Yudi Andhika: Warnai Kota Bandung dengan Yellow Dino

Warga kreatif, siapa bilang kalau yang mewarnai hari-harimu cuma kekasih pujaan doang. Hari gini mah udah nggak musim pacar-pacaran mulu, mending kita berkarya kayak Akang yang satu ini. Beberapa waktu lalu aku kenalan sama kang Yudi Andhika, yang ternyata adalah sosok di balik gambar dinosaurus berwarna kuning, yang suka nongol di tembok-tembok ruang publik sekitaran Kota Bandung. Selain kekasih, beliau membantu mewarnai hari-hari kamu yang pusing setelah lelah beraktivitas terus kejebak macet. Oh ya, beliau juga termasuk seniman yang nanti bakal ikut meramaikan gelaran Street Stage 2016, 7-14 Mei mendatang.

Sesuai dengan jenis dan warnanya, kang Yudi menamai karyanya dengan sebutan Yellow Dino. Berawal dari kecintaannya terhadap komik, main game, nonton film animasi, hingga peran tetangganya yang baik hati ngajarin gambar ketika SD, Yellow Dino ini lahir dengan banyak terinspirasi dari masa kecilnya yang memang menyukai karakter Jepang dan karakter-karakter lucu yang membuat karyanya jadi seperti sekarang. So cuteee! Eits, tapi Yellow Dino ini nggak langsung muncul gitu aja, lho.

Sebelumnya, kang Yudi bereksperimen mencampur macam-macam binatang, dengan membuat karakter berwajah kudanil, yang bertanduk kecil seperti tanduk kambing, dan berkaki mirip dengan kaki gajah. Lama-lama semakin berkembang sampai mendapat bentuk yang lebih matang dengan wujud tiranosaurus versi buntet yang bawaannya pengen kamu bawa ke rumah buat menggantikan adik kamu yang kadang-kadang suka bawel. Hehehe sedikit curhat.

Alasan Kang Yudi menggeluti street art ternyata sederhana tapi menyentuh, lho, warga kreatif! Pertama, beliau cuma ingin menambah teman, karena menurut pengalamannya, setiap beliau menggambar di tembok-tembok sekitaran Kota Bandung, banyak warga yang akhirnya tertarik dan malah membantu dengan meminjamkan alat-alat ditambah sepiring gorengan. Banyak juga orang yang senang melihat gambarnya hingga mencari tau, lalu akhirnya berteman. Kedua, sekaligus menjadi yang terpenting, adalah seperti aku bilang di awal tulisan ini, yang sebenernya aku pinjem dari kata-kata kang Yudi hehe, beliau ingin membuat setiap orang yang memiliki masalah dan diperparah oleh kemacetan yang bikin makin pusing, jadi tersenyum ketika melihat gambar si Yellow Dino yang selalu senyumin kita dengan warna-warnanya yang ceria.

Warga kreatif, bicara tentang street art apalagi graffiti pasti sebagian dari kalian langsung kepikiran dengan hal-hal yang berbau vandalisme. Walaupun kang Yudi ini pernah ngalamin juga ditangkep polisi sama Satpol PP di tahun 2004 dan 2005 akibat sering menggambar di malam hari, kang Yudi akhirnya memberanikan diri untuk menggambar di siang hari karena menurutnya, gambar yang dibuatnya nggak termasuk perlawanan atau penolakan keras terhadap politik. Jadi, karyanya lebih mudah diterima oleh masyarakat tanpa harus sembunyi-sembunyi saat proses pembuatannya, meskipun terkadang masih suka nggak izin juga hehe.

Kang Yudi mengatakan izin nggak izin yang penting tanggung jawab. Kadang gambar dulu baru izin, atau izin dulu baru gambar. Kalau mereka nggak suka gambar kita, kita bisa langsung cat ulang. Intinya kita harus bertanggung jawab. Kang Yudi juga nggak mau menilai ini termasuk vandalisme atau nggak, beliau hanya mengatakan pada akhirnya yang menilai bahwa itu karya seni atau bukan, yaitu orang yang melihat karya itu sendiri. Kalau gambarnya selucu ini, sih, tentu nggak termasuk vandalisme ya, warga kreatif, hihihi.

Terima kasih atas karya-karyanya yang lucu dan mewarnaiku, Yudi Andhika.

 

Teks: Puti Aisyah Anjani Akbarsyah

Foto: Puti Aisyah Anjani Akbarsyah & dok. The Yellow Dino

Ruang Alternatif Kamu