Press "Enter" to skip to content

Aillis Membumikan Bahasa Langit Lewat Single “As Near As Veins”

Warga kreatif, ngerasa nggak, sih, kalau acara-acara musik di Bandung lagi ngebosenin? Terutama dari segi pengisi acaranya, band yang main itu-itu lagi. Saya mah jujur aja, bosen da. Ada banyak kemungkinan kenapa bisa gitu, baca aja tulisan Icun yang ini, deh, kalau mau lebih jelasnya. Tapi, menurut saya jadi ada sisi positifnya juga. Karena kita jadi dituntut lebih eksplor lagi buat nyari band-band caem lainnya. Yaa, walaupun butuh effort banget, tapi dijamin, deh, pasti seneng kalau ketemu band idola baru.

Hal itulah yang sering saya lakukan belakangan ini. Mulai dari tetanya ke temen, kepoin Twitter, sampai browsing di Soundcloud dan Bandcamp. Alhamdulillah hal itu membuahkan hasil, beberapa hari lalu saya dapet bocoran kalau Benalu Records bakalan ngerilis sebuah band yang cukup segar, dan setelah saya tunggu, pada hari Selasa (12/7) kemarin akhirnya terungkap sudah band yang dimaksud. Mereka adalah Aillis, trio asal Bandung yang merilis single perdananya, As Near As Veins. Band beranggotakan Akhyar Bagaskara (vokal), Fikri Suryatama (bass & gitar), dan Haris Surya (Drum) ini memainkan musik skramz/twinkle-daddies.

Saya seneng banget dengan kehadiran mereka, karena saat ini masih terhitung jarang band Indonesia yang ngebawain musik gini. Beberapa diantaranya yang saya tau adalah What The Sparrow Did To You, woodcabin., Beeswax, dan Welter On Cinema. Tapi sekarang ada satu nama lagi yang ikut meramaikan, mereka adalah Aillis.

Intro lagu As Near As Veins ini ngingetin saya sama Tiny Moving Parts, dengan tapping gitarnya yg njelimet nan muruluk, dan juga bikin sound gitarnya terdengar twinkle-twinkle gitu, kayak bintang. Terdengar juga kalau mereka memasukan unsur-unsur math-rock dan juga post-hardcore pada komposisi musiknya. Lalu mencapai pertengahan lagu, ada bagian di mana Akhyar menyanyikan, “How can you live without space, where the existence of that space?”, yang juga diiringi oleh suara backing vocal. Bagian itu adalah part favorit saya di sepanjang lagu ini. Karena penasaran sama liriknya, akhirnya saya baca liriknya dari awal. Setelah ditelaah, kayaknya liriknya teh rada beurat dan religius gitu. Daripada salah dan sok tau, yaudah saya langsung nanya ke personilnya.

Artwork "As Near As Veins".
Artwork “As Near As Veins”.

“Kami mendeskripsikan bahwa kehidupan manusia itu berawal dari mana? Untuk apa kita hidup? Dan dari mana kita berasal? Lalu membuka ruang pikiran agar akan tersedarkan di mana kita berasal. Kalau dibilang religus, iya ini memang religius liriknya. Hehe. Membumikan bahasa langit. Jadi intinya ada sesuatu yang tidak tampak tapi terasa dan sesuatu itu pun lebih dekat dari urat nadi. Nah, dari inti tersebut bisa direnungkan siapakah yg terasa pada diri kita tapi tidak tampak, dan lebih dekat dari urat nadi”, ungkap Fikri panjang lebar.

Tuh kan, beurat pisan. Bikin rada mikir pas bacanya juga, sampai buka KBBI. Hahaha. Pas banget, deh, dikeluarin sehabis lebaran. Bisa dibilang ini adalah lagu emo-religius. Canda. Wq. Selain itu, katanya Aillis ini lagi proses buat rilis debut EP-nya, lho. “Untuk proses EP kami sedang berjalan. Ya lumayan membutuhkan banyak waktu juga. Hehe. Menghargai proses. Menghargai makna lirik juga, supaya tidak sembarangan. Sejauh ini baru 30% untuk proses EP-nya. Insya Allah rilis antara bulan Agustus atau September”, tambahnya.

Ditunggu pisan sama saya EP-nya. Siap-siap nabung dulu aja dari sekarang. Buat kalian yang doyan sama musik-musik macam Snowing, Midwest Pen Pals, Suis La Lune, Cap’n Jazz, dan lainnya, wajib banget denger Aillis. Btw, hari Minggu ini juga mereka bakalan main di  turnya Alstroemeria dan House Of Liars. Yuk, nonton bareng! Sampai jumpa di te-ka-pe~

______________________________

Twitter: @aillismusic_

Instagram: @aillismusic_

Soundcloud: soundcloud.com/aillismusic

Comments are closed.