“Piknik Senja”, Piknik yang Manis Menuju Focal Point 2017

Hai manis. Tau nggak tanggal 18 Februari 2017 nanti bakalan ada apa? Hajatan rutin keren buatannya temen-temen SBM ITB, Focal Point 2017. Acara yang bakalan digelar di Bumi Sangkuriang, Bandung, itu bakal nampilin sesuatu yang serba pas banget. Pas di mood, pas di dompet, pas di cuaca dan pastinya rugi kalau nggak dateng. Ah tapi masih lamaan boss. Ieu Januari keneh.

Emang udah paling bisa banget panitia Focal Point teh. Sebelum kita dikasih nutrisi yang baik Februari nanti, mereka bikin yang namanya Pre-Event Focal Point. Ih enak. Enak dong. Gratis! Dikasih nama Piknik Senja, pipiknikan ini digelar Minggu (22/1) kemarin, bertempat di Bumi Sangkuriang juga. Asalnya mereka mau bikinnya di Bukit Moko, tapi menjelang hari-H ada beberapa kendala gitudeh. Ah, nggak apa-apa lah santai, selama masih gratis. Bukan sembarang pre-event belaka, lho, mereka juga ngasih kita pertunjukan gratis dari musisi yang yoi banget sehingga nuansa piknik yang di-setting oleh panitia cukup berhasil bikin pengunjung gogoleran, lenje-lenjean dengan asiknya. Kalau mau tau gimana serunya, nggak usah scroll ke bawah lagi. Nggak usah.

Tiba di Bumi Sangkuriang jam setengah 2 siang memang agak bikin saya nyesel, sih, ngelewatin penampilan dari Letare sebagai salah satu band yang mengirimkan demo buat main di pre-event Focal Point. Parahyena yang tampil setelahnya juga nggak sempet saya tonton, padahal pengen banget jojogetan sambil meng-Cibaduyut-kan diri dan meng-Ayakan-kan diri bareng Parahyedirin yang mampir. Waduh, di mana etos kerja gue, nih, dateng liputan aja telat!? Yaudah lah yah kalau kata dangdut mah yang berlaluuu, biarlah masa laluuu. Rahasia Viktor dari JKT(bkn)48 menjadi penampil pertama yang saya liat. Band yang pernah tampil di The 6th Music Gallery ini menjajakan perform yang enerjik. Kunang-Kunang punya Ismail Marzuki  mereka bawain dengan khas mereka. Trump dan Headlight Kaleidoscope sebagai kojo mereka juga dibawain dong.

Lanjut, ada Anomalyst. Masih dari JKT(bkn)48, mengusung genre yang sepertinya seperti itu hahahahaha pokoknya enakeun lah. Christianto Ario Wibowo yang juga sebagey keyboardist-nya Polka Wars jadi vokalis di Anomalyst. Jangan salah, suaranya oke kok, ditandemi sama Aryorespati Xavier jadi makin berbahaya. Labyrinth dan Senyawa jadi nomer wajib yang mereka kasih ke pengunjung, dan enakeun banget, asli. Dengerin sendiri aja sana.

Kalau kalian pengen tau, sebenernya Focal Point itu awalnya punya semangat buat bikin acara yang merangkul komunitas-komunitas Bandung di ruang terbuka hijau di Bandung. Namun seiring berjalannya waktu dan majunya pergaulan zaman jadi agak berbeda. “Focal Point awalnya itu acara yang dibikin sama anak-anak SBM ITB untuk mengumpulkan komunitas-komunitas dan insan-insan muda di RTH dan musik menjadi iringan saja, namun karena ada perubahan konsep, dari tahun 2015 kemarin musik menjadi highlight utama dari Focal Point sendiri,” ujar Haidar selaku ketua pelaksana.

Alvin & I sebagai penampil selanjutnya menampilkan pertunjukan musik yang nggak kalah oke. Unsur etnik terasa hangat dilihat dan didengar melalui alunan angklung dan karinding. Tapi nggak attack yah~ Alvin selaku vokalis utama sukses menyanyikan beberapa nomor dari mini album mereka seperti Bersuara dan Tenang Jiwa dengan artikulasi vokal yang wah dan dinamika musik dari semua Instrumen. Penonton turut terhibur dan semakin memadati space yang ada.

Sebagai penutup dari Piknik Senja, pengunjung yang dateng dikasih penampilan syahdunya Haikal Azizi a.k.a Bin Idris. Kemarenan ini, albumnya dinobatkan sebagai salah satu Album Terbaik 2016 versi majalah musik Indonesia. Vokalis Sigmun ini berhasil menyihir suasana Bumi Sangkuriang jadi bener-bener aduhhh, enakeun laaaah. Celotehan yang dikeluarkan pada selang waktu pergantian lagu juga membuat pengunjung haha-hihi. Dalam Wangi, Diatas Perahu, Calm Water, How Naive dan beberapa lagu cover bener-bener nunjukin kalau Bin Idris ini bisa sukses juga tanpa Sigmun, sih, kayaknya. Hahahahahahahahaha maaf kak Aziz canda kok, bebas gimana kak Aziz aja. Kami tetap menunggu karya-karyamu kok.

Buat kalian semua yang nggak dateng, ya nggak apa-apa, yang penting 18 Februari 2017 nanti kudu dateng yah ke main event-nya Focal Point. Nggak gratis dong. Tapi nggak bakal nyesel kok ngerogoh dompet 150 ribu, buat nikmatin suasana Backyard Picnic ditambah 10 penampil yang berbahaya semua. Dateng yah. Cek-cek aja di Instagram Focal Point buat info menarik, siapa tau dapet tiket gratis. Tapi kalaupun dapet, tetep inget 2,5% hartamu harus disedekahkan. Elah boss.

 

Foto: Chiko Caesar

cih! Sepele~