Jadi Edward Cullen di Dusun Bambu

Halo! Udah pada punya rencana belum, sih, buat menghabiskan akhir pekan kalian? Nah, buat yang belum ada rencana, cobain deh hang out ke Dusun Bambu, menghirup segarnya udara Cisarua sambil makan siang dan menikmati jajanan-jajanan disana atau sekedar  refreshing di arena bermainnya bersama orang terdekat atau tersayang. Bisa jadi, akhir pekan kalian nggak terlupakan.

Di mana, sih? Untuk menuju ke sana, cukup melewati rute jalan Setiabudhi, lalu masuk ke jalan Sersan Bajuri. Tinggal ikutin jalan aja sampai melewati Villa Istana Bunga, Universitas Advent Indonesia dan Curug Cimahi. Nah! Setelah melewati curug cimahi, nggak jauh dari sana, ada belokkan ke kanan dengan papan yang bertuliskan “Komando”.Sekedar informasi, sebenarnya papan yang bertuliskan “Komando” ini tuh merupakan pintu masuk menuju areal pelatihan Kopassus, dan papan tersebut jadi tempat start dan meeting point buat para pendaki gunung.

“Sebelum adanya Dusun Bambu, dulu ini tempat start buat saya bersama kawan-kawan naik gunung. Dan ini kalau diteruskan ke atas bakal ada danau dari zaman Belanda namanya Situ Lembang. Kalau diteruskan lagi, bisa nembus ke beberapa gunung, ada Gunung Sunda, Gunung Burangrang dan juga Gunung Tangkuban Perahu,” ujar Pandita salah satu pengunjung Dusun Bambu yang juga mantan pendaki gunung dan sekarang beralih menggeluti olahraga diving.

Oke, kita kembali ke rute. Selagi menyusuri kawasan tersebut, kiri-kanan kalian dihiasi oleh umbul-umbul berwarna-warni yang bisa jadi guide penunjuk arah . Setelah beberapa menit menikmati umbul-umbul dan udara segar sambil melihat orang yang baru pulang turun hiking, lokasi Dusun Bambu terlihat jelas terletak disebelah kanan. Lalu, masukkin motor/mobil/sepeda kamu ke gerbang dan jangan lupa siapkan uang Rp. 15.000/orang.

Dusun Bambu  di kawasan Bandung Barat ini menyediakan berbagai arena bermain, tempat makan, dan juga penginapan dengan tema Sunda. Tempat yang kurang lebih punya luas 15 hektar ini membagi jadi 3 konsep untuk tempat makan: ada Lutung Kasarung, Purbasari, dan Burangrang. Kalau di Lutung Kasarung kalian bisa makan di dalam sangkar yang menampung 2-4 orang. Sangat oke,nih, buat kamu yang lagi pendekatan (tapi jangan senonoh ya).

Sementara Purbasari, konsepnya makan di rumah yang di bawahnya ada danau buatan. Mirip-mirip kayak makan di villa puncak yang ada balongnya, gitu.. Rekomendasi, sih, untuk pertama kali mending cobain ke area Burangrang Selain karena enjoy kalau bareng  keluarga, juga karena untuk fasilitas seperti Lutung Kasarung dan penginapannya Kampung Layung masih belum bisa digunakkan waktu itu.Kenapa saya nggak ke Purbasari? karena kalian harus tau, saya harus waiting list sekitar 3 jam, padahal makan sambil menikmati di danau buatan pastinya seru. Tapi, dijamin, deh,  rasa penasaran bakal terbayar di  area Burangrang.

Selain saya suka dengan menu Bebek Bakar Betutunya, saya juga bisa lebih menikmati indahnya pepohonan, angin yang sejuk.  Serasa jadi Edward Cullen, karena pemandangan yang ditawarkan disana persis seperti di rumahnya saat di film Twilight, hehehe..

Oh ya, satu hal terakhir yang menarik perhatian saya di sana adalah konsep food court-nya. Kita harus menukarkan uang asli dengan uang mainan ala Dusun Bambu untuk bertransaksi. Untuk masalah jajanan food courtnya,sih, beragam dari mulai ketan Bakar, otak-otak, kembang gula hingga roti gempol bisa menghilangkan rasa kesal waiting list anda atau untuk mengganjal perut setelah letih besenang-senang di arena bermainnya.

Sayang, sih, untuk harga yang ditawarkan kalau kata saya agak sedikit menohok isi dompet, sekitar Rp.50ribu-Rp.200ribu. Namun, terbayar,kok, sama suasana dan cita rasa makanannya. Jadi, tunggu apalagi? Nggak ada salahnya,kok, untuk pergi ke Dusun Bambu, sekedar mencari sebuah Instagram Moment atau hanya sekedar Check-in di Path lalu nunggu teman-teman kamu comment, terus kamu pulang.

 

Lokasi : Jl, Kolonel Masturi KM 11, Cisarua, Bandung Barat

Jarak Tempuh : Dua jam dari Dago (itu juga kalau nggak macet)

www.dusunbambu.com

Ruang Alternatif Kamu