“The Parlor”, Tinggal Sekali Jalan untuk Hiburan Lengkap yang Ciamik

Cik, buat kalian yang pernah ngerasain long weekend di Bandung, rasanya pasti nano-nano deh; antara sebel, seneng, marah, galau, sedih semua jadi satu. Macet di mana-mana, jalanan kecil, ah ripuh weh lah pokoknya, waktunya jadi beak di jalan apalagi pada beda-beda destinasi. Ada yang mau makan lah, mau belanja lah, mau ke tempat yang “Instagram banget” lah. Yawlo~

Kalau warga kreatif kebagian jatah jadi tour guide keluarga buat jalan-jalan di Bandung, tong jangar ah! Kemaren aku berkesempatan untuk ulin ke tempat yang super duper lengkap. Eits, bukan toserba tentunya, namanya The Parlor! Berlokasi di daerah ‘hits’ Bandung, di Jalan Ranca Kendal Luhur No. 9, The Parlor jadi tempat one-stop entertainment yang wajib kamu kunjungi.

Awalnya aku pikir cuman tempat makan doang yang “jualan” view. Ternyata cukup kaget ketika sampai di lokasinya. Bukan cuma menyediakan tempat makan, The Parlor juga punya banyak concept store, lalu ada juga art space, coffee shop, dan co-working space. “The Parlor sendiri sebenernya lebih berfokus pada konsep one stop shopping, di mana dalam satu tempat ini tuh udah ada semua. Jadi nggak perlu repot-repot ke banyak tempat,” jelas Ari selaku Marketing dari The Parlor.

Dengan area yang cukup luas, The Parlor menyediakan kapasitas untuk 160 orang dengan 40 parkir mobil dan 60 parkir mobil yang berada di teras bawah dan halaman atas. Oh iya, The Parlor juga menyediakan storestore dari 3second, Greenlight, Moutley, FMC Speed Supply, Tesmak, The Cage, Pickers Store, dan The Artsy. Jadi, kalian juga bisa cuci mata di sana. Uhuy~

Terbilang cukup menarik, sih, menurutku. Karena di lokasi seperti ini, The Parlor nggak menjual pemandangan melainkan konsep. Dibalut dengan interior industrial, tempat ini menjadi wadah bagi komunitas, penggiat seni, dan pekerja urban. “Kita lebih ingin menjual konsep dan kenyamanan. Di mana semua kebutuhan sudah tersedia di sini, kalau jual view kan sewaktu-waktu bisa berubah. Hehehe,” lengkapnya. Tapi karena The Parlor terkenal karena resto-nya, menjadi satu hal penting yang menjadikan The Parlor perlu kamu kunjungi. Mas Ari menyarankan Nasi Dori Krispi Sambal Matah (Rp29 ribu) sebagai menu favorit di sini dan minuman seger Peach Phantom (Rp29 ribu). Sebenernya yang juara di The Parlor ini kopinya, tapi berhubung aku nggak minum kopi, ya minum yang seger-seger aja deh. Hehehe.

Makanan yang disajikan di The Parlor ini nggak cuman asian cuisine, lho. Dengan mengangkat konsep “one-stop” tersebut, mereka menyajikan varian makanan sesuai dengan selera. Mulai dari steak, pasta, nasi, mie, dan aneka dessert. Cocok banget lah kalau kamu bawa keluarga besar buat arisan gitu. Haha.

Selain tempat makannya, The Parlor juga baru aja membuka art space-nya yang diberi nama The Space, sekaligus langsung menghelat pameran pertamanya yang bertajuk Deck Construct. Itu geuning yang suka jadi background temen kamu di Instagram. Dengan banyak mural-mural dan tembok artsy, The Parlor ini cocok banget buat kalian pengejar grid instagram aestetik, pasti puas deh di sana. Nggak perlu ke banyak tempat, tinggal pindah tembok doang.

Nah, daripada mamacetan dan buang-buang bensin, mending sekali jalan aja. Ces langsung ke The Parlor. Ditunggu ya, jangan lupa ajak-ajak aku. Hehe.

                                                                                                                                            

The Parlor

Jalan Ranca Kendal Luhur No. 9, Dago, 

Operational Hour: 11.00-23.00 WIB

Instagram: instagram.com/theparlor.bdg

 

Foto: Ayub S. Kahfi