Harus Seperti Apa Sih, Agar Musisi Baru Bisa Dikenal?

Kalau disuruh milih nih, warga kreatif lebih seneng yang mana? Mengerjakan ujian pake usaha sendiri tapi nilainya pas-pasan atau berkolaborasi sama temen-temen tapi nilainya badag sagede panto. Waduh, sorry. Coba, tahan dulu jawabannya ya, soalnya sekarang mah mending baca dulu artikel ini sampai kelar, tenang, cuma 3 butuh menit aja.

Sebetulnya pertanyaan di atas kurang ada sangkut pautnya sama artikel yang akan sedikit mengulas Emerging Talents ini. Betul, melalui artikel ini, ROI! bakal berusaha objektif ngasih wawewo capruk perihal keadaan bibit-bibit baru di dunia musik, khususnya dalam ranah skena indie yang ada di Bandung. Kira-kira warga kreatif sering datang ke acara musik yang penampilnya band itu-itu aja teu sih? Beberapa awak media ROI! berulang kali ngutruk sehabis pulang dari acara musik, karena katanya “band yang diundang pasti minim variasi”, seolah-olah Bandung kehabisan pasokan band atau penampil yang kurang layak tampil. Eh, apa iya, ya?

Kalau warga kreatif simak, kayaknya beberapa panggung di Bandung secara nggak langsung “dipegang” oleh band itu-itu saja. Salah? Oh, tentu nggak juga, siapa tahu dia merangkap tukang masang panggung? Sorry. Jika dilihat dari sisi penyelenggara, opsi memainkan band yang “eta-eta deui” sebetulnya salah satu cara mereka menarik massa saja, yang di mana, selain biar tiket kabeuli kabeh dan balik modal, bisa juga sebagai ajang jualan produk. Salah? Henteu dong. Hak pemegang modal. Tapi, bisa meureun, ya, pihak yang mau bikin acara teh punya semacam kurator lokal biar band-band baru di Kota Bandung teh bisa punya tempat di acara mereka. Saran aja, karena sayang atuh kalau band-band baru yang “seger” cuma mentok di gigs-gigs kolektif aja.

Di balik adanya anggapan “band eta-eta deui” yang main, sebetulnya ada pergerakan yang cukup menarik dari beberapa musisi. Misal, ada Rekti (The SIGIT) yang turun gunung membuat unit supergroup dan label rekaman baru. Selain berusaha menjangkau pendengar yang berbeda, Rekti seolah membantu “mengangkat” teman-temannya yang memiliki latar balakang band yang berbeda agar juga turut dikenal. Ada juga Arian13 (Seringai) yang melalui label yang dikelola olehnya terus mendorong unit-unit dari Jakarta dan sekitarnya agar bisa lebih bersinar. Dari simbiosis mutualisme ini, yang teranyar adalah berhasilnya Hurt’Em meraih penghargaan Band Pendatang Baru Terbaik di Hammersonic 2017.  Dari yang dilakukan dua sebagai ini, seolah memberi pernyataan kalau band senior juga punya tanggung jawab untuk ikut serta mengangkat musisi baru. Mangga dibantos, Kang~

Berbeda dengan Rekti serta Arian13, dari unit brand, Maternal Disaster sampai saat ini cukup intens mengajak band-band baru di ranah musik keras bermain di helatan bertajuk #DisasterShowcase. Sejauh ini, brand ber-aura “dark” ini yang cukup konsisten untuk “menyundul” band baru agar bisa dikenal di permukaan. Fenomena saling ajak ini mungkin cukup membantu, tapi, band atau musisi baru sebagai bibit yang ingin diperhitungkan rasanya perlu juga menggodok unit mereka agar menghasilkan karya yang patut diperhitungkan. Oh, iya atuh, karena masa sih, udah dibantu tapi karyanya nggak mengigit. Terpenting, selain memunculkan perbedaan, band-band baru harus bisa punya ciri khas yang menarik biar bisa dilirik. Hehehe. Karena kan, beda saja nggak cukup, tapi harus enakeun juga. Meskipun lebih jauh lagi ini akan bersinggungan dengan selera kuping masing-masing.

Kalau disimak, sebetulnya dinamika musik di setiap kota pasti berbeda, nggak bisa dipetakan dengan teori-teori pasti. Meskipun begitu, bibit-bibit baru perlu ada komunikasi dengan band yang lebih senior. Begitu juga band senior bisa saling bantu dengan membuat pergerakan semisal ngajak maen bareng jadi opener, atau bisa juga jadi kurator lokal yang bisa merekomendasikan band baru pada pihak promotor. Nah, sebetulnya masih banyak lagi yang bisa dibahas, tapi, bakal lebih hauce lagi warga kreatif hadir di acara disuksi yang bertajuk Archipelago Festival. Iya, Archipelago Festival, sebuah Music Conference & Emerging Talent Festival yang akan dihelat akhir pekan ini di Soehanna Hall – Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan.

Di acara yang bakal diisi oleh banyak sebagai-sebagai itu, warga kreatif pasti bisa cari tahu banyak banget perihal ini-itu perihal musik di Indonesia. Siapa tahu, dengan mampir ke helatan itu, tiba-tiba bisa dapetin jawaban dari pertanyaan yang selama ini ada di benak kamu. Hayu atuh, ya, jumpa di sana!

Foto: (Vicky Mono – Burgerkill, Mooner, dan Mustache and Beard)

Ruang Alternatif Kamu