The Fate of The Furious (2017): Ketika Keluarga Jadi Taruhan

Indeks Prestasi Keren: 7.4/10

Buat kalian yang emang ngikutin sekuel dari The Fast and The Furious, pasti udah apal banget sama hal nomor wahid yang diagungkan oleh Dominic Toretto, yaitu keluarga. Bahkan salah satu quote terkenalnya adalah “I have no friends, I have family.” Nah, di instalasi film ke-8 ini, yang diberi judul The Fate of The Furious, film ini menyajikan nilai kekeluargaan yang lebih kental dari film-film sebelumnya.

Menceritakan tentang Dom yang nggak sengaja bertemu musuh lama, Chiper, yang berusaha mendapatkan apa yang sempat diambil oleh geng Dom. Nggak disangka-sangka akhirnya Dom membelot dari “keluarga”-nya untuk bekerja bersama Chiper. Merasa dikhianati, akhirnya dibentuklah tim baru untuk mencari Dom. Ternyata, musuh lama malah berbalik menjadi “keluarga” di antara mereka.

Dari segi cerita, sih, aku seneng banget, apalagi emang ngikutin dari jaman film pertamanya. Di film ini seakan semua nyambung jadi satu dan berkelanjutan. Salah satu yang musti diacungin jempol adalah timeline dari awal sekuel sampe film ke-8 ini. Nggak kaya Doraemon dari tahun 1995 sampe sekarang yang keukeuh menetapkan Nobita sebagai siswa kelas 3 SD. Di tiap film kita bisa liat karakternya semakin berkembang menjadi seseorang yang lebih utuh.

Tapi ada sesuatu yang agak disesali, sih, aku nonton The Fate of The Furious lebih kayak nonton Transformers, karena banyak ledakan, api, sama asap. Selain itu warna yang jadi karakter dari sekuel film ini malah nggak keluar, karena pemilihan lokasi “last-race” di tempat bersalju dan seperti biasa ending yang cukup klise mempertegas bahwa dari segi cerita memang nggak kuat. siapa juga, sih, yang nonton film ini buat ngikutin ceritanya. Haha. Pasti buat mobilnya atuh.

Walaupun agak sedikit kecewa dengan beberapa adegan balapan yang kurang klimaks dan makin nggak logis, di The Fate of The Furious ini banyak plot twist. Kalau diperhatiin hampir sama kayak nonton sekuel Ocean Eleven. Di film ini juga banyak adegan nggak penting yang tetep dimasukin walau nggak ngubah cerita, terlihat dari banyak momen kekeluargaan masing-masing personel geng dan juga lamanya mengekspos lelucon dari Roman.

Overall film ini menyajikan visual yang memuaskan bagi pencinta mobil, hanya sayang ragam warnanya kurang dari film sebelumnya, tapi jalan cerita masih lebih baik dan menyentuh daripada yang lain. Lumayan lah buat ngisi waktu luang. Mangga nonton, kalau masih ada di bioskop.