King Arthur: Legend of The Sword (2017): Legenda Arthurian dan Paman yang Serakah

Indeks Prestasi Keren: 6/10

Yakin pasti di antara kalian pernah denger nama King Arthur, atau Merlin, atau Lancelot, atau Ksatria Meja Bundar, kan? Pasti, sih, karena cerita King Arthur sendiri adalah cerita yang kesohor banget dari tanah Inggris dan udah banyak banget film dan serial yang nyeritain tentang King Arthur ini.

Film tentang King Arthur yang paling baru ini judulnya King Arthur: Legend of the Sword, disutradarain sama Guy Ritchie yang bikin film Sherlock Holmes itu lho. Makanya kenapa adegan action di film ini bisa keliatan seru banget mungkin karena itu spesialis beliau ya. Dokter kali ah spesialis. Hehe. Terus aktor-aktor yang ada di film ini nice, sih, kayak Charlie Hunnam yang jadi Arthur dan Jude Law yang jadi Vortigern.

Cerita filmnya itu tentang Arthur yang sengaja dikeluarin dari istana oleh ayahnya, Uther, yang berusaha nyelamatin dia dari keserakahan Vortigern yang iri dengan kekuasaan Uther. Akhirnya Arthur pun harus hidup merakyat di luar istana tanpa tahu kalo dia sebenernya adalah turunan raja. Karena Arthur nggak ada, akhirnya Vortigern alias si pamannya Arthur ini yang berkuasa. Sampai suatu hari orang-orang nemuin Pedang Excalibur yang menancap di batu. Pedang ini adalah pedang milik Uther, tapi pedangnya udah disumpah, jadi yang bisa nyabut cuma keturunan dari Uther aja alias harus Arthur yang nyabut. Sebat cabut, nggak ya? Sorry.

Menurut sihir jahat yang dipelajari Vortigern, ketentuan untuk mencapai kekuasaan yang hakiki adalah membunuh keturunan dari Uther. Jadi, dia harus nyari siapa orang yang bisa nyabut si Pedang Excalibur itu dari batu dan membunuhnya. Makanya dia ngumpulin semua laki-laki dari seluruh pelosok negeri yang kira-kira usianya sama dengan keponakannya itu untuk trial mencabut si Pedang Excalibur ini dari batu. Sampai akhirnya Arthur nggak sengaja ditemuin sama tentara dari kerajaan Vortigern dan dia pun jadi “ikutan” trial itu. Wah, tapi bukan semacam test drive mobil yang kayak di mall-mall itu ya, maaf.

Kalau menurut aku sih, secara visual film ini tuh asik banget, adegan-adegan action-nya apalagi, pake CG dan slow motion segala. Khas Guy Ritchie banget. Tapi, si jalan ceritanya kurang asik, selain mudah kebaca dan banyak makhluk gaib yang bikin cerita ini terasa agak mahiwal, juga karena beberapa ikon dari cerita Legenda Arthurian kayak Merlin dan Ksatria Meja Bundar cuma numpang lewat dan nggak diceritain secara penuh. Kayak makan nasi goreng tapi nggak pake nasi. Hehe, nggak ketang. Ya maksudnya kayak kurang lengkap aja gitu. Sayang banget, sih, sebenernya, coba kalau diceritain, pasti jadi lebih seru.

Rajin menabung dan tidak menggigit.