Lalay Badots: Bahagia Itu Harus

Terkadang ada rasa penat yang datang ketika lagi dilanda macet, dan seketika kepikiran ingin ngerasain liburan yang menyenangkan. Ya, memang, sekarang-sekarang liburan itu udah nggak mudah kayak waktu kecil. Banyak yang harus diperhitungin, dari urusan waktu dan finansial terutama, tapi ternyata masih ada yang bisa kok. Lalay Badots contohnya, sebuah kelompok kolektif yang mewadahi sektor kebahagiaan batin untuk berusaha menikmati hidup lewat liburan di tempat yang bukan menjadi target utama masyarakat. Caranya? Setiap camping, campsite-nya di-setting agar nyaman dan ngeunaheun. Inovasi adalah kunci dari kesuksesan. Naon.

Lalay Badots ini awalnya bukan sebuah kelompok, tapi mereka adalah sekumpulan sahabat yang udah ngerasa tekanan dari pola hidup dunia pekerjaan teh nggak banget, tapi ingin tetap menikmati hidup. Menurut mereka, liburan teh nggak harus jauh-jauh ke Bali, Lombok atau naik gunung yang tinggi, yang penting bersama teman-teman dan bahagia. “Kita ngeliat, kita main di satu tempat. Tempat itu nyaman, bisa bikin temen-temen bahagia. Ya udah kita stay di situ,” kata Andri, salah satu sahabat Lalay Badots. Jadi, liburan mah nggak usah jauh-jauh, kalau taman belakang kantor view-nya bagus mah sikat aja! Tapi tetap impian itu harus ada, dan destinasi impian dari mereka itu bisa berkemah di sepanjang garis Pantai Selatan. Jadi, dari Ujung Genteng sampai ke Pangandaran.

Processed with Snapseed. Processed with VSCO with hb2 preset

Selain untuk merasa bahagia atas kehidupan yang diberikan, kegiatan dari Lalay Badots ini sebenernya bermakna untuk mengajak banyak orang untuk memiliki niat agar bisa menikmati hidup dan berbahagia, makanya setiap kegiatan liburannya dinamai “Happiness Club”. Lagipula, kalau nggak diusahain emang nggak akan jadi, terus nggak akan bahagia, nanti ngutruk. Sayangi hidup. Terbukti juga dengan Lalay Badots udah 2 kali collabs kemah dengan Outcamp, yang pertama di Bukit Moko, yang kedua di Sayang Heulang. Menambah relasi, menjalin silaturahmi, membuka pintu rezeki gitu lah. Hehe.  Pernah juga mereka ngajak Ridwan Kamil lewat medsos, tapi nggak dibales. Sad kitu.

Meskipun udah banyak kelompok traveller lainnya, Lalay Badots nggak ngerasa kalau mereka harus membuktikan diri sebagai kelompok yang terbaik. Malah, mereka support dan senang melihat semakin banyaknya orang-orang yang mau meluangkan waktu demi kebahagiannya masing-masing, tapi menyayangkan sikap kalau yang nggak peduli untuk menjaga asrinya lingkungan yang dikunjungi. “Kita mah support aja, cuma yang harus diingat mah itu. Jangan sampai ngerugiin yang ada di situ,” tambah Andri.

img_0062

Jadi, bagaimanapun caranya, liburan itu tetap harus menjadi agenda. Apalagi buat yang masih muda, biar nanti pas udah mempunyai keturunan, bisa banyak bercerita. Membagi pengalaman, biar di masa depan terus berkembang. Berusaha sembari bersyukur dan berbahagia dengan apa yang udah dikasih oleh Tuhan yang Maha Esa. Kalau emang warga kreatif mau ikut liburan bareng mereka, sok langsung kontak. Andri sudah menjamin semua. Haha. Hayu urang camping! LAPAR, LIAR LALAY!

 

Foto: dok. @dikipliw & @fikarlataba

                                                                    

Lalay Badots

Email: lalayxbadots@gmail.com

Instagram: instagram.com/lalaybadots

Youtube: Lalay Badots

*Tom & Jerry’s Opening Score*