Loud and Quiet, dan Musik Rock yang Dikemas Sedemikian Rupa

Setiap musisi, atau naonlah nya, yang suka main musik, pasti punya satu atau beberapa karya yang ia timbun selayaknya bahan bakar minyak jenis premium yang akhirnya terpikir untuk buka usaha pertamini. Karya itu, tanpa adanya sebuah stimulus apa pun, akan terus aja tertimbun. Sayang atuh ya. Sesayang pengusaha lokal sama Jokowi atas jasanya meledakkan sebuah produk ke pasaran.

Nah, kalem aku mau mulai ceritanya biar cepet. Sebuah band lokal asal Bandung yang terbentuk akibat aktivitas mereka di unit musik kampus. Loud and Quiet. Silakan mengernyitkan dahi bagi kalian yang nggak tau. Habis itu jangan lagi ya.

Sudah 3 tahun terlewati sejak band dengan subgenre rock yang terbentuk di tahun 2012 ini mengunggah lagu pertama mereka, Happiness, di akun Soundcloud. Kemunculan mereka di beberapa gigs juga timbul tenggelam, jadi wajar saja kalau kalian kurang mengenal Winona Maheswari Ramadhan (vokal), Karsana Arief (gitar), Rifky Aldiansyah (gitar), Hafiz Islami (bass) dan Nugraha Gunawan (drum). Mungkin akan wajar juga kalau kalian beranggapan band lokal itu-itu saja, toh nama-nama baru seperti mereka saja tak terdengar, dan kurang kalian satroni dengan cara mencarinya. Edan nasihat. Seakan aku adalah Anang Hermansyah hahaha.

Aku juga nggak terlalu kenal, sih, sama mereka, atau musik macam apa sebenarnya yang mereka mainin. Jadi, beberapa waktu lalu aku ngobrol sama Karsana Arief dan Nugraha ‘Abang’, di kampus mereka. Nih, obrolannya kayak gini.


Ceritain dulu atuh. Bebas lah perkenalan aja ini mah.

Karsana: Jadi gini, urang dulu masuk unit, nih, Unit Musik Modern (UKM di salah satu kampus swasta, RED). Dulu urang punya satu lagu. Nyobain sama ini-ini, dulu drummernya si Bulbul, lalu nyari vokal, sama bass. Awalnya nge-jam terus diliatin sama senior. Tribute to Naif. Satu lagu diolah, akhirnya jadi, Happiness. Bulbul ngerekomendasiin Winona untuk vokal. Dulu shoegaze pisan. Begitu Abang masuk, technical gitu. Ketukan jadi nggak biasa lah, dugdugtak. Rekomendasiin math-rock. Jadilah Loud and Quiet dengan formasi sekarang, tanpa Bulbul yang udah cabut, dengan warna musiknya beda dengan post-rock. Kami pun kalau disebut post-rock asa henteu.

Abang: Sekilas terdengar mah kayak pop. Cuman bedanya di technical-nya doang, hitungan temponya.

Karsana: Lagu yang sederhana pun dibuat bingung oleh ketukan. Kayak Getir, biasa, cuman kami buat aneh.

Sepengetahuan aku, kalian sempet masuk sebuah kompilasi di tahun 2013. Aku sempet download tuh.

Karsana: Volume One! UMM Compilation Album. Karena memang kami anak UMM, diajakin. Dan memang kami proyek pertama mereka. Soalnya dulu nggak ada pisan recording. Udah bikin lah dengan seadanya. Akhirnya kan nu lain jadi paranas.Wes maneh boga lagu, urang ge hanyang atuh“. Bikin weh. Akhirnya jadilah kompilasi.

Keseluruhan, materi lagu yang kalian punya itu berapa, sih?

Karsana: Yang belum direkam ada meureun 12 mah. Kalau yang udah direkam, kalem, berhitung.

Abang: Far away.

Karsana: Lanscape, Getir.

Abang: Yang teaser.

Karsana: Terus ini, akustik.

Abang: The Circle of Cliché.

Karsana: Berarti genep yang udah direkam. Jadi karena mahasiswa, dan mikirnya unit. Jadi kami eksplor aja di unit, jadilah 3 lagu nge-trek di sini. Kami naik standar, di sini udah segini, nih, standarnya. Di studio Escape 3 lagu, dengan catatan dulu mixing sendirian. Asli akademi Youtube. Dan prosesnya lama, karena FIFA.

Abang: Hahaha.

Karsana: Itu.

Abang: Satu lagu teh sebulan.

Karsana: Aing ge skripsi acan pedah FIFA. Kami bikin lagunya jamming. Kadang si Winona aja vokal baru jadi pas mau manggung. Asli. Itu udah berapa kali kejadian.

Abang: Dua kali hahaha.

Karsana: Jadi kan jamming, udah meunang instrumen. Si Winona teh diem weh. “Nggak mau aku mah mau dengerin dulu.”

Jadi, sebenernya UMM ini apakah bisa disebut sebagai “records label” kalian?

Karsana: Bukan labeling, sih. Karena semua dari unit, kami nggak bisa lepas dari mereka. Ya, untuk latihan ya di sini.

Abang: Jadi nggak perlu bayar studio lah kalau latihan.

Karsana: Heueuh hahaha.

Abang: Nggak terikat kontrak dengan UMM.

Karsana: Cuma terikat keanggotaan aja.

Abang: Kalau label mah belum ada.

Karsana: Selama ini, sampai 2013, pasar kami di sini, di kampus. Pernah masuk kompilasi Kickfest, lumayan lah. Terus ada yang nawarin maen sana maen sini.

Abang: Tahun 2013, sih, yang paling rame pisan.

Karsana: Selama ini barometer kami masih kampus. Acara Musik Sore, Jumat Jahat, orang luar kampus juga pengen maen di sini. Cuma kalau kami nggak coba loncat ke luar, kapan lagi.

Tapi sebenernya dengan total 12 lagu, sempet kepikiran bikin rilisan EP atau apa gitu. Kan rame banget band baru lahir udah rilis sesuatu.

Abang: Sempet ngerilis single Landscape pas acara Unitversity tahun 2015 dulu.

Karsana: Sebenernya kami jatohnya kemarin-kemarin teh menerka pasar. Karena urang nggak mau musik urang keluar, tapi nggak ada yang tau.

Abang: Nggak ada yang mau.

Karsana: Nggak ada yang tau. Bukan ada yang mau, itu mah selera. “Ieu band naon ngaluarkeun album“. Makanya sekarang teh ditumpuk aja dulu. Sekarang lagi jarambah ke beberapa temen musisi juga. EP mah kepikiran, cuma nanti dulu lah.

Abang: Jadwal personil, sih, ngaruh juga.

Karsana: Iya. Soalnya Loud and Quiet lagi vakum dulu sampai Desember 2016, dari beres lebaran kemarin. Tawaran main mah ada aja, sih. Ayeuna jadi banyak side project. Aing jadi tukang kupat.

Abang: Hahaha.

Karsana: Si Nona jadi tukang dahar, si Abang cuci sepatu. Si Baso tukang syuting, topografi.

Abang: Yang satu lagi tukang dimarahin orang Jepang.

Karsana: Heueuh. Nepikeun ka sedih ngadengena si Apis mah.

*lalu diselingin ngobrolin gigs di Bandung, Young Lexx dan Awkarin*

Terakhir, mau ada rencana apa neh?

Karsana: Rencana EP. Tapi nggak tau kapan. Kayaknya mah pertengahan tahun depan.

Abang: Tinggal dikemas.

Karsana: Nah, masalahnya itu, mau dikesiapain kalau orang lain nggak tau.

Abang: Ada temen urang, modal ada, band-nya belum seberapa terkenal, udah ada album, udah ada di iTunes. Tapi nggak ada yang tau. Jangan sampai kayak gitu.


Sehingga, begitulah obrolan kami di siang menuju sore itu. Bahwa ternyata mereka sedang menyusun rencana untuk bisa sesiap-siapnya menelurkan sebuah rilisan. Bahwa ternyata mereka tak ingin asal dalam merilisnya. Bahwa sekarang saatnya kamu-kamu dengerin beberapa lagu mereka di akun Soundcloud mereka. Hus, sana!

_____________________________________________________

Twitter: @LoudAndQuiet_id

Soundcloud: soundcloud.com/loudandquietband

Instagram: instagram.com/loudandquiet_id

Foto: Lucky Purnama & dok. ROI

merokok dengan beat the devil’s tattoo dari black rebel motorcycle club.