Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017): Upaya Menyelamatkan Galaksi untuk Kedua Kalinya

Indeks Prestasi Keren: 8/10

Pada masih inget nggak, sih sama film Guardians of the Galaxy yang pertama? Aku, sih, masih. Soalnya lagu-lagu yang dipake di film itu ikonik banget, terus action-nya seru gitu. Tenang aja, di film ini juga masih sama kok!

Cerita di film kedua ini tentu saja masih bertokoh utama Peter Quill alias Star-Lord (Chris Pratt), Gamora (Zoe Saldana), Drax “The Destroyer” (Dave Bautista), Rocket Raccoon (Bradley Cooper) dan Groot (Vin Diesel) yang akhirnya secara resmi menjadi penyelamat galaksi. Di awal film, mereka dikejar-kejar oleh The Sovereigns yang adalah salah satu ras makhluk super di luar angkasa. Pas lagi dikejar-kejar, ternyata ada oknum yang menyelamatkan mereka. Pengejaran ini akhirnya berujung di sebuah planet di mana kapal mereka rusak dan harus diperbaiki, tapi tiba-tiba si oknum yang nyelamatin mereka tadi muncul dan memperkenalkan diri sebagai……….. jeng jeng jeng jeng, ayahnya Peter Quill. Euh, kirain teh Montir AHASS. Ternyata bukan.

Sebenernya si Peter Quill ini nggak yakin kalau orang itu adalah ayahnya, apalagi yakin kalau dia sebenernya baik. Tapi pas diajak pergi mah dia teh ikut weh, jigana takut durhaka meureun ya? Nah, karena akhirnya dia pergi, dia harus ninggalin Rocket dan Groot beserta Nebula yang adalah adik Gamora untuk benerin kapal mereka yang rusak. Tapi kemudian The Sovereigns nyewa komplotannya Yondu untuk menangkap Peter Quill dan kawan-kawannya ini.

Masih ditulis oleh James Gunn, ekspektasi Aku ke film yang kedua ini juga komedinya bakal sama atau lebih lucu dari film yang pertama. Ternyata nggak euy. Eits, tapi bukan berarti mengecewakan, di film yang kedua ini mah ceritanya kayak lebih sedih gitu ternyata. Huhu. Terus menurut aku film ini visually pleasing banget. Kalau kalian makhluk visual seperti Aku (cie gitu) kalian bakal sadar kalau di film yang kedua ini gambarnya lebih jernih dan warna-warnanya lebih banyak dan lebih terang dari film sebelumnya. Setelah aku cari-cari ternyata film ini adalah film pertama yang pake kamera berteknologi 8K, edan lah canggih gitu. Kayak nonton lampu Stadion GBLA. Carara’ang banget.

Rajin menabung dan tidak menggigit.