“Suara Disko”, Ajang Ajojing yang Menghibur juga Mengedukasi

Malam Jum’at nggak lepas dari asumsi masyarakat bahwa malam tersebut adalah malam yang sakral. Ah, masa, sih? Untuk kaum muda-mudi Bandung, malam Jum’at malah bisa jadi malam yang seru sekaligus hacep. Aduh, naon deuih hacep teh? Termasuk di hari Kamis (21/9) lalu, dengan ridha mamah dan ayah, saya serta muda-mudi menghabiskan malam Jum’at dengan cara yang menyenangkan, yaitu dengan menghadiri acara Suara Disko yang digelar Verde Resto & Lounge, Bandung. Keseruan malam itu dipandu oleh Diskoria Selekta dan The Groove sebagai unit yang sering memainkan pop 80’s. Asoy banget bisa dansa agogo~

Menurut saya, “pecah dan meriah” mungkin dua kata yang dapat mewakili acara tersebut. Antusias muda-mudi bisa lansgung terlihat dari awal poster acara ini diunggah seminggu sebelumnya. Banyak banget yang ingin segera hadir di acara tersebut. Sampai pada hari acara digelar, tiket presale dan on the spot habis terjual. Edan banget, laris manis tanjung kimpul. Nah, tapi kasihan juga, di hari H banyak yang datang dan nggak kebagian tiket, malah ada yang nyoba menanyakan tiket ke saya. Duka kumaha, jigana calo pisan raray abdi teh~

Acara tepat dimulai jam delapan malam, sesuai yang telah tertera di poster. Pas banget  masuk venue, saya langsung disambut dengan lagu hacep tapi tenang. Kumaha? Begitu lah, ya. Kalau buat saya, lantunan dan dentuman musik yang dimainkan Diskoria Selekta mungkin bisa jadi alternatif buat warga kreatif yang kepalang bosan dengan lagu EDM di era modern ini. Tentunya, set Diskoria Selekta yang dimainkan malam itu, pas banget buat disikapi sambil ajojing. Tembang pilihan yang berjudul Bulan-bulan CintaDengar Musik Dansa, sampai lagu dari teh Andien berjudul Milikmu Selalu. Asik gini, kayak lagi denger soundtrack waktu si mamah senam pagi.

Penonton malam itu seolah mendapat bisikan “jangan kasih kendor” sesaat setelah nama The Groove dipanggil. Dan betul saja, tanpa banyak wawewo, mereka langsung membawakan lagu-lagu jagoannya seperti Satu Mimpiku, Dahulu, dan lagu wajib mereka yaitu Khayalan. Heu, kirain manuk dadali. Kan lagu wajib. Sorry. Dengan hasrat dan gairah “muda” dari The Groove, mereka sukses membuat penonton sing a long sambil berdansa dengan pasangannya masing-masing. Saya mah… cuek lah pren. Bareng Chiko aja si fotografer ROI!.

Sempat bertanya pada diri sendir, kenapa, sih, Suara Disko ingin kembali menyebarkan musik disko Indonesia dan kenapa juga mereka selalu tandang keluar kota demi menyelenggarakan suatu acara? Ternyata, rasa penasran itu terjawab oleh Bobby dan Biandi selaku panitia, “Awalnya kita boring, sih, EDM dan sekitarnya tahun 2015 lalu didominasi sama musisi-musisi luar. Kita ingin buat sesuatu yang beda, dan akhirnya kita team-up dengan Diskoria (Diskoria Selekta), yang mana mereka punya koleksi lagu-lagu Indonesia yang banyak banget. Setelah ngobrol-ngobrol dengan mereka, kejadian lah kita bikin acara Suara Disko pertama dan setelah itu kita banyak dapat saran di media sosial, yang minta (didatangi) main ke kota lain dan banyak komunitas-komunitas daerah juga yang ternyata ikut bantu. Akhirnya kita dapat kesempatan, selain ngasih hiburan yang nggak biasa dan main di luar Jakarta, tentunya kita juga mengedukasi dengan (memperkenalkan) lagu (disko) Indonesia.”

Mungkin cukup tepat kalau saya menggangap Suara Disko ini selain sebagai unit senang-senang, mereka juga edukatif karena semacam ngasih edukasi bahwa lagu Indonesia juga nggak kalah dengan lagu EDM dari luar yang kelewat cenat-cenut dan banyak auto-tunes yang kadang bikin pusing. Terima kasih, ya, Suara Disko! Kalian sudah membuat malam yang menyenangkan, the party was lit bruh! Sampai ajojing lagi di lain kesempatan. #SalamFrontDiskoNasional.


Foto: Chiko Caesar

Kemarin… kulihat awan membentuk wajahmu