Memanjakan Visual di Pameran Pecundang Malam Minggu

Sabtu malam ku sendiri, tiada teman ku nanti,” kata Marshanda, mengisi soundtrack sinetron “Kisah Sedih di Hari Minggu”. Padahal mah itu lagunya Koes Plus. Tapi bagi siapa aja yang setuju sama Marshanda, cuih banget ih kamu. Karena mulai Sabtu (21/6) kemarin, kamu-kamu semua akan ditemenin serta dimanjain sama Pameran dari kelompok seni Pemuda Setempat, yaitu Pecundang Malam Minggu dalam program FOCUS No. 2. Bertempat di Platform3, Jalan Cigadung Raya Tengah no. 40 Bandung, pameran ini merupakan pameran mereka yang ketiga, semenjak terbentuk pada tahun 2012. Sementara sinetron “Kisah Sedih di Hari Minggu” mulai ditayangkan oleh RCTI pada awal tahun 2005. Bodo amat.

Meni'mati karya viswal.
Meni’mati karya viswal.

Pameran Pecundang Malam Minggu, adalah suatu bentuk kegiatan pada waktu luang, lewat obsesi dan hasrat yang disalurkan dalam benda-benda yang berhubungan langsung sama keinginan untuk menjadi diri sendiri. Buat kamu yang anaknya seni banget, ngerti lah ya maksudnya. Buat kamu yang awam, yaaa nikmatin aja lah pamerannya, karena kamu bakal menemukan sesuatu yang sederhana tapi bisa menggambarkan suasana malam mingguan, di luar waktu berpacaran pastinya.

Penampilan musik dari KONSTIPASI.
Penampilan musik dari KONSTIPASI.

Pameran ini dibuka oleh penampilan dari kelompok musik KONSTIPASI, yang tampil sesederhana mungkin dengan alat-alat macam telepon rumah, pepestolan, senter milik penjaga Goa Belanda, dan alat lainnya yang hampir sulit diterima oleh akal pikiran. Digelar pula kuis yang mengajak kamu untuk ikut menentukan tema pameran Pemuda Setempat selanjutnya, penjualan kaos-kaos merchandise, serta lapak zine dari Cucukrowo Mekgejin. Selain memamerkan karya dari Pemuda Setempat, turut diundang juga tiga seniman tamu untuk ikut berpartisipasi, yaitu  Bonggal Hutagalung, Bandu Darmawan serta Fajar Abadi.

Beberapa karya yang dipamerkan.
Beberapa karya yang dipamerkan di Pecundang Malam Minggu.

Banyak keheranan lahir setelah visualmu disuguhi pameran tersebut, namun memunculkan kebahagiaan karena keunikan dan kekerenannya. Buat yang belum sempat memahami apasih Pecundang Malam Minggu ini, santey weee, karena pameran ini berlangsung selama sebulan penuh mulai tanggal 21 Juni-20 Juli 2014. Akan diselenggarakan pula berzine bareng Cucukrowo Mekgejin tanggal 28 Juni 2014 dengan biaya shodaqoh Rp1.500, dan Artist Listen tanggal 5 Juli 2014. Buruan atuh daftar, jangan daftpunk. Biar lebih enakeun silakan mampir ke instagram.com/pemudasetempat atau sapa mereka di @tempatpemuda. Ditunggu yah di Platform3!

merokok dengan beat the devil’s tattoo dari black rebel motorcycle club.