Nih, Biar Jam Tanganmu Tetap Menarik

Kamu tau nggak jam tangan yang talinya bisa diganti-ganti? Konon katanya itu namanya interchangeable strap watch, keren pisan istilahnya. Idenya juga. Bukan cuma bikin kamu tambah bergaya sambil ngerasa punya banyak jam tangan aja ceesku. Fitur ini juga ngasih tambahan potensi lain yang pasti kamu juga ngerti. Misalnya, jam macem ini mereduksi kemungkinan jam tangan kamu kehabisan masa baktinya karena strapnya rusak atau kotor dimakan waktu. Wae ketang. Kemungkinan itu emang kecil, yang lebih jadi pertimbangan ya supaya kamu lebih leluasa memadu-padankan setelan kamu.

Umumnya brand jam tangan yang menganut konsep¬†ini nawarin paketan jam tangan model klasik beserta strap yang jumlahnya beragam. Beragam strap yang ditawarin bisa punya perbedaan di warna, corak, atau materialnya. Harganya beragam banget juga, buatan lokal juga udah ada, mending beli yang lokal kata aku mah. Biar sesuai sama tagline yang lagi booming, “Karya Anak Bangsa“.

Emang, sih, jatohnya lebih mahal dibandingkan kamu beli satu jam tangan biasa. Beda cerita kalau dibandingkan kamu beli beberapa jam tangan untuk menyesuaikan setelan kamu. Iya, iya, aku juga kabita, makanya kamu nabung! Beliin aku. Heu. Cari-cari referensi aja dulu, asal jangan kelamaan, nanti keburu mainstream. Se-mainstream caption yang berisi quotes di Instagram tapi fotonya, foto rusa di Rancaupas. Hehe.

Dipikir-pikir, bagus juga strateginya. Produsen bisa mereduksi kemungkinan stok atau biaya produksi berlebih dibandingkan bikin satu jam tangan dengan masing-masing satu warna stap misalnya. Penggunaannya dengan cara gonta-ganti interface jam tangannya dengan ganti strap tanpa mesti beli banyak-banyak jam tangan. Mengingat tiap brand punya caranya sendiri dalam menerapkan konsep ini, pinter-pinter kita aja sebagai konsumen untuk pilih yang sekiranya bisa tahan lama terhadap pemakaian kita sehari-hari.

Emang, sih, pada dasarnya semua urusan kembali kepada Tuhan, tetep aja nggak ada salahnya kita teliti sebelum membeli. Duh, jadi pengen nge-gym. Sekian, salam bugar!

 

Foto: Bima Dwidiptayana & Sella Vidya Irmanda