Romantika Venue Dadakan di “Sound Delicious”

Anak-anak jaman sekarang banyak yang bilang kalau sesuatu yang direncanain teh bakal nggak jadi. Padahal kata saya mah nggak selalu gitu. Kan bisa aja karena faktor-faktor lain, salah satunya cuaca. Kayak downtown gigs di hari Jumat (2/9) kemarin, bertempat di Lou Belle, yang digelar sama kawanan TRL Bandung. Itu tuh, acara Sound Delicious yang beritanya udah gembor-gembor dari kemarin. Beneran ngoet lah! Enya da maung.

Jadi kayak yang udah saya bilang tadi, faktor cuaca nggak mendukung buat menggelar pertunjukan di halaman belakang Lou Belle. Akhirnya, sekitar setengah 6 sore, venue dipindah ke tempat yang lumayan jauh dari situ, di… sebelah Lou Belle. Hehe. Walaupun waktu pertama kali liat venue-nya saya nggak punya ekspektasi yang tinggi, tapi ternyata tempatnya bikin acara terasa lebih intim dan asyik. Asyik pisan malah seperti Ayu Ting-Ting. Sekitar jam 7 malam, MC yang lebih banyak punya fans daripada guest star-nya ini, mulai ngasih secuap-dua cuap tentang Sound Delicious yang udah beberapa kali digelar ini. Sambil Lightcraft bersiap-siap, do’i juga ngejelasin kenapa venue acaranya harus pindah.

IMG_2089

Nggak lama sehabis presentasi tentang kepindahan venue, Lightcraft pun dipanggil untuk naik ke atas panggung. Sajian postrock yang kuat dibalut nuansa synth kekinian bikin band ini makin kuat karakternya. Band yang sering malang-melintang ke luar negeri ini banyak bawa atmosfer positif waktu didaulat jadi pembuka. Penonton yang hadir malem itu pun nggak bisa nahan buat gerakin badan, walaupun di dalem venue emang lumayan anget-anget gimana gitu. Tembang-tembang terbaik mereka juga dikumandangkan dengan sangat ciamik. Edan tembang, jiga keur membahas Evie Tamala.

Jeda waktu sesudah Lightcraft main dan persiapan menunggu Peonies pun dipakai sama pengunjung buat keluar dari venue. Buat ngobrol-ngobrol, dan jajan siomay. Walaupun denger-denger kualitas sound yang dipasang nggak semaksimal waktu di halaman belakang Lou Belle, tapi sesudah nonton penampilan Lightcraft yang pol-polan, malah makin nggak sabar buat liat penampilan headline-nya, yaitu Peonies. Akhirnya mereka pun naik podium. Sorry, panggung.

Dengan formasi 3 lelaki tangguh dan 2 perempuan enerjik, Peonies tampil manis dan memukau malam itu. Mereka berhasil bikin badan agak kurang berhasrat kalau nggak ikut jojogedan. Dengan apik dan enerjik, mereka kayak bawa penonton ke dimensi lain. Mengayun layaknya di-pepende sama Adele. Kzl. Lagu-lagu kondang dari album pertama mereka, Landscape, ikut ngeksis malem itu, kayak Wednesday, Summer, dan Run Away. Tentulah dengan keasikan mereka, hawa panas di dalam ruangan terasa nggak ada artinya. Asli siah euy, mun aya umur, pingin lagi nonton Peonies kayak gini. Syahdu cuy.

IMG_2078

Sekitar setengah 9 kurang dikit, giliran penampilan band yang mendadak saya cari tau setelah mereka tampil, karena band ini sik-asik dengan dirimu. Jadi si mereka teh banyak terinspirasi dari musik J-Pop. Yes, penampil terakhir, Ikkubaru! Band yang menurut riset namanya ini diambil dari nama vokalisnya, Ikbal. Ngeksis si ieu nya.

Ini kali pertama saya nonton mereka, dan alhasil… Nu gelo. Seperti Romy Rafael, menghipnotis bre, gila. Dengan keasikan musik midi dan groovygroovy nan catchy yang mereka mainin, kerusuhan senam poco-poco di bagian belakang penonton pun terjadi. Mereka bawain beberapa lagu yang saya nggak terlalu inget judulnya, dan bawain satu lagu cover yang saya nggak inget juga judulnya. Hehe. Hampura, rusuh ku joged. Enak. Diiringi alunan a la 80s japanese pop (kalau nggak salah). Pokoknya wajib tasyakur bin ni’mah buat malem itu mah. Setelah mereka manggung, acara pun berakhir dengan tertib dan dihiasi kemacetan Setiabudhi.

Meskipun harus pindah venue dan hawanya nggak terlalu ngenakin, tapi acara ini bikin saya lupa sama capeknya menuju daerah Setiabudhi di hari Jumat. Penampilan-penampilan yang menarik, dan atmosfer intim itu yang jadi andalan kenapa acara ini harus tetep ada, karena saya juga nemuin referensi musik baru. Senangnya.

Oh tiada tandingannya. Aku yang paling berkuasa. Semua orang tunduk padaku! Akulah, Kertarajasa~