“Magnify: Men’s Day Out”, Tampilkan Mental Penonton yang Keren!

Menginjak awal di bulan Desember, Kota Bandung udah banyak banget “dihajar” sama acara-acara musik dan kegiatan kreatif lainnya. Coba geura liat instagram, pabalatak banget acara di Bandung teh, sama kayak kue artis yang ada di Bandung. Pabalatak~ Sorry~

Salah satu acara yang hadir di awal Desember adalah Magnify: Men’s Day Out yang digelar di Lapangan PPI Pussenif hari Sabtu (2/12) lalu. Awalnya saya kira acara ini bakal “laki” banget, ternyata nggak ada Ade Ray atau Agung Hercules dong. Hehehe, kirain teh ada. Sempat tertipu karena mengira acara ini adalah acara binaraga, ternyata Men’s Day Out adalah mini festival yang memadukan komunitas yang berbau lelaki dan diselingi dengan hiburan musik. Kela, bau lelaki teh kayak gimana boss? Hehehe.

Beberapa komunitas yang hadir di helatan ini adalah Gondrong Indonesia, Kustom Motorcycle dari Elpride, Latte Art dari Aruna Coffe, Battlevest Assault, dan beberapa komunitas musik ekstrim yang guyub di dalam satu spot. Praktis yang hadir di acara hari itu memang dominan pameget (laki-laki, RED), dibandingkan dengan jumlah perempuan yang hadir mah malam itu memang harinya para pria banget. Mereka yang datang dan berpasangan bisa dihitung jari, huhuhu. Saya juga dateng malah sama si Alfi Vozone.

Selain spot dari komunitas yang jadi daya tarik, penampil yang hari itu didapuk jadi pawang penghibur juga nggak kalah menarik. Lah, gimana nggak? Dengan HTM Rp 15.000 (presale) dan Rp 25.000 untuk OTS dan harga calo, mereka yang hadir bisa menyimak langsung Lose It All, Burgerkill, Kelompok Perbang Roket, Heals x Lizzie, The Goodnight Electric, dan tentunya Seringai. Satu lagi ketang, bisa seuseurian langsung melihat aksi Extreme Moshpit TV Spesial. Harga tiket hiburan yang setara sabungkus nasi pecel ini praktis menarik masa yang cukup banyak ke Lapangan PPI Pussenif.

Tapi, helatan kemarin memang dirasa kurang begitu padat, karena beberapa orang hanya hadir untuk mampir menonton band tertentu saja. Meskipun ada juga dari mereka yang tetap setia sampai akhir helatan dan menyimak seluruh aksi band yang tampil. Lebar atuh nyak kalau nggak nyimak semua mah? Kirang afdol~

Beberapa aksi dari penampil memang nggak perlu dipertanyakan lagi aksinya. Lose It All dan Burgerkill yang tampil sebagai line up awal di Men’s Day Out bisa langsung memanaskan acara tanpa banyak ba-bi-bu. Ibarat motor mah, para penonton langsung cek-gur! Apalagi stelahnya langsung digempur sama Kelompok Penerbang Roket, mereka yang hadir langsung dibuat melayang dan berdendang enak. Menariknya, beberapa penonton dengan gaya tipikal rambut panjang dan celana menyapu lantai langsung bubar sesaat setelah KPR meluncur. Karena menjelang magrib, mungkin mau pada siap-siap sembahyang, pikir saya.

Aksi yang cukup dinanti oleh saya dan beberapa penonton adalah Heals x Lizzie. Cukup penasaran dengan aksi “duet” dari dua rooster FFWD Records ini. Setelah membuka penampilan dengan minuhan panggung bak The Avengers. Selanjutnya Lizzie dan Heals silih bergantian tampil dengan cukup apik. Meskipun saya yakin sebetulnya malam itu Lizzie bisa tampil lebih atraktif lagi. Ayo beri lagi Lizzie menit bermain atuh! Kumaha ieu menejemen Wa Haji Umuh teh? Sorry~

Selanjutnya aksi The Goodnight Electric dan Seringai sebagai penampil pamungkas di panggung utama berhasil menyerap klimaks energi dari para penonton. Bisa banget nih yang bikin line up performances. Tiasaan banget bikin taktik biar penonton tetap stay dan mau menghabiskan energi di akhir. Tentu biar nggak sepi juga sih nyak.

Sebagai (mini) festival, Magnify: Men’s Day Out hadir jadi helatan yang nggak bisa dipandang sebelah mata. Well prepared, berbayar dan terjangkau, sama yang terpenting penontonnya banyak yang nggak ngaruntah sembarangan. Perlu diacungi jempol yeuh penonton yang kayak begini, mental penonton yang keren! Bisa banget yeuh diekspos sama Instagram PD. Kebersihan dan Pak Walkot yang cinta kebersihan serta centil di medsos tea. Wey~ Saha~


Foto: Alfi Prakoso dan Fadli Mulyadi

si sehat dan lincah