Press "Enter" to skip to content

Ajakan Nyanyi Bersama Sambil Bercerita di “Folk for Folks Vol.1”

Waktu itu, saya pernah beradu argumen sama temen saya mengenai musik folk, yang mengakibatkan saya berantem selama bertahun-tahun, dan adu jotos kurang lebih 5 menit lamanya. Setelah itu, sih, udah weh. Kayaknya mah saling memegang pendapat masing-masing aja. Da lelaki atuh. Kebetulan hari Sabtu (30/4) kemarin, ada acara Folk for Folks Vol. 1 di Perpustakaan S.14. Saya dateng deh, itung-itung nambah wawasan. Saya coba ajak temen saya tapi dia nggak bisa, padahal kalau ikut bisa baku hantam lagi. Seru, minimal dilerai atau maksimal ditontonin. Cuek aja kali, kayak mas Boy.

Folk for Folks Vol. 1 ini merupakan sebuah showcase dari Oscar Lolang yang sebelumnya udah merilis single Eastern Man bareng Karma Records. Oscar juga mengajak Jon Kastella, Senartogok, dan Sky Sucahyo sebagai pengisi yang melengkapi gelaran tersebut. Iya atuh, ada tambahan (s)-nya di akhir kata yang berarti jamak, tentu haruslah bersama-sama. Heuheu. Sotoy.

Dengar kabar, acara dimulai dari jam 3-an di sore hari dengan pembuka dari Jon Kastella, tapi saya baru datang sekitar jam 4-an. Karena saya udah bosan ontime. Teu. Sayang sekali padahal, jadi nggak tau awalnya gimana. Suka kesel sendiri. Untungnya, saya masih kebagian penampilan dari Senartogok yang bisa dibilang pembawaannya saat bermain musik itu intens. Merinding lah pokoknya.

Setelah penampilan dari Senartogok, giliran Sky Sucahyo yang mau unjuk gigi. Beneran unjuk gigi, soalnya dia senyum mulu karena malu diliatin banyak orang. Walaupun gitu, tetap kok penampilannya bikin semua orang yang ada di Perpustakaan S.14 terpana, tapi saya sempet serem ketika dia ngeh lagi diambil gambar dirinya. Mungkin dia khawatir saya adalah salah satu orang yang suka bikin fake account di Instagram.

Akhirnya, giliran Oscar Lolang maju ke depan sambil ditemani oleh bang Jon. Sebelumnya, dia udah mempersiapkan buku lirik lagu-lagu yang dibawain kemarin. Nah, dengan buku lirik ini, Oscar mengajak para penikmat musik yang datang di sana untuk bernyanyi bersama. Hal ini merupakan sesuatu hal yang nggak bakal dilupa sama saya, karena dengan adanya ajakan nyanyi bersama ini bikin kita sebagai yang dateng, nggak cuma dateng terus ngahuleng. Kita juga secara nggak langsung menjalin hubungan batin sama si penampil. Apalagi, di setiap lagu yang dibawain, diceritain juga mengenai sejarahnya.

Pokoknya, saya senang sekali untuk datang ke acara ini, sampai-sampai saya sempat pengen nangis pas nyanyi bareng. Nggak tau saya yang lebay atau gimana, tapi bae. Juga, gelaran ini bukan cuma gelaran musik folk yang kita tau, yang diisi sama lirik-lirik berbau alam yang diromantisasi. Intinya, kata folk yang saya maksud di sini nggak cuma sebagai genre doang kok tapi sebuah cerita. Saya bosan dengan lagu yang hanya memiliki makna tapi nggak punya sebuah cerita. Edan kieu, da saya mah siga mas Boy.

 

Foto: Ibanooku

Comments are closed.