Sorak Sorai Bersama Hujan di “FOOD FESTIVAL 2016”

Tepat di hari Sabtu (9/4) kemarin, ada sebuah event tentang makanan-makanan gitu. Nama acaranya itu FOOD FESTIVAL 2016: One Night Our Food Festival yang diselenggarakan di kampus IV UNPAS Setiabudhi 193, Bandung. Acara tersebut merupakan acara tahunan yang diprakarsai sama barudak Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Pasundan (UNPAS), lho. Nggak hanya food festival doang, mereka menghadirkan acara musik juga. Talent-nya juga bisa dibilang bagus-bagus, sebut aja Hoolahoop, Scarpaska, Radioska, dan masih banyak lagi. Kebetulan banget, di hari itu saya lagi ngerasa rudet banget karena mikirin tugas yang numpuk kayak dosa, yaudah deh saya langsung tancap gas ke sana.

Sesampai di sana, ternyata acaranya udah mulai. So sad euy nggak nyimak dari awal. Hehe. Penasaran dengan konsep keseluruhan acara ini, Rinaldi, selaku ketua pelaksana menjelaskan mengenai hal tersebut. “Konsep kami lebih mengacu ke tradisional, karena di sini kami banyak menampilkan stand makanan-makanan tradisional. Terus tadi juga ketika pembukaan kami menampilkan kesenian Sunda, ada karawitan, jaipongan, dan ada pencak silat. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan eksistensi program studi Teknik Pangan UNPAS di masyarakat luas. Jadi, ini terbuka untuk umum, kami menarik masyarakat luas untuk dateng juga ke acara ini,” cerita Rinaldi.

Something special dari acara ini biasanya food festival lain mengundang foodtruck atau sejenisnya, kalau kami pada saat sore menjelang malam nanti mengundang pedagang-pedangang kaki lima dengan makanan-makanan tradisional. Selain itu, di sini juga diisi oleh standstand dari mahasiswa UNPAS sendiri dengan menampilkan produk-produk unggulan mereka,” tambah Rinaldi.

Nah, acara yang dimulai dari jam 1 siang ini juga punya konsep ticketing yang unik, lho. Jadi, kalau orang-orang mau menikmati acara ini, mereka harus bawa dua buku tulis kosong dan satu buku SD, SMP, SMA, atau novel untuk ditukerin jadi tiket. Terus si buku-bukunya itu bukan jadi milik pribadi, tapi nanti  dikasihin ke panti asuhan, Komunitas Pecandu Buku, dll. Mantap jiwa! Di sana juga ternyata ada beberapa perlombaan. Mulai dari lomba fotografi sampai memasak dengan bahan baku jagung. Wuidih, asalnya saya pengen ikutan, tapi saya cuma bisa ngerebus jagung doang. Belum tentu mateng itu pun. Sad.

Namun, hal yang sangat disayangkan adalah ketika acara berlangsung, hujan badai mewarnai acara ini. Alhasil acara pending sekitar satu setengah jam. Untung bukan hujan Badai Kerispatih, ngeri boss! Akhirnya setelah hujan agak reda dan break adzan Maghrib sekaligus Isya selesai, acara kembali dimulai dengan diisi oleh talent yang cukup menarik. Dua band ska bermain secara bergiliran, Scarpaska dan Radioska. Btw, di Scarpaska itu saya semangat banget. Soalnya ada teteh cantique di sana. Huhu. Love of my life. Teu.

Udah capek joged sama band-band ska, langsung tuh ke acara puncak. Di mana acara puncaknya itu diisi sama band yang lagi digandrungi sama muda-mudi Bandung, Hoolahoop. Mereka ngebawain lagu-lagu jagoannya, kayak Y.O.L.O, Angel Or Keisha, dan single teranyar mereka, Rectoverso. Sayang banget, mereka cuma bawain lagu dikit doang. Waktu mereun ya karena ke-pending sama hujan.

Well, terima kasih untuk barudak Teknik Pangan UNPAS yang udah bela-belain huhujanan untuk bikin acara ini terus berlanjut. Langsung minum obat dan istirahat. Bisi sakit ntar nggak bisa ikut praktikum. Hahaha. Salam untuk teteh panitia yang berkerudung dengan muka arab.  Hehehe. By the way, semoga acara selanjutnya bisa dikemas lebih menarik dan konsepnya bisa lebih kuat lagi, ya. Sukses!

“Bu Haji, daging?”