Susah Sinyal Stand Up Comedy Tour: Promo Film Dengan Nutrisi Lucu Yang Bagus Untuk Jiwa

26 November 2017 di Ballroom Bidakara Hotel Grand Savoy Homann mejadi saksi bisu ditutupnya Susah Sinyal Stand Comedy Tour. Buat kalian yang belum tau, Susah Sinyal adalah Film ketiga yang dibuat Ernest “bukan cokelat” Prakarsa dengan susah payah karena Susah Sinyal. Waduh~ Yamasasih. Kalo udah ada “Stand Up Comedy” udah pasti funny dong. Laaaanjooottt.

Sebagai warga Indonesia yang berbudi pekerti baik dan menyukai komedi, saya berkesempatan untuk bisa menonton dan membuang waktu saya untuk hadir di pagelaran ini. Ya, demi hal yang positif ini, demi melengkapi akhir weekend yang syahdu ini, ya, kenapa kacang? Tour Susah Sinyal sendiri akan menghubungkan kalian pada film di 21 Desember 2017 nanti. Tour ini semacam bentuk promosi dan juga pemanasannya kali, yah.

Dikabarkan sama temen yang kebetulan panitia acaranya “Yub, mulai jam 7 yah, jangan lupa bawa tripod gue”. Ya, Chiko emang jadi juru tustel di closing party Susah Sinyal stand up comedy tour ini. Sebagai warga Indonesia yang berbudi pekerti baik, disiplin dan menyukai komedi, saya datang on-time, dong. Masuk ballroom dengan membawa 2 pack snack, ular (itu snake Yub), saya duduk di spot yang cukup oke. Kurang lebih 300 orang datang memadati ballroom ini dan bersiap melepaskan dahaga komedi.

Acara dimulai dengan VO dari panitia yang menjelaskan rules acara malam itu, seperti tidak boleh merekam pertunjukan, boleh foto tapi jangan pake flash, ketawa sekencang-kencangnya namun pada tempatnya, dan lain-lain. Tanpa berlama-lama MC pertama, Kuns Kurniawan masuk dengan snapback bertuliskan “bukan Peppy” padahal doi Peppy banget, cuma versi kekurangan otak aja. Chit-chat yang dilakukan MC berhasil memanaskan malam itu sebelum penampil dari komik lokal pertama. FYI, jadi acara ini kaya dibagi 2 termin, pertunjukkan awal dari Stand Up Indo Bandung yang diisi oleh Adi Rahman, Dicky Powerfull, Arsy Pratama dan Fahmi Logan. Lalu dilanjut lagi sama yang punya acara yaitu, Ernest Prakasa dan Ardit Erwanda sebagai MC , Aci Resti, Ari Wibowo dan Yusril Fahriza.

Komika lokal pertama, Adi Rahman tampil membawa keresahan dia sebagai mahasiswa UIN SGD Bandung yang berasal dari NTT. Dimulai dari kesan awal dia tentang cewe Bandung, bahasa sunda sampai problema daerah timur. “Teman-teman, di NTT ada lebih dari 1000 pulau, tapi cuma sekitar 400an yang punya nama, begitulah negara kita bikin nama aja susah apalagi bikin pembangunan” tepuk tangan didapatkan Adi dari penonton.

Dicky Powerfull, seorang ayah dari 3 orang anak yang 2 diantaranya kembar menjadi komika kedua yang tampil. Memakai kacamata hitam dan  membawakan materi tentang rumah tangga yang menggelitik dan tentunya lucu. “Keluarga itu ibaratkan kapal di laut, saya nahkodanya, istri saya jadi badainya”. Tawa penonton meledak. “Mau segimana saya jago mengemudikannya, kalo ada badai mah, kapal oleng kapten” Hahahaha.  Dicky yang mengakui dirinnya itu SUSIS (Suami Sieun Istri)  mendapatkan surprise yang tidak pada tempatnya, yaitu istrinya dengan anak terakhirnya. Semakin seru dong pastinya. Lebok siah teu lalajo!

Arsyi Pratama membawakan kegelisahannya sebagai orang Cina yang tidak terlihat cina. “Aku ini cina, tapi mata ga sipit-sipit amat. Orang Cina kulitnya putih, saya ga putih-putih amat” kegelisahannya juga terasa ketika mengenyam pendidikan dasar di sekolah chinese juga. Dan, jagoan terakhir dari komika lokal milik Stand Up Indo Bandung adalah pria kurus mengenakan busana gaul YOGS dan memiliki harapan hidup abadi seperti Wolverine, yaps, Fahmi Logan. Jauh-jauh dari Sindang Kerta, Bandung Barat, Fahmi bener-bener lucu. Kekatroan dan kekampungan yang dia rasakan benar-benar miris, tapi lucu. “Saya bercita-cita pengen jadi hacker, tapi temen saya malah bilang, ‘Mi, maneh mah hayang jadi hacker, tapi ngeprint wae teu bisa’” kita pun tertawa di atas penderitaan orang lain. “Saya mah gaptek, liat mouse bukannya saya klik, malah saya racun”. Hahaha.

Yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga. Koh Ernest Prakasa menyapa penonton sembari menceritakan sedikit tentang filmnya tersebut. Bertugas sebagai MC, ayah dari Sky dan Snow ini menjadi penyambung dari satu komika ke komika lain. Jagoan pertama yang tampil  dan juga rupawan adalah Ardit Erwanda. Seperti biasa, juara 2 kompetisi Stand Up ini menjelaskan bagaimana senangnya bisa berkarir di dunia Stand Up Comedy. Gimmick yang digunakan, act out yang dilakukan, ya, pasti tetep bikin doi ganteng, tapi lucu sih B aja hahaha.

Aci Resti! Jagoan berikutnya tampil dengan percaya diri yang kurang percaya diri, karena selalu diselimuti bayang-bayang Arafah. “Di sini pada tau gua kan, yah? Arafah tau? Elaaah, Arafah aja terus” Materi terbaiknya adalah mengenai hubungan asmara dengan pacarnya yang cukup dewasa dan nggak mungkin di jelasin ditulisan ini. Mampus lu penasaran! Suruh siapa nggak dateng! Selanjutnya ada seorang pengacara yang namanya mirip sama aktor kenamaan Indonesia. Bukan Reza Rahadian, bukan juga Adipati Dolken apalagi Aziz Gagap. Ari Wibowo namanya, pengacara pekerjaannya, Stand Up Comedy mungkin hobinya. Hobinya yang bikin orang ketawa ini terkadang jadi kelucuan tersendiri yang ia rasakan ketika bekerja sebagai bos di kantornya. Apalagi doi bakalan main Film, makin heboh dong kroco-kroco nya.

Yusril Fahriza a.k.a Naryo menutup perhelatan Susah Sinyal Stand Up Comedy Tour dengan mantap sekali, teramat oke bingits. Liat aja tuh fotonya di atas. Komika yang besar di lingkungan yang agamis ini, bener-bener ngeluarin kegelisahannya malam itu. “Saya berperan sebagai pria yang gemulai di Cek Toko Sebelah, jadi bencong saya. Disitu saya merasakan yang namanya dicintai oleh masyarakat dan dicaci-maki oleh keluarga sendiri itu, sakit loh!” semua tertawa hahaha. Fakingsyit lu!

kalo bisa mah saya jelasin secara detail acaranya, tapi males ah. Suruh siapa nggak nonton. Nyesel kan? Buat Koh Ernest, sukses buat film Susah Sinyal, semoga sinyal aja yang susah, filmnya lancar jaya.

foto : Chiko Caesar

cih! Sepele~