“Synchronize Fest 2017”, Jadi Ajang Seru-seruan juga Nostalgia

Warga kreatif! Di tahun 2017 ini banyak perhelatan musik di Indonesia yang di selenggarakan di tiap-tiap daerah, nih. Banyak pilihan genre musik juga yang di tampilin. Ya, warga kreatif, mah, tinggal pilih sama nonton aja pokoknya. Tapi, tahun ini ada salah satu acara yang di tunggu-tunggu, Yap! Synchronize Fest 2017. Kenapa begitu? Soalnya Synchronize Fest menghadirkan band-band dari berbagai genre. Lengkap banget pokoknya warga kreatif bisa nikmatin musik dari berbagai genre.

Di awal bulan lalu, wilayah Kemayoran, Jakarta, udah berjejal sama orang-orang yang akan masuk buat nonton Synchronize Fest 2017. Nggak heran jadi banyak juga orang yang memanfaatkan situasi event itu, ada tukang parkir ilegal, tukang bakso, sampai calo tiket yang selalu nanya sama pengunjung yang datang untuk beli tiket lebih. Duh, yang kayak gini teh emang kadang mengganggu, tapi, ya, gimana selama ada yang beli lewat calo tiket, ya, si calo akan terus ada. Asa nonton Persib wae aya calo sagala. Sorry.

Pada hari pertama dan kedua Synchronize Fest langsung dihajar sama unit yang lagi rame di event-event bertajuk “sensasi” dan “projek”. Unit semacam Barasuara, Mocca, Morfem, Scaller, Under The Big Bright Yellow adalah sebagian dari sekian banyak unit independent yang tampil. Tapi walaupun banyak “band zaman now“, ada juga bintang tamu ti jaman baheula na yang tampil di hari kedua yaitu Ebit G. Ade. Awalnya acaranya berjalan sebagaimana semestinya, tiba-tiba dari kerumunan banyak penonton yang teralihkan perhatiannya karena Bapak Presiden kita yang berjiwa muda itu datang untuk nonton acara Synchronize Fest. Wah, nggak nyangka euy beliau masih bisa sempetin waktunya. Tapi, nya kitu, jadi berdesakan sama paspampres yang diantaranya menyamar pake kaos band. Segan.

Setelah melewati beberapa titik kemacetan Ibu Kota, akhirnya saya sampai di hari terakhir Synchronize Fest 2017. Entah sekedar untuk mengikuti fashion band yang akan tampil pada hari itu, tapi banyak muda-mudi yang bergaya dengan menggunakan baju 90-an. Soalnya di hari ketiga ini ada Naif sama Basejam Reunion yang tampil. Habis ikut joget bareng beberapa unit band yang tampilsaya mulai tergoda oleh makanan yang ada di dalam Sycnhronize Fest ini, walaupun sempat ragu buat jajan, soalnya untuk sebuah event besar biasanya makanan yang dijual pasti harganya di atas rata-rata uang anak kost. Ternyata bener aja, 30 ribu untuk seharga nasi goreng ayam yang isinya lebih banyak sayuran dari pada nasi dan ayamnya itu sendiri. Tapi, nggak masalah! Demi bisa terus menikmati acara ini. Nggak jauh dari situ, Koil ternyata udah asik membawakan lagu hits mereka yaitu “Aku Lupa Aku Luka“. Tentu, sebagai band yang kaya raya, di akhir lagu Otong sebagai vokalis membanting gitar yang dimainkannya. Bebas da jalmi beunghar mah nya? Hehehe.

Setelah Koil mengguncang para penonton, di stage yang berbeda ada Base Jam Reunion. Nah, ini dia yang ditunggu sama anak 90-an yang kangen sama band ini. Saking ramenya, banyak penonton yang lari demi kebagian tempat yang nyaman buat nikmatin lagu-lagu yang dibawain sama Base Jam. Nggak kerasa saya jadi kebawa suasana nyanyi sama penonton lainnya. Asli, selama nyanyi jadi berasa masuk ke jebakan umur, heuheu. Selepas itu acara masih terus berlanjut sampai ditutup oleh Slank. “Terlalu Manis“, “Ku Tak Bisa“, “Kamu Harus Pulang” menjadi tanda acara Synchronize Fest 2017 telah selesai. Tawa penonton pun masih terlihat mengiringi mereka menuju jalan keluar dan menunggu taksi dan ojek online. Menyenangkan sekali pokoknya. Buat helatan selanjutnya, warga kreatif jangan sampai kelewatan ya!

Foto: Chiko Caesar