Press "Enter" to skip to content

Wawancara Singkat dengan BARASUARA: “Datang, Dengarkan, Nikmati”

Kantor kami belakangan ini diramaikan dengan obrolan atas sebuah video yang diunggah ke situs YouTube oleh sebuah grup musik baru bernama BARASUARA. Video aksi live yang menampilkan keintiman pembawaan karya musik berjudul Api dan Lentera. Sebuah set flat-gig (penampil berdiri sejajar dengan penonton) penuh keringat dan antusiasme.

BARASUARA sendiri beranggotakan Iga Massardi (vokal, gitar), TJ Kusuma (gitar), Asteriska (vokal), Puti Chitara (vokal), Marco Steffiano (drum), dan Gerald Situmorang (bass). Line-up yang cukup mentereng mengingat ada nama-nama seperti Iga yang sempat menjadi personil tetap The Trees And The Wild dan Soulvibe, Marco yang merupakan session-drummer dari Raisa, dan Gerald yang adalah gitaris jazz-muda berbakat dengan proyek berbahaya bertajuk Gerald Situmorang Trio.

Gatal rasanya ingin menanyakan segala hal tentang mereka langsung dari mulut mereka sendiri. Namun mengingat kami berdomisili di Bandung dan mereka di Jakarta, media surat elektronik-lah yang menjadi solusinya. Simak wawancara singkat cum eksklusif kami bersama BARASUARA di bawah ini.


Selamat siang, BARASUARA, dengan siapa saja saya berbicara?

Dengan kami semua. Iga, Tj, Marco, Asteriska Puti, dan Gerald.

Jadi apakah sebenarnya BARASUARA itu? Semacam “Iga and Friends” atau memang kolektif musik dengan ide kreatif yang dikerjakan militan? Mengingat ada nama Gerald Situmorang (bass) dan Marco Steffiano (drum) yang masing-masing memiliki proyek sendiri yang juga keren.

Kami adalah sebuah band yang membuat musik pada umumnya. Kami menggubah lagu yang dibuat oleh Iga secara bersama-sama. Jadi ini adalah sebuah band. Bukan “Iga n Friends” atau sebutan-sebutan lain. 🙂

Bisakah kami bilang bahwa BARASUARA ini supergrup?

Kami tidak pernah merasa seperti itu.

Mengapa kalian membentuk BARASUARA?

Saya (Iga) pada awalnya ingin mendokumentasikan karya musik yang saya buat dan dengan mengajak teman-teman yang ada sekarang, kami bersama-sama mengerjakan dan menyempurnakan karya yang awalnya lahir dari otak saya untuk kemudian menjadi bentuk yang lebih nyata dan kaya.

Tentang lagu “Api dan Lentera”, bisa diceritakan tentang hal yang paling tidak menarik dari lagu ini? Karena untuk hal yang menarik kami kira hampir semuanya bisa didengar dan dirasa. Hehe.

Mungkin kamu yang bisa bilang itu ke kami 🙂

Akan ke mana kalian setelah ini? Rilis album/EP/single?

Kami akan merilis full album di akhir tahun.

Bisa diceritakan lebih lanjut perihal sesuatu yang akan kalian rilis?

Album yang akan kami rilis berisi 10 lagu. Semua lagu yang kami tulis berbahasa Indonesia. Dan itu adalah visi kami sejak awal. Membuat lagu dengan lirik bahasa Indonesia yang merepresentasikan Indonesia.

Ketika proses kreatif BARASUARA dikerjakan, masing-masing dari kalian sedang asyik mendengarkan musik apa dan karya siapa?

Itu adalah hal yang sangat beragam dan terlalu banyak untuk disebutkan, namun jika bisa menyebut beberapa adalah Pat Metheny, Alan Parsons Project, Queens of The Stone Age dan single terbaru Jack White, Lazareto.

Tentang video sesi live “Api dan Lentera” di YouTube, banyak yang merespon membandingkan BARASUARA dengan The Trees And The Wild, pendapat kalian?

Bodo amat 🙂

Pertanyaan terakhir, sebutkan tiga alasan mengapa aksi dari kalian patut diwaspadai?

Kami tidak merasa harus diwaspadai karena memang kami tidak ingin melambungkan ekspektasi orang secara berlebihan. Namun jika ada 3 hal yang harus kami sampaikan mengenai pertunjukan kami adalah: Datang, Dengarkan, Nikmati.


Oh iya, kembali ke paragraf pertama, perihal video penampilan mereka bisa disaksikan di bawah sini. Selamat menikmati dan mensyukuri.

Jikalau kamu tidak suka, sukailah.

One Comment

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.