“Warpaint Heads Up Tour Live in Jakarta”, Memuaskan Hasrat akan Harapan yang Pudar

Hamdalah ya, satu bucket list  konser sudah terpenuhi. Salah satunya konser Warpaint Heads Up! Tour Live in Jakarta. Antusiasme para fans, termasuk aku, udah naik semenjak mereka diwacanakan untuk tampil di Indonesia. Soalnya, Warpaint sempat pernah gagal buat manggung di Tanah Air tercinta, nggak tau deh, karena apa. Konser ini merupakan kali pertama kuartet asal Amerika ini manggung di Indonesia. Gimana nggak seneng dan antusias? Akhirnya, setelah menanti hampir 6 tahun mereka berhasil dibawa ke Indonesia oleh promotor asal Bandung, Wire It Up! Yawlo~

Konser yang dihelat Jumat (17/2) kemarin, di Lapangan Parkir Selatan Senayan ini berjalan cukup lancar. Cuaca yang mendukung dan crowd yang kondusif bikin acara jadi syahdu. Sebelum Warpaint manggung, ada 3 opening act lokal yang dirasa cukup “senada” dengan lagu-lagu band utama, yaitu Trou, Diocreatura, dan satu duo indie elektronik yang sedang naik daun, Kimokal.

Venue konser masih terlihat lengang ketika opening act beraksi di atas panggung. Kimokal yang menjadi penampil terakhir sebelum main event cukup ampuh untuk menggiring penonton masuk ke dalam venue. Jam 9 malam tepat, empat teteh kesayanganku, Emily Kokal (vokal/gitar), Jenny Lee Lindberg (vokal/bass), Theresa Wayman (vokal/gitar), dan Stella Mozgawa (drummer) naik ke panggung. Jantungku berdebar kencang pas ngeliat mereka mulai siap-siap.

Berhubung ini Heads Up Tour aku sedikit takut kalau mereka nggak bakalan mainin lagu dari album sebelumnya (yang menurut aku, sih, lebih keren hehehe), tapi semua dibuyarkan ketika Stella menebuh drum dengan dentuman intro yang dilanjut dengan Keep it Healthy. Seketika pengunjung pun langsung berteriak kegirangan. Termasuk aku.

Menurutku Warpaint cukup adil dalam membuat set list untuk konser ini. Mereka mencampurkan lagu dari ketiga album mereka; The Fool (2010), Warpaint (2014), dan Heads Up (2016). Mereka berhasil menyihir kami semua untuk bergoyang santai dengan membawakan lagu hits seperti Love is To Die, Disco//Very, The, Whiteout, Undertow, dan lagu dari album teranyar mereka, seperti New Song, By Your Side, dan The Stall.

Ukuran venue yang pas, membuat suasana menjadi cukup intim. Walaupun awalnya agak sedikit skeptis dengan ukurannya yang nggak lebih gede dari Saparua, tapi rupanya aku tetap merasa nyaman kok menontonnya. Konser yang berlangsung kurang lebih 2 jam itu sangat memuaskan menurutku. Menyanyikan hampir seluruh lagu hits ditambah 2 encore di antaranya So Good dan Bees udah bisa menghapus kesedihan pasca gagal ke Indonesia  waktu tahun 2011 lalu.

Namun sangat disayangkan, dengan harga yang dibayarkan seharusnya kualitas sound yang disajikan harusnya bisa lebih baik lagi. Terlebih mengetahui Warpaint merupakan band yang minim interaksi dengan penggemarnya, tapi hamdalah teteh Emily agak joget sedikit di depan panggung, meskipun tata cahayanya agak terlalu monoton, statis gitu lah. Nggak ngikutin gerak jogetnya teteh Emily. Hehehe.

Overall dari segi management dan teknis di lapangan, panitia sudah memberikan hasil yang cukup baik, yang nggak baik itu cuman satu, macetnya Jakarta! Hadeuh. Lain kali mau naik helikopter aja deh kalau mau ke venue konser, biar kayak rektor. Hehe.

                                                       

Foto: dok. Wire It Up