Grrrl Gang: Ketidaksengajaan yang Ternyata Catchy!

Warga kreatif! Ada hal penting yeuh, buat kalian yang ingin menambah wawasan seputar pergerakan musik indie. “Catchy”, mungkin kata itu yang pantas disandang oleh band bernafaskan dream pop/indie pop asal Jogjakarta ini. Bener banget, unit ini adalah Grrrl Gang, grup yang beranggotakan 3 personil ini, belakangan namanya mulai mengusik media sosial dan mampu menebar kesegaran di kancah musik independent lokal. Asli, saya mah nggak bohong.

Band besutan Kolibri Rekods ini seolah mampu membius kawula muda melalui video klip berjudul Bathroom/Thrills. Iya, itu dua buah lagu. Melalui klip itu, kita seakan-akan dibawa main keluar negeri dengan suasana di kota santri. Waduh, nggak gitu, sorry.  Di video klip ini, Bathroom menghadirkan dua sosok remaja wanita yang mengalami hari yang menyebalkan, feel so gloomy. Lalu disambung ke lagu selanjutnya yang malah digambarkan dengan keadaan membalik sampai 180 derajat. Pokoknya semua jadi hepi. Menarik! Apalagi  paras dua remaja wanita yang menjadi model video klip tersebut sungguh clickable. Hehehe, click bait banget. Sorry.

Sebuah kesempatan seru bisa jumpa dan menyaksikan mereka secara langsung, apalagi Grrrl Gang ini termasuk yang jarang main ke Bandung? Ah, masa, sih? Biar lebih tau banyak, ayo simak hasil ngobrol saya dengan Grrrl Gang!


Hallo, Grrrl Gang. Coba, kenalan dulu, ada siapa aja, sih?

Angee: Aku Angee di vocal dan gitar.

Edo: Saya Edo, megang gitar.

Akbar: Kalau saya Akbar, main bass.

Ini pertanyaan standar sih. Sebagai unit baru, bagaimana kalian bisa terbentuk jadi sebuah band?

Angee: It started in 2016, waktu aku pertama kali masuk kuliah, waktu mau ikutan & pas meeting Gama Band, diajak sama Bagus, Arvi untuk ketemu Akbar, Rugun, and the other Terror Weekend  squad, and then….

Akbar: Oh, jadi gini man… Gama Band itu UKM, nah, gue sama Angee itu beda 2 tahun. Dia 2016 dan gue 2014. Terus Angee dateng dan kebetulan Angee itu temennya Bagus, dan Bagus itu kebetulan drummer Grrrl Gang sebelum sekarang diisi Ian, additonal sekarang. Gue ceng-cengin ke Angee, “Lah, lu ngapain ikutan gitu-gituan, nggak bakalan dapet temen main, lah, segala macem”. Ya udah, setelah gue tau dia masuk UKM musik, asumsi gue dia bisa nge-band dan main musik. Tapi, karena kita nggak ada yang bisa main, gue main bass nggak jago-jago banget, nggak jago malahan, Angee pake gitar juga biasa aja, Bagus main drum juga gitu-gitu doang. Akhirnya dari pada bosen cover lagu band lain, mending sekalian aja bikin lagu dan akhirnya jadi si Bathroom itu.

Waduh, semacam kesengajaan yang nggak sengaja gitu ya. Tapi, kenapa nama nya Grrrl Gang? Padahal kan cewe-nya cuma seorang?

Akbar: Nah. Itu juga yang jadi pertanyaan semua orang. Ya udah, as simple as that aja, Grrrl Gang. Dan kalau ditulis diposter itu tuh keren aja, cathcy. Terus yang versi lucunya malahan Grrrl Gang itu kita pertama lihat dari jaket yang dibeli si Angee. Ya udah, as simple as that. Asal keren aja malahan, like a jokes.

Selain bermusik di Grrrl Gang, kegiatan keseharian kalian tiap personil apa aja? Selalu berhubungan dengan musik nggak?

Akbar: Kuliah semua. Sama Terror Weekend juga, sih. Terror Weekend itu organizer yang kita bikin di Jogja, kayak nampung setiap band yang mau tour ke Jogja atau bantu buat acara untuk band-band baru. Karena belakangan ini band di Jogja lumayan lagi naik, nih. Nah, karena gue tau Angee (asalnya) dari Jakarta dateng ke Jogja, akhirnya nyoba approach anak-anak Jakarta buat bikin acara & organize acara musik. Itu juga semcam awalan terbentuknya Grrrl Gang sih.

Nah, ngomongin Terror Weekend sebagai organizer di Jogja. Apa pendapat Grrrl Gang soal perkembangan scene independent di lingkungan kalian?

Akbar: Gila sih. Kayak gue, nih, pindah dari jakarta ke Jogja banyak banget band obscure bakat gitu. Mulai dari Seek Six Sick sampai Senyawa. Banyak band “gila” yang mungkin orang-orang nggak tau. Banyak band bagus yang (sayangnya) cuma terkenal di kampus-kampus.

Angee: And for me, i’ve never been particular and never went to gigs before. Untill came to Jogja and I’ve got invited to Terror Weekend and just started experience sing this new thing and I’m like, “ok. It’s cool I belong here.”.

Pandangan kalian personil cowo, nih, ada nya personil cewe di band itu sendiri bagaimana?

Akbar: Nggak ada masalah, lah, mau dia perempuan atau laki-laki, nggak ada alasan buat mereka nggak main band. Semua orang bisa main band.

Sekarang pertanyaan khusus dulu deh buat Angee. Selama bermusik pastilah banyak ngecengin, apalagi pas di area moshpit. Gimana? Risih nggak, sih, tiba-tiba ada yang ngedeketin atau godain?

Akbar: Wah ini, nih, pertanyaan bagus, Angee tuh bakal seneng banget jawab pertanyaan ini.

Angee: Pas di solo sih, kaya baru naik ke panggung, kan, dan ada yang ngomong pakai bahasa jawa dan i don’t really understand, tapi some how when i see it and undertand it kayaK dia ngomong i’m gonna dance on you and your guitar… our sex and and i say “what the fu*k“ di saat bawain lagu Thrills dan mereka tuh kayak getting closer to me and i got really pissed so i kick ‘em and i don’t know they look really happy about it, haha.

 Wah, sampai sebegitunya ya? Balik lagi ke musik deh, pertanyaan sepele nih. Influence dari Grrrl Gang apa aja?

…… (hening beberapa detik)

 Tiap personil deh kalau bingung, hehe.

Angee: Kalau gue, sih, what made me really want to be in a band, because the runaway kayak Joan Jett and The Beatles, sih, they changed my life.

Akbar: Kalau gue lebih ke pop C86, Glasgow Scotland, daerah-daerah sana deh pokoknya.

Edo: Kalau gue nggak ada yang khusus. Changcuters sih, haha! Nggak-nggak becanda, kalau gue, sih, intinya kayak ngikutin-ngikutin aja.

Oke. Menurut kalian, kalau harus milih genre, arah musik Grrrl Gang itu lebih ke mana? 

Akbar: Pop.

Edo: Pop.

Angee: Kalau pas recording sih pop, tapi, kalau pas live, sih, kayak kalian bisa lihat sendiri lah banyak yang moshing di moshpit.

Pop yang moshing-able? Haha. Tapi, ada kesulitan nggak pas recording?

Angee: Pas lagu Thrills itu, sih, kita kayak no holidays.

Akbar: Paling yang susahnya itu pas liburan ngerjain produksi, tapi pas liburan kita harus pulang. Sedangkan gue sama Angee balik ke Jakarta dan Edo di Jogja, tapi kalau latihan atau bikin materi biasanya pas kita masuk jadwal kuliah.

Karena liburan dan kalian LDR Jakarta-Jogja, ya? Oh iya, awal mula relate bareng Kolibri Rekords itu kayak gimana? Atau jangan-jangan kalian punya orang dalem? Hehe.

Angge: Si Bagus, sih, yang kasih tau Dafa, i have a band.

Akbar: Ya, kita temanan sama Kolibri. Kolibri waktu pertama kali datang ke Jogja sebenarnya yang bikin acara nya kita, jadi kita ngobrol sama orang-orang nya dan lagu Bathroom itu udah kelar, tapi masih versi HP. Dikirim, lah, sama Bagus ke Dafa, dan Dafa pun meng-encourage kita untuk merekam secara serius.

Setelah EP kalian, kira-kira buat kedepannya ada yang lagi dipersiapkan? Atau akan segera membuat album penuh, kah?

Angee: Kita mau merilis lagu buat compilation yang judulnya Just The Game. Kalau album sebenarnya mau, sih, tapi nggak tau the other guys.

Edo & Akbar: Kayaknya belum deh, karena harus nyiapin materi yang mateng juga.

Ada filosofi khusus nggak dibalik cover single bergambar komik ?

Akbar : Lucu aja sih, eye cacthy, high school aja soalnya kan plot nya high school,terus kayak Grrrl Gang itu high school banget kaya lagunya, lah.

Kalian kan udah beberapa kali main di Bandung, ada perbedaannya nggak main di Bandung dengan kota lain?

Akbar : Bandung yang beli merchandise banyak, sih, haha. Karena tinggal satu juga. Suka juga tempatnya, kayak in-store gigs gitu.  Haha.

Pendapat kalian risih nggak, sih, ketika perform banyak yang main HP?

Akbar :  Eggak, sih, selama lu bayar tiket dan enggak ngerusuh, ngerusak di venue dan enggak memberikan dampak buruk, ya, oke aja, sih.

Pertanyaan terakhir deh, Satu kata untuk Bandung dari setiap personil?

Akbar: Dingin.

Edo: Anget. Anget orang-orangnya.

Angee: Blossoming romance. Haha.

Why blossoming romance? Cowo-cowo Bandung emangnya gimana?

Akbar: Dia udah punya sih cowo Bandung, sempat ada juga tadi di moshpit area.

Anggee: Hm. Hehehe.

Well, Terima kasih Grrrl Gang sudah mau ditanya-tanya dengan pertanyaan biasa dari ROI! Sampai jumpa lagi ya!

Akbar & Anggee: Oke, terima kasih juga ROI!


Dan waktu pun semakin larut  membuat pertemuan ini harus diakhiri. Mungkin itu, lah, interview ter-basic saya dengan band super cacthy, Grrrl Gang. Sebuah peratnyaan yang sebetulnya bisa kamu googling. So, suwun buat Grrrl Gang, ditunggu banget niatan bikin albumnya, hehehe.

Foto: dok. ROI!

Kemarin… kulihat awan membentuk wajahmu