ROI Music Awards 2016

Katanya, tahun 2016 menjadi tahun yang nggak banget bagi kebanyakan orang. Mulai dari musim pancaroba yang makin nggak jelas datangnya di kuarter keberapa, apalagi banyak banget selebritis bertalenta yang meninggal tahun ini. Sungguh… Memang berat, ya, tapi da nggak buat kami mah, karena berpedoman untuk selalu lapang dada. Kalau nggak salah, musisi islami, Opick, juga memasukkan unsur lapang dada di salah satu lagunya di album Istighfar.

Selama tahun 2016 pula Tim Pencari Fiktif ROI! berlapang dada menghabiskan banyak waktu untuk menyiapkan ROI Music Awards 2016. Awards tahun ini nggak kalah puguh dari tahun lalu, meskipun pada tahun ini kami kerucutkan lagi kategorinya menjadi hanya 10 kategori. Kata guru matematika di SDN Ciujung, angka 10 itu angka sempurna. Pada tahun ini, kami dengan bangga membuatkan piala bergengsi berbentuk botol Kratingdaeng untuk para pemenang. Mari kita mulai ajalah, daripada banyak omong.


1. Ter-dimana-mana

Tahun ini Parahyena keluar sebagai juara kategori Ter-di-mana-mana. Pelancong Cibaduyut ini emang lagi naik-naiknya, ditambah jam terbangnya yang lagi meningkat tajam setajam paku payung merk Kodai, apalagi setelah rilisnya album RopeaAsa tiap minggu jigana teh manggung. Biarin ketang, rezeki mah dari mana ajaKualitas yang mereka punya juga emang cocok buat bisa ke mana-mana.

Saingan: Under The Big Bright Yellow Sun, Littlelute.

 

2. Ter-diam

Seperti kata Aa Gym, bahwa diam itu adalah emas. Saya nggak tau itu emasnya berapa karat. Bodo amat. Band Ter-diam tahun ini jatuh kepada Suri. Meskipun sempat terdengar aksinya di beberapa gelaran motor di Ibukota, tapi Suri seolah-olah mati suri. Eh, naha jadi serem kieu. Nggak ketang. Pokoknya kami kangen Suri. Jangan diem aja dong. Muncul lagi dengan gegap gempita, karena yang boleh diem terus mah cuma polisi tidur. Kebayang dong, kalau polisi tidur bisa jalan-jalan? Ngeri boss.

Saingan: Monkey to Millionaire, Rusa Militan.

 

3. Ter-lama-lagunya

Kami bukan milih band yang punya durasi lagu paling lama, atuh rieut boss nyarinya juga. Udah weh milih Nyan Cat (1 Hour Extended) atau nggak Karl Meyer di Youtube buat yang menang kategori Lagu Terlama. Lebih disederhanakan lagi, di sini kami milih lagu berdurasi lebih dari 5 menit yang nggak bosen didenger dari awal sampai akhir. Pilihan kami jatuh kepada Malice II dari Senja Dalam Prosa yang berhasil menggabungkan unsur post-hardcore, post-rock, vokal bergaya spoken word dan juga teriakan menjadi paduan yang ciamik. Hal tersebut bikin lagu ini terdengar sangat dinamis dan nggak ngebosenin buat disimak dari awal sampai akhir.

Saingan: UNCANNYBack and Forth, TTATW – Empati Tamako.

 

4. Ter-capruk

Di kategori ini kami pusing banget buat milih pemenangnya. Semua nominasi emang suka capruk kalau lagi manggung soalnya. Kadang suka pengen teriak “Antik! Naon goblos” tapi kasar jadi nggak boleh, makanya disensor. Di antara semua band capruk, pilihan ROI! jatuh kepada Collapse yang Ter-capruk! Soalnya, selain mereka emang “bloom” di tahun ini, jokes-jokes yang mereka kasih juga fresh. Eh, Aldead jarang heureuy khas Heals ya kalau lagi maen sama Collapse. Yang pasti, nggak ada tuh jokes “Masak aer!!!”. Met yaw.  Pertahankan!

Saingan: Heals, Softblood.

 

5. Ter-gimmick

Tahun ini kayaknya emang nggak ada pemenang buat kategori Ter-gimmick. Walaupun kami memaksakan untuk tetap menentukan pemenang, ya pemenangnya pasti bukan band yang aktif dan baru tercium keberadaannya di tahun 2016. Udah mulai banyak band-band yang keren tanpa harus bikin gimmick kayak The Silver Boys. Mudah-mudahan di ROI Music Awards 2017 ada yang menang. Ayo dong kamu-kamu pada bikin band yang penuh intrik. Lagu mah bisa dengan mudah dikritik, tapi attitude yang kamu jadikan sebagai gimmick nggak bakal bisa dimentahkan orang-orang. Eta mah perkawis paripolah.

 

6. Ter-baik-albumnya

Booming dari jejaring media para musisi, Soundcloud merupakan awal mula Vira Talisa terdengar yang pada akhirnya meluncurkan mini album Self Titled yang menang Ter-baik-albumnya. Penilaian yang subjektif ini mendasar selain karena parasnya yang lucu, tembang-tembangnya pun terdengar ringan dan menghanyutkan perasaan. Contoh, lagunya yang Walking Back Home, inti dari lagunya kan biar orang-orang yang merasa sendirian, pas lagi denger lagunya jadi merasa ada yang menemani atau merasa senasib sepenanggungan. Sorry. Love banyak buat Vira Talisa yang lagi pulang kampung ke Indonesia.

Saingan: Mondo GascaroRajakelana, TulusMonokrom.

 

7. Ter-albumnya-kapan

Bagi kami, The Fox and The Thieves pokoknya patut menang di kategori ini karena prestasinya yang menjulang tinggi sampai main ke negeri Singapura tahun ini, tapi malu udah sehebat itu belum keluar albumnya. Gimana, nih, ah? Perjalanan sekumpulan individu-individu yang berteman dekat, sepaket dengan bakatnya bermusik sudah mencapai tahun ke-6, walaupun sayang hingga saat ini full album The Fox and The Thieves belum keluar juga. Udah 6 tahun berselang ini teh!  Oleh karena itu, jadilah mereka yang paling kami tunggu-tunggu dan yang menjadi Ter-albumnya-kapan.

Saingan: Heals, Panda Selecta.

 

8. Ter-harus-reunian

Kami memilih Seaside sebagai juara di kategori Ter-harus-reunian. Kalau ditanya kenapa, ya, harus aja karena kami kangen. Pergi, eh bubar tanpa pamit dan cuma bilang terima kasih di Twitter dan Instagram. Rasanya tuh kayak tiba-tiba diputusin dengan alasan si dia pengen putus aja. Padahal talenta yang dimiliki Seaside cukup jarang bertebaran. Huhu. Ternyata eh ternyata, Seaside udah muncul lagi tuh di Twitter. Katanya mereka ingin dikenang. Yaudah, ini udah dikenang sama ROI. Sok atuh makanya.

Saingan: Syubidupidapap, Banda Neira.

 

9. Ter-dimana-mana-stikernya

Ini, nih, yang bingung, pada ngerasa nggak, sih, kalau belakangan ini makin jarang yang mempraktekkan tradisi lempar stiker di gigs? Makin jarang juga terdengar teriakan, “A stiker, A” di setiap acara myuziek. Sekarang biasanya stiker itu diedarkan secara terbatas sebagai bonus dari rilisan fisik band yang bersangkutan. Entah karena dirasa udah nggak begitu efektif buat promosi lewat stiker, entah karena alasan lain. Padahal mah sayang gitu, lho. Budaya. Adeuh. Semoga ke depannya kultur bagi-bagi stiker ini kembali, biar tukang stiker di Suci jadi pada ada gawean. Jadinya nggak ada yang menang kan.

 

10. Bungkus CD Terniat

Soal beli rilisan CD, kami nggak mengharuskan membeli rilisan keluaran band-band favorit barudak biasanya, asalkan bagus dan menarik pasti dibeli. Biasa, konsumtif. Kebetulan di tahun ini, band kegemaran kami, Rajasinga, merilis album III Deluxe Edition yang sangat mantap. Dengan format bungkus pop-up yang bisa dipandang selama berjam-jam sambil mencari makna, serta kualitas kertas yang pas banget buat koleksi, apalagi ada postcard dan stikernya. Pas sekali buat jadi juara di kategori Bungkus CD Terniat. Selamat!

Saingan: Efek Rumah KacaSinestesia, SoreLos Skut Leboys.


Selamat ya kepada para pemenang ROI Music Awards 2016. Hadiah bisa diambil di BPJS Kesehatan, Jalan Pelajar Pejuang 45, Turangga, Bandung. Tanyain aja, kalau mau daftar gimana caranya. Sampai ketemu di penghargaan tahun 2017! Semoga semakin banyak nominator yang asyik.

 

Tim Pencari Fiktif ROI! : Farhan, Fadli, Sendhi, Aliya, Ayub, Virdy, Hana, Anska, Kebot.

*Tom & Jerry’s Opening Score*