Jajan, Dengar, dan Nonton di “Record Store Day Bandung 2016”

Kemeriahaan dari gelaran Record Store Day akhirnya hadir kembali. Yes, gelaran yang diselenggarakan di setiap minggu ketiga bulan April ini selalu menjadi ajang selebrasi bagi orang-orang yang haus akan rilisan fisik dan tentunya bagi toko-toko musik di seluruh dunia. Suka agak sebel, sih, sama gelaran ini teh. Iya, jadinya saya harus ngumpulin uang dari jauh-jauh hari, bela-belain bekal makan dari rumah, sama vakum dulu naik helicopter ke kampus. Teu.

Tepat di hari Sabtu (16/4) kemarin, Bandung kembali merayakan perhelatan Record Store Day Bandung 2016 yang diselenggarakan di Omuniuum, sama seperti tahun lalu. Namun, saya selalu penasaran sama konsep dan tema RSD tahun ini. Apakah ada yang berbeda dari tahun kemarin atau seperti apa. Pasalnya kegiatan satu ini selalu menjadi buah bibir dari kalangan pecinta musik, di mana event ini sendiri harus diselenggarakan secara baik. Nah, Teh Iit, selaku owner dari Omuniuum menjelaskan perihal tema RSD tahun ini. “Tahun ini sebenarnya, sih, kita lebih mikirin konsistensi dan keberlangsungan, karena kita sekarang ngomonginnya ekosistem band. Kayak RSD tahun lalu, modelnya itu gimana caranya si rilisan-rilisan ini mendukung toko musik untuk tetap hidup,” cerita Teh Iit.

Selain itu, RSD tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Iya, karena tahun ini bisa dibilang dari pengisi acaranya juga lebih meriah dan lebih banyak, lho. “Perbedaanya dengan RSD tahun lalu, yaitu lapakan-lapakan di RSD tahun ini lebih banyak, temen-temen yang nanti pentas juga lebih banyak terus kalau tahun lalu kita kan rekaman live langsung, nah, tahun ini direkam secara live juga, terus nanti minggu depan kita ngejual si kompilasi live ini yang hasil penjualannya itu untuk produksi acara RSD tahun depan,” tambahnya.

FYI, di sana juga nggak hanya jajan rilisan-rilisan doang, tapi dikasih juga suatu edukasi. Iya, karena di sore hari ada sesi temu wicara mengenai acara-acara yang emang udah sering banget diselenggarain di Bandung, kayak Lazyfest & Limunas yang ngebahas mengenai acara kolektifan. Kurang lebih, sih, seperti itu. Lalu ada pembahasan mengenai ekosistem band dan Zinefest. Mantap dong pastinya. Lalu dari sore ke malam, band-band pengisi mulai unjuk gigi. Mulai dari The Wrench, Littlelute, Teman Sebangku, Grace Sahertian, dan terakhir Sigmun. Hehehe.

By the way, acaranya menurut saya lumayan rame, lebih berkesan dibanding tahun lalu. Mungkin karena sekarang pengisi acaranya lebih banyak dan ada sesi temu wicara juga. Namun, dari segi rilisan-rilisan yang hadir di sana, emang bisa dibilang “gila” semua. Haha. Sebut aja kayak kasetnya Danilla, Heals, dan Mocca, lalu ada CD Littlelute dan split Kaveh Kanes sama Peonies dan masih banyak banget lagi. Hahaha. Pokoknya, kemarin teh bisa bikin dompet ludes nggak kesisa. Hahahahaha.

Yaudah, untuk yang kemarin nggak dateng, selamat menyesal, ya, dan untuk yang kemarin dateng, yuk kita menikmati jajanrock kita. Hehehehe.

“Bu Haji, daging?”