Star Trek Beyond (2016): Penjebakan Kapal USS Enterprise

Indeks Prestasi Keren: 8.5/10

Space, the final frontier.” Ada yang kangen sama kalimat itu? Kalau ada, aku udah pasti salah satunya. Akhirnya 3 tahun setelah film Star Trek Into Darkness (2013) rilis, tahun ini keluar lagi lanjutan filmnya yang berjudul Star Trek Beyond! Ceritanya, ya, masih seputar kapal USS Enterprise yang mirip piring itu, dan masih ekspedisi di luar angkasa untuk ngejalanin misinya, yaitu menjelajah dunia baru di luar angkasa sana. Nah, singkat cerita, konflik dimulai ketika kapal USS Enterprise diberi misi buat nyelametin kapal yang terjebak di sebuah planet nun jauh di luar sana.

Sesuai instruksi, pergi weh si USS Enterprise beserta awak kapal dan kaptennya teh ke planet yang dituju, tapi sampai sana bukannya nemu kapal yang harus diselametin, malah nemu banyak kapal. Banyak pisan pokoknya mah aku nggak ngitungin. Kapal yang banyak itu nyerang USS Enterprise dengan formasi yang aneh, mirip lebah gitu lah. Kondisi USS Enterprise yang parah karena serangan itu, mengharuskan semua awak, termasuk sang kapten sendiri buat ninggalin kapal, sayangnya, nggak semua awak kapalnya berhasil kabur dari kejaran musuh. Lalu kapal piring USS Enterprise ini jatuh di planet tersebut, karena udah nggak memungkinkan buat terbang.

Pas sampai di planet yang sama dengan kapal emergency-nya, kapten James Kirk (Chris Pine) baru sadar kalau dia dan awak-awaknya tuh sebenernya dijebak. Ternyata planet itu adalah markas komplotan musuh yang dipimpin oleh Krall, yang mengincar artefak yang dibawa sama kapten Kirk. Di planet ini juga kapten Kirk dan awak kapalnya nemuin kapal piring semacam kapal miliknya gitu yang ternyata terdampar di planet yang sama. Kok bisa? Terus apa yang dilakukan sama si kapten yang ganteng ini untuk nyelamatin awak kapal yang ditahan dan mengalahkan musuhnya? Terus artefaknya mau diapain, ya, sama musuhnya? Nonton dong makanya.

Nah, karena aku suka film sci-fi, Star Trek jadi salah satu film favorit aku. Film Star Trek yang ini juga masih dibuat dengan campur tangan dari J.J. Abrams kayak di film-film sebelumnya, meskipun cuma jadi produser. Walaupun begitu, Justin Lin sebagai sutradanya tetap ngasih efek kamera khas J.J. Abrams, yaitu “flare” alias efek cahaya yang apik dan keren. Hehe. Pemain-pemain utamanya juga masih sama kayak di film sebelumnya kok, cuma ada beberapa pemain baru yang jadi tokoh pendukung, seperti Krall (Idris Elba), Jaylah (Sofia Boutella), dan Manas (Joe Taslim). Eh, Joe Taslim? Beneran? Beneraaan. Asli ini mah. Tapi perannya jadi alien, jadi do’i pun pakai kostum alien dan mukanya nggak keliatan, tapi tetep keren. Eh tapi kalau nggak dikasih tau itu Joe Taslim, aku juga nggak akan tau da. Hehe.

Oh iya, film Star Trek Beyond ini juga menyimpan cerita sedih, karena dibuat sebagai bentuk tribute untuk Leonard Nimoy yang meranin Spock di serial Star Trek tahun 60an dan juga film terakhir bagi aktor yang meranin tokoh Chekov, yaitu Anton Yelchin, yang meninggal karena kecelakaan sebelum film ini sempet diputar di bioskop.

Rajin menabung dan tidak menggigit.