Press "Enter" to skip to content

Ajang Kopi Darat Para Musisi Online di “#INF2: INF Gig 2”

Semenjak weekend kemarin, Bandung lagi diramein sama berbagai gigs, nih. Jadi seneng. Kenapa seneng? Soalnya saya jadi punya tujuan buat malem mingguan. Heuheu. Sabtu (15/11) kemarin bertepatan sama rangkaian gelaran #INF2 hari kedua. Semenjak pagi, kawasan IFI Bandung diramaikan sama beberapa agenda, yaitu INF Work 3 yang membahas soal Creative Commons Music, INF Talk 2 bertema “Musik, teknologi dan masyarakat: Tentang perubahan dan hal-hal yang tidak berubah”, dan terakhir INF Gig 2. Rangkaian acara tersebut diisi oleh orang-orang yang emang mumpuni di bidangnya.

INF Gig 2 ini diisi oleh bejibun musisi yang merilis karyanya lewat netlabel, mereka adalah Silampukau, Woodcabin., Neowax, Elemental Gaze, The Kuda, Frau, Sigmun dan Zoo. Saya mah baru liat line-up-nya aja udah langsung ngiler, soalnya si pengisinya teh banyak yang dari luar Bandung, dan jarang-jarang mereka main di sini.

Berdasarkan info yang saya dapat, acara dimulai sekitar jam 4 sore, dibuka sama penampilan dari Silampukau dan juga Woodcabin.. Tapi sayang banget saya nggak keburu nonton mereka, soalnya saya sempet kejebak nostalgia. Eh, kejebak hujan maksudnya. Huft. Alhasil pas saya datang ke sana, mereka berdua udah beres tampil dan lagi break maghrib. Beres break, panggung langsung diramaikan sama Neowax. Semenjak lagu pertama, band asal Bandung ini langsung menggebrak dengan permainan gitar yang unik nan experimental.

Saya lupa mereka ngebawain berapa lagu, yang pasti di di setiap lagunya mereka memperagakan sesuatu yang nggak bisa dilewatin. Mulai dari pakai toys voice simulator buat ngehasilin sound lo-fi sampai permainan gitar kece. Dan pada puncaknya mereka main liar banget sampai ngegesekin senar gitar ke apa pun yang ada di sekitarnya, mau tiang mic, ampli, speaker, segala lah pokoknya mah. Edan!

Ikut pacuan The Kuda
Ikut pacuan The Kuda.

Dilanjut sama penampilan band asal Bogor yang bernama The Kuda. Sesuai namanya, band ini maenin musiknya geber banget, saya aja liatnya kayak lagi nonton pacuan kuda. Haha. Lagu yang mereka bawain juga rata-rata durasinya nggak lebih dari 2 menit, bahkan ada yang cuma beberapa detik. “Gampang kan bikin lagu?” kata sang vokalis yang langsung disambut sama gelak tawa penonton. Entah total ada berapa lagu yang dibawain, yang jelas mereka bawain paling banyak lagu diantara band lainnya. Beberapa tembang andalan juga mereka bawain, seperti Hantu Laut, Jabber, Goodbye Always dan Hey Jansen.

Suasana panas dan berkeringat langsung dinetralisir dengan penampilan dari Elemental Gaze. Mengusung genre ambient / shoegaze, band ini merupakan salah satu yang paling ditunggu penampilannya. Pasalnya, mereka terakhir main di Bandung tuh sekitar 5 tahun yang lalu. Pantesan  we ai banyak yang nunggu mah. Mereka juga nampilin visual yang mendukung banget bikin pikiran kita melayang ngikutin atmosfir dari lagunya. Membawakan beberapa lagu yang udah nggak asing lagi, seperti Unperfect Sky, You Should Run, Finally dan To Leave After. Mereka juga membawakan lagu cover dari My Bloody Valentine berjudul When You Sleep yang disambut meriah sama para penonton, da soalnya teh keren pisan, ih!

apteekkisuomen



Tirai langsung menutupi panggung dan sebuah keyboard ditaruh di salah satu pojok di bawah panggung. Wah, ada apaan tuh? Ternyata setup minimalis tersebut adalah milik mba Leilani, seorang dara cantik asal Yogyakarta dibalik nama panggung Frau. Dengan suasana ruangan yang gelap, cuma ada satu lampu redup yang dipakai buat nyorot Frau, belum lagi lagu-lagu syahdu yang dibawain, bikin saya pengen sing along bareng pacar. Tapi da nggak punya, jadi yaudah weh sendiri.

Do’i membawakan beberapa lagu yang berasal dari album Starlit Carousel dan Happy Coda yang dirilis via netlabel YesNoWave. “Saya nggak pernah menyesal merilis (album, RED) di netlabel, saya harap semuanya bisa memahami kenapa lewat sosialisasi yang udah dilakukan di #INF ini,” ujar dara cantik tersebut. Di sela penampilannya, mba Leilani selalu nyempetin interaksi sama penonton, dan hal itu bikin suasana jadi intim banget. Membawakan lagu terakhir, Tarian Sari, ternyata belum cukup buat memuaskan penonton. Alhasil, penonton minta tambahan satu lagu, yaitu Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa. Sepanjang lagu itu, penonton yang ada di Auditorium IFI Bandung serempak sing along. Merinding siah!

Mbak Lani yang Frau in the dark, eh glow in the dark
Mbak Lani yang Frau in the dark.

Tirai panggung kembali dibuka dan terlihatlah kuartet experimental rock bernama Zoo. Setelah siap, Zoo langsung membuka penampilannya dengan lagu Kedo-Kedo yang di-medley dengan Manekin Bermesin. Dua lagu tersebut bikin para penonton langsung memadati mulut panggung. Set lagu yang mereka bawain banyak yang terdengar asing, soalnya mereka banyak ngebawain materi-materi yang bakalan dimasukin ke album baru mereka. Tapi hal itu nggak jadi halangan para penonton buat nikmatin lagunya.

Saya takjub banget sama bassist dan vokalisnya. Sang bassist bisa bikin berbagai suara dengan setup efek yang njelimet, sedangkan sang vokalis entah gimana caranya si suaranya bisa dibikin berat banget, lalu tiba-tiba jadi melengking. Epic parah! Lagu-lagunya sendiri rata-rata pakai Bahasa Sansekerta, bukan Bahasa Indonesia. Dan sotaunya saya, nih ya, lirik-liriknya tuh nyinggung soal pesan-pesan tentang kehidupan gitu. INF Gig 2 malam itu ditutup oleh penampilan dari Sigmun. Kombinasi antara gitar berdistorsi dan suara lembut dari sang vokalis sukses bikin para penonton headbang kecil. Haikal Azizi, sang vokalis, juga bilang kalau hari itu mereka banyak ngebawain lagu-lagu baru yang bakalan ada di album baru mereka. Wah, lagi pada produktif, nih, kayaknya.

Meski dengan setup panggung dan pencahayaan yang minimalis, saya yakin penonton tetep eargasm Sabtu malam kemarin. Soalnya dengan tiket yang dibanderol seharga 35 ribu buat pre-sale dan 45 ribu buat on the spot, para penonton disuguhi band-band ciamik yang pastinya nggak bikin nyesel. Saya harap gelaran yang dibikin setiap 2 tahun sekali ini bakalan terus ada, soalnya selain nampilin band-band yang kewl, acara ini juga membagikan berbagai edukasi buat para pengunjungnya. Semangat terus buat temen-temen Indonesian Netlabel Union! Selamat, #INF 2-nya sukses parah!

Foto : Rachmadhina I.W.