Sebuah Visualisasi Tentang Minoritas dari Polyester Embassy

Kabar gembira untuk warga kreatif yang cinta dengan musik experimental di 2000-an awal (mungkin kids jaman now baru lahir). Yaps, salah satu band gacoan Bandung, Polyester Embassy kembali menyapa warga kreatif dengan meluncurkan video di kanal Youtube mereka yang berjudul “Since Tomorrow”.

Asli, yang suka denger lagu-lagunya kayak “Polypanic Room“, atau “Later On“, pasti pas melihat video terbaru “Since Tomorrow” ini seakan Poyester Embassy kayak ngajak lagi para pendengar-pendengarnya untuk denger dan bilang “ini beda lho, lebih fresh! Seperti sabun detol.” TEU~

Sebenarnya tahun 2017 seperti sebuah momentum anyar untuk merangsek ke permukaan lagi untuk band yang udah malang-melintang selama 15 tahun di skena indie tanah air ini. Kini, Polyester Embassy kembali aktif dengan formasi baru yang diperkuat oleh gitaris Utinks (Krishnamurti).

Videonya Since Tomorrow sendiri bercerita tentang harapan Elang Eby dan kawan-kawan terhadap pergerakan skena lokal. Eits, nggak cuma itu, visualisasi yang dibuat oleh Peul Subahro sebagai visual director ini juga menyentil permasalahan tentang minoritas yang terjadi belakangan ini di kehidupan sehari-hari. “Ide awalnya memang berisikan mengenai harapan-harapan akan hal-hal baru terhadap pergerakan scene musik lokal dan juga terhadap kaum minoritas,” ujar Elang.

Selain dirilis dalam bentuk vinyl 12-inch di bawah naungan label asal Singapura, Vanilla Thunder, EP Polyester Embassy ini juga bisa warga kreatif nikmati dalam format kaset yang dirilis di bawah naungan Nanaba Records. Usut punya usut, ini video klip emang sebuah jembatan untuk melanjutkan eksistensi mereka di ranah musik lokal tanah air. Wih, cadas boss! Sukses selalu, Om! Videonya bisa diceki-ceki di sini ya~


Instagram: instagram.com/polyester_embassy