“Hammersonic Festival 2017”: Helatan Mewah Bagi Metalhead Indonesia

Setelah tahun 2013 lalu melakukan gebrakan besar dengan mendatangkan Metallica ke Jakarta, kayaknya selepas itu Indonesia teh secara bergilir jadi sering disambangi oleh band-band luar negeri yang cukup mentereng. Terlebih band dengan genre metal atau underground lainnya. Baik itu yang melaksanakan konser tunggal maupun hadir dalam line up festival.

Tapi, ada yang membuat para metalhead tambah bersemangat di tahun ini. Pasalnya, bertepatan dengan dihelatnya festival musik metal terbesar Se-Asia Tenggara yang bertajuk Hammersonic Festival, pihak Revision Live selaku penggagas acara tesebut menghadirkan kejutan dengan memboyong band Megadeth sebagai headliner di Hammersonic Festival 2017. Wah atuh, bucat bisul eta mah. Seneng bukan kepalang, Indonesia kembali disambangi the big four-nya metal dunia.

Hammersonic Festival 2017 yang dihelat di Ecovention – Ecopark Ancol Jakarta itu langsung jadi tujuan ‘ibadah musikal’ para metalhead Indonesia. Tapi, suasana ramai khas acara metal pada umumnya nggak nampak di sekitaran Ancol di Minggu (7/5) siang itu. Padahal, sebagai penganut “ikuti arus hitam” yang cukup taat, saya jadi merasa kebingungan karena nggak nemu abang-abang metalhead yang lagi long march menuju venue. Untung saja ada aplikasi maps, sehingga saya bisa sampai ke Ecopark dan nggak jadi nyasar main kora-kora di Dufan. Mantap betul kemajuan teknologi teh. Hehe, sorry.

Selepas open gate, semua pengunjung yang hadir langsung disambut oleh Krisna J Sadrach – Soul Of Steel Stage sebagai panggung indoor yang juga didedikasikan sebagai bentuk penghormatan untuk mendiang pemain bass dari band Sucker Head sekaligus salah satu garda terdepan penggagas Hammersonic. Rentetan band lokal dan luar negeri langsung menghantam para metalhead dari pukul 10 pagi, dimulai dari stage indoor sampai dengan kedua stage outdoor, yaitu Hammer Stage dan Sonic Stage yang keduanya lebih didominasi oleh penampilan line up dari band interlokal.

Meskipun sedikit ngaret di bagian indoor stage, tapi penampilan terakhir dari Sucker Head berhasil memadatkan ecovention. Lagu Simphoni Kehidupan, Neraka Jahanam (cover), dan beberapa lagu lainnya sukses digemakan dengan apik. Segan, Om! Pokoknya, sehat dan lincah terus teruntuk Om-Om di Sucker Head. Selain itu, penampilan berbahaya dari Putrid Pile, Siksakubur, Hammersonic United, dan Seringai yang bertindak sebagai headliner di stage indoor, berhasil membuat Soul Of Steel Stage terasa begitu meriah. Senang sekali melihat Seringai meliar dan kembali membakar panggung Hammersonic dengan penuh semangat. Mungkin itu kali ya, implementasi dari tagline Hammersonic Festival kali ini; “Semangat Baja Kami”. Hehehe.

Meriah di dalam, padat juga di luar. Yes, siang itu metalhead seperti diberi menu bebas pilih oleh Hammersonic. Lah, iya atuh, kamu tinggal milih mau mantengin siapa, bebas pilih. Termasuk untuk terus mantengin Hammer Stage dan Sonic Stage di bagian luar. Dengan sound yang ciamik, penampilan Burgerkill, Revenge The Fate, Earth Crisis, I See Stars, Entombed A.DNotrhlane, Whitecapel, dan The Black Dahlia Murder menjadi semakin mamprang. Hebring pisan! Ya, begitu juga dengan penampil yang lain, yang nggak sempat saya pantengin semua. “Semua band yang main di luar sound-nya enak banget, untuk ukuran festival se-gede gini, sih, memang harus baik. Dari beberapa kali Hammersonic, (sound) yang ini yang lebih enak” ujar Fachrial salah satu pelaku ‘ibadah musik’.

Sedikit kekesalan mungkin terjadi saat Tarja tampil. Oh, bukan karena tindak-tanduknya yang nggak santun, tapi karena si tante yang hari itu lumayan fasih menyapa penonton dengan bahasa Indonesia sudah beberapa kali pamitan, tapi tetap gigih memberikan encore. Astaga, sungguh baik sekali, nggak diminta encore tapi tetap memberikannya dengan beberapa kali gimmick pamit-pamit palsu ala ibu-ibu saat belanja di pasar. Meski beberapa penonton sedikit ngedumel, tapi mereka tetap santun dengan tetap mengapresiasi Tarja dengan applause di akhir penampilannya. Ah, untung saja sebelumnya sudah dibuat ketawa-ketiwi dengan penampilan Abbath! Eh, warga kreatif harus mantengin Abbath juga ya di lain kesempatan. Jenaka banget.

Setelah penampilan Tarja, semua mata menujukan padangannya ke Sonic Stage. Karena apa? Ada yang sempat bergumam, “soalnya ada Megadeth”? Mantap, kalian berhak mendapat hadiah, karena tebakan kalian benar. Dibuka dengan penampilan visual yang memukau, “It’s wake up, death!” seru Dave Mustaine yang membuat semua penonton yang sedang lesehan untuk beranjak berdiri. Untung penonton cuma disuruh bangun, coba kalau disuruh pulang? Wah, ribet juga. Sorry.

Dibuka dengan Wake Up Dead, peraih Best Metal Performance di Grammy Award tersebut langsung menghantam para penonton yang saat itu langsung dibalas dengan sing a long bersama. Lagu-lagu seperti Hangar 18, She-Wolfs, Sweating Bullets, dan lagu-lagu andalan lainnya juga turut mereka bawakan. Nggak kelupaan, lagu kojo yang juga menjadi tajuk tour mereka berjudul Dystopia pun mereka hajar. Dengan sound yang super duper ciamik dan didukung paduan visual yang luar biasa, Megadeth sukses menutup Hammersonic Festival 2017 dengan mewah. Mabrur lah sudah gelar metalhead kalian yang hadir malam itu. Hahaha.

Dengan hitungan harga tiket yang (cukup) terjangkau, dapat menyaksikan Megadeth secara langsung dan suguhan band-band lain -yang juga turut membumbui festival metal terbesar Se-Asia Tenggara tersebut- adalah sebuah hal yang layak untuk ditunggu lagi di tahun-tahun yang akan datang. Meskipun ada sedikit miss di pengaturan waktu dan juga penyediaan air bagi teman-teman yang akan ber-‘ibadah’. Saya kira, dari tahun ke tahun, Hammersonic terus berbenah untuk benar-benar jadi festival musik yang besar. Sepakat dengan ucapan Wenzrawk (Rolling Stone Indonesia), “Musik metal (Indonesia) harus menjadi tuan rumah di negara sendiri,”. Nah, kalau dilihat dari antusiasme penggemar musik metal yang kemarin datang ke Hammersonic Festival, rasanya musik metal di Indonesia bisa terus berkembang dan bukan nggak mungkin, bisa benar-benar diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia. Hahaha, serius gini.

Kalau begitu, sampai jumpa lagi di helatan Hammersonic Festival tahun depan! Semoga bisa terus jadi ‘Festival Hari Raya” tahunan bagi para metalhead Indonesia. Warga kreatif jangan sampai kelewatan lagi event mewah yang satu ini ya! Adios!

Foto: Alfi Prakoso

si sehat dan lincah