat sampai di venue. Cangkeul, mas!

Gelaran 4 tahun sekali ini dimulai dari jam 8 pagi dengan tarian sambutan bertemakan “Antara Aku” yang bikin merindings, dilanjut sambutan dari ketua pelaksana yaitu Ignatius Gary, yang sempat menitikkan air mata di atas panggung saking terharu dan bangga atas kinerja panitia Pasar Seni ITB 2014. Jadi ikutan nangis. Tapi keren, kak! Setelah itu sambutan dari pencetus Pasar Seni ITB 42 tahun yang lalu. Asa ketemu Rose “Titanic”, romansa~

Nggak lupa juga sambutan dari Dekan FSRD ITB, Rektor ITB, Gubernur Jawa Barat, Kang Aher, perwakilan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Walikota tersayang, Kang Emil, dengan mandat “buang sampah pada tempatnya, buang mantan pada temannya”. Ngena banget, Kang! Oh ya, Pasar Seni ITB dapet Anugerah Adikarya 2014 dari Bapak Mari Eka Pangestu, selaku Pembina Ekonomi Kreatif, dan harapannya Pasar Seni ITB ini sebagai gerbang generasi muda untuk meningkatkan kreativitas yang bernilai. Amin. Peresmian pembukaan Pasar Seni ITB 2014 dengan simbolis pukul gong sebanyak 11 kali dan pintu gerbang pun dibuka. Kalap!

Bandung dari segala wilayahnya, sampai Bandung coret pun melipir ke Jalan Ganesha. Nggak aneh kalau kemarin itu ITB jadi lautan manusia, dari yang muda sampai matang, dari yang masih cute sampai keriput. Pokoknya semua kalangan datang ke Pasar Seni ITB 2014. Sama kayak Pasar Seni ITB 2010 lalu, padat pisan. Tapi tahun ini keren parah! Emang ada apaan aja?

Ada pertunjukan musik yang terbagi atas 3 stage yang emang dibikin berjauhan. Aku juga bingung sempet nyasar, malah ke sekretariat Himpunan, taunya banyak mas-mas ganteng. Eh! Sebagai pencegahan dalam mengatasi yang nyasar, mba-mba imut dengan topi petani bertuliskan “Tolong” berjualan maps. Dengan harga gocengan aja kalian bisa ngubek tanpa nyasar. Berasa jadi Dora yang punya peta. Teu..

Sekitar 315 stand yang ikut serta bener-bener bikin semua orang pengen beli. Gila! Kemarin aja rungsing sama harga BBM naik, tapi boros. Edan, asa pang benerna si aku. Dari mulai booth makanan, seniman, sampai entrepreneur muda ada di Pasar Seni ITB 2014. Butuh perjuangan serta kesabaran ekstra buat menikmati acara seru ini. Macet-macetan, kehujanan, desek-desekan di angkot, rambut lepek, taunya pas di sana liat mantan sama pacar barunya. Sakitnya tuh di mana, Bang?

Kondisi yang kadang hujan kadang panas bikin penampilan band agak sedikit molor. Terutama di mainstage dan stage Woodstock. Band yang main juga enak semua, antara lain Frigi Frigi, L’alphalpha, Kunokini, The Rollies, Ikkubaru, Tempa Karsa, dan banyak lagi. Karena hujan, aku mampir ke wahana Museum Satu, Kotak Kontak dan Semestarium. Tapi harus sabar lagi, karena ngantrenya panjang banget. Jadi inget pas H-2 jam kenaikan premium. Sadis!

Pas masuk wahana, keren! Audio visual yang memanjakan pengunjung. Enak! Mau masuk lagi tapi harus antre lagi. Nuhun. Aku lanjutin ke stand seniman. Jadi para seniman itu membuka mini galeri dan mereka juga memperjualkan hasil karyanya. Beli lukisan keren dengan harga mulai 100 ribu! Cuma di Pasar Seni ITB 2014. Hari sudah sore, Matajiwa x Hari Pochang dapet giliran tampil di mainstage. Agak kecewa sama 2 band terakhir yang mau nggak mau perform tanpa lighting.

Meskipun pengunjung harus becek-becekan dan desek-desekan, tapi nggak bikin para “Aku” berhenti menikmati semua suguhan Pasar Seni ITB 2014. Sehari yang berkesan menguras keringat. Acara mega dashyatnya anak FSRD ITB yang berhasil bikin warga kreatif Bandung dan sekitarnya bangga dengan “Aku, Kita dan Semesta”. Semoga Pasar Seni ITB 2018 bisa lebih aduhai!

 

Foto : Ramadita Alya Azizah & Alfi Prakoso

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *