Hijab, dari Penutup Aurat sampai Jadi Komoditi Fashion

Bulan Ramadhan ini katanya bulan untuk meng-upgrade iman kita. Biar deket sama yang di atas, biar hati lebih ikhlas, biar yang baik-baik lah pokoknya. Padahal setiap bangun tidur di pagi hari harusnya gitu. Nah, apa salahnya kita juga meng-upgrade gaya kita, nih, khusunya bagi warga kreatif yang berhijab. Yang nggak berhijab gimana? Nggak apa-apa, baca dulu aja. Siapa tau tertarik, asal kamu bukan lelaki.

Sejak tahun 2014-an tren kerudung di Indonesia booming banget. Berbagai macam tipe kerudung mulai dikenalin kepada para pengguna kerudung. Istilah “hijabers” mulai jadi kata pengganti bagi para perempuan berkerudung ngetren. Kalau misalnya pas jaman aku kecil mah kerudung tuh tipenya cuman dua, tipe yang langsung blus (naon ieu??) yang suka dipake kalau mau ngaji di masjid gitu, sama kerudungnya ibu-ibu istri pejabat. Terus bentuknya, ya, gitu-gitu aja. Da kerudung gitu mau kayak gimana…

Ternyata aku salah besar! Kerudung tuh udah ada banyak “bentuknya”. Ada hijab segi empat, hijab bergo, jilbab segitiga, sampai hijab pashmina. Kalau nggak ngerti, sama atuh aku juga 🙁 Google aja, pasti hapal. Modelnya juga aneh-aneh, suka ada yang dikepang gitu si sisa kainnya, ada yang dibikin bunga. Aduh, nggak sekalian dibikin model istana Barbie aja gitu.

Hijab di era sekarang ini seolah menjadi ajang kemodisan perempuan-perempuan hijabers. Kalau dulu konotasinya orang pake hijab tuh nggak bisa trendy, ya terpatahkan sudah argumen itu. Menurut kalian, kenapa sekarang jadi banyak start-up hijab dan toko-toko busana muslim macam yang di depan Taman Gesit tea? Ya, hijab udah jadi komoditi fashion juga. Bahkan nggak sedikit desainer Indonesia yang nyetok koleksi khusus hijabers di ajang fashion terkemuka dunia, apalagi pas momennya lagi kayak di bulan suci ini.

Menurut aku, sih, ini luar biasa banget, perkembangan hijab di Indonesia bisa menjadikan hijab sebagai komoditi sehingga banyak dari anak muda yang nggak memandang hijab sebagai pamaeh gaya. Tapi jangan lupa aja, sih, pakaiannya juga disesuain sama hukumnya. Kan tujuan utama dari jilbab sendiri itu untuk menutup aurat bukan sekadar fashion belaka. Coba tiru wardrobe sinetron khas Ramadhan, lumayan gitu-gitu juga jadi referensi berhijabnya kebanyakan warlok. Yu, melengkapi berbusana santun dengan berhijab (sesuai waktu datangnya hidayah pribadi masing-masing).

Haha

Foto: huffpost.com