Swing & Sync with Mocca: Melepas Kangen dengan Karaoke

Jum’at 7 Maret 2014 selepas maghrib, Bober Tropica dipenuhi lelaki yang haus gigs musik pop dan gadis-gadis semi-glamor gitu. Ternyata ada “Swing & Sync with Mocca” di sana. Dikirain bakal terjadi kerusuhan ketika mereka menggelar acara karaoke bareng Mocca yang secara nggak langsung berusaha menyaingi Diva Karaoke, dua bangunan di sebelahnya. Tapi aman kok, karena mas Anang suka suaranya. Dibuka oleh band yang nama bandnya bisa kalian liat di flyer acara, penonton masih leha-leha. Baru mulai antusias begitu kaos distro dibagikan buat mereka-mereka penyuka tubuh Wendi Cagur yang setia dijadikan alat promosi. Klise!

Swing & Sync biasa-biasa aja sampai Mocca tanpa Arina-nya udah siap di stage dengan ditemani Dhea dari @senandungtaman sebagai pemandu lagu. Seperti wedang jahe rasa blackcurrant, Mocca rasa Dea. Elegan. Asyik. Nggak kehitung berapa lagu yang dibawain karena perhatian teralih akibat mendalami lirik-lirik lagu yang ditampilkan di bigscreen. Bikin ingin berpacaran.

Beberapa di antara penonton sibuk mengangkat gadget, dikira nyari sinyal gitu deh, tapi taunya merekam. Yang disayangkan adalah nggak adanya stand yang menjual balsem otot karena pasti banyak penonton pegel berdiri terus. Sampai akhirnya Toma memperkenalkan Big Baby Driver, band asal Korea, untuk ikut menyanyikan lagu yang katanya menjadi single baru Mocca.

Setelah lagu itu, Big Baby Driver main akustikan dengan mempersilakan penonton duduk. Dia membuat stand balsem otot menjadi nggak diperlukan. Merasa berdosa sering menjenggut rambut temen cowok yang menangis nonton film korea, karena aku agak menangis senang liat dia main gitar dan harmonika yang untuk perform akustikan, sih, enaa’.

Penonton yang ketiduran jadi bangun dikagetkan oleh Mocca yang tampil lagi. Sesi kedua ini lumayan ngeluarin keringet banyak karena lagu yang dibawakan sikasik, ditambah hujan mulai turun menjadikan venue hareudang dan badanmu bau kesang. Sampai pada lagu terakhir, tante Rissa Sarasvati ikut nyanyi bareng. Beres deh karaokenya. Seru sih, terbayar aja rasa kangen nonton Mocca. Sayangnya masih banyak penonton yang lebih menikmati mereka main daripada ikut karaoke. Mungkin mereka nggak mau sampai harus pesen minum di Bober gara-gara suara serak.

(sumber foto: instagram.com/moccaofficial)

merokok dengan beat the devil’s tattoo dari black rebel motorcycle club.