Jadi “Ibu Rumah Tangga” di Saparua Street Market vol. 3

Terkadang menjadi ibu-ibu rumah tangga itu enak. Pagi hari belanja ke pasar, terus ketemu teman sejawat, ngegosip sampai malam hari, sampai lupa mau masak seblak buat anak-anak di rumah. Buat kamu-kamu yang pernah nggak menemukan seblak di meja makan rumah, pasti sebel sama si mamah. Nah, Minggu (6/7) lalu, giliran yang muda merasakan menjadi ibu-ibu rumah tangga di Saparua Street Market.

Bertempat di parkiran Arena Experience, Jalan Ambon no.9, Saparua Street Market digelar lagi, menyegarkanmu di tengah rongrongan rasa lapar dan dahaga. Ini merupakan gelaran yang ketiga, setelah dua gelaran sebelumnya sukses mendatangkan massa melebihi jumlah relawan capres Rhoma Irama. Iya, calon depresi. Naon lah garing.

Jajanan anak muda banget.
Pasar anak muda banget.

Di sana orang-orang terlihat bersemangat mencari harta karun, layaknya ibu-ibu yang niat banget belanja ke pasar. Datang dari jam 10 pagi, mereka bergegas mencari barang-barang bagus, ada collectible items, second hand merchandise, furniture, home decore, toys, vintage stuff, sneakers, streetwear, music, dan hidangan buka puasa dari Coreburger. Harga barangnya variatif, sih, dari yang murah sampai yang sangat mahal ada di sana. Dari tali sepatu seharga 15ribu, sampai celana jeans seharga 2,2juta. Yang murah mah tetep parkir motor 2ribu.

Meskipun dipenuhi pengunjung, toh beberapa dari mereka justru asyik ngegosip dan nggak jajan. Makanya Dudung SP, selaku salah satu panitia acara, ngomel-ngomel pas diinterview ROI Radio. “Sok atuh balanja, tong saukur ngaheurinan hungkul!” kata Dudung yang artinya tetap semangat menjalankan ibadah shaum. Tapi banyak juga, sih, pengunjung yang belanja, terutama kaos band dan mainan. Ada juga yang belanja kopi dan cemilan di Kedai Juru, sebelah Arena. Astagfirullah.

Furniture dari Conture, dan lapak Merch As Fuck.
Furniture dari Conture, dan lapak Merch As Fvck.

Semakin malam, Saparua Street Market semakin dipenuhi pengunjung. Namun, keramaian serta interaksi jual-beli harus disudahi sampai jam 9 malam. Saparua Street Market kabarnya bakal digelar lagi bulan Oktober 2014, menarik menantikan kemunculan brand baru dengan produk kreatifnya, serta antusias luar biasa dari anak muda dalam mendukung industri kreatif. Namun perlu diperhatikan juga, sih, parkir kendaraan pengunjung yang bikin jalanan macet. Selebihnya acara ini berjalan sukses, dan menjadikan kita merasa seperti ibu-ibu rumah tangga. Jangan lupa bikin seblak di rumah, ya!

merokok dengan beat the devil’s tattoo dari black rebel motorcycle club.