Press "Enter" to skip to content

Mengukuhkan Identitas Gaham melalui Mini Album “Tindas”

Bagaimana siasat Lativi untuk tetap bersaing di kancah pertelevisian nasional? Mereka mengubah nama stasiun menjadi tvOne di tahun 2008. Kayaknya siasat ini dipakai oleh Jerusalem, dan kemudian berubah nama menjadi JRSLM, yang pada akhirnya awal tahun 2018 ini mendeklarasikan diri sebagai Gaham. Oh jelas tidak bau, karena itu mah baham. Hehe.

Selepas memperkenalkan diri melalui mini album Cryptic Hourglass (2016), band asal Bandung yang membawa semangat oldskool heavy metal ini sempat merilis singleSang Utopis di tahun 2017. Kini, Reyhan (vokal, gitar), Givari (bass), dan Ivan (drum), resmi melepas mini album ke-2 yang dikasih nama Tindas. Wow, penasaran nanti teman-teman di sekolahnya manggil Tindas apa. Tin, atau Das. Atau mungkin Sadnit.

Tindas dianggap mampu merepresentasikan makna keseluruhan album, yang berisi lima buah lagu nan menyehatkan raga. “Jeratan Fantasi“, “Anomali“, “Negeri Jahanam“, dan “Phaleed“, melengkapi “Sang Utopis” untuk memampatkan telingamu dengan sebentuk kekerasan yang tak menyakitkan. Edan dong, bahasanya Fiersa Besari banget. Secara lirik, album ini memuat kegelisahan pada konflik diri, kritik tentang hubungan sosial manusia, sampai ranah politik. Kehadiran Alan Davison (Lamebrain) di nomor “Phaleed” memberi warna lain, dan tentunya patut disimak baik-baik.

Sebetulnya Tindas sudah meluncur per tanggal 22 November 2018, dan sudah bisa didengarkan di beberapa platform musik digital. Hanya saja, kita masih harus menunggu rilisan fisik dan merchandise-nya. Nggak apa-apa, kan?

_____________________

Instagram: @menggaham

Dengarkan selengkapnya di: hyperurl.co/gahamtindas

Jikalau kamu tidak suka, sukailah.

Comments are closed.