Sentuhan Asmara Bernuansa Syahdu ala Ka Awang-Awang

“Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang.” Eh itu mah lirik lagu sunda vibes yang nggak lekang oleh waktu eksistensinya. Kalau yang satu ini, sih, nama bandnya mirip-mirip lirik di atas tapi da bukan. Yap! Ka Awang-Awang. Gimana, mirip kan? Band asal Bandung yang bernafaskan folk pop experimental nan aduhai dalam memilah kata di setiap unsur liriknya ini resmi mengeluarkan single ke-2 mereka, lho, warga kreatif. Single-nya bertajuk Salah Sasaran. Tuh makanya hati-hati ah kalau ngebidik sasaran teh yang kira-kira sanggup untuk digapai gitu~

Sempat berkumandang di permusikan folk Bandung, kali ini Ka Awang-Awang memang menambahkan ciri khas dalam materi ke-2. Kwartet yang berisikan Ridwan Fatham (gitar, vokal), Ikbal Bale (bass), Billah (cajon), dan Rudeina Dai (seruling) ini lebih mengekspresikan lirik, karena lirik yang mereka buat ternyata hasil dari kisah nyata dari para personelnya. Chakep!

Nggak bisa dipungkiri, sih, saya menulis tulisan ini sambil ditemani hawa dan Bandung yang you know lah, suka panas-dingin. Mendengarkan single Salah Sasaran terasa pas banget, asli bikin tenang. Adanya suara seruling yang dipadu dengan petikan gitar dan bass yang nggak saling berkejaran, sejenak Ka Awang-Awang seperti menemukan karakternya, karena berani memadukan unsur etnik di dalamnya. Ya, bisa dibilang tampaknya seruling menjadi senjata rahasia milik Ka Awang-Awang

Nggak cuma melantukan musik berbentuk band, aa-aa gondrong ini juga memperkenalkan karya mereka melalui karya sajak-sajak, lho. Sok warga kreatif, coba dengerin karya mereka terus baca sajaknya dan apresiasi!


Soundcloud: soundcloud.com/kaawang-awang-official

Twitter: @kaawangawang