Gelegar Konser “Morrissey Live in Jakarta 2016”

Musim Haji tahun 2016 ternyata baru selesai di hari Rabu (12/10) kemarin. Haji yang mana? El Haji Diouf? Bukan, maksudnya para jama’ah Morrissey di hari itu baru saja melangsungkan “ibadah”-nya dengan datang ke konser Morrissey Live in Jakarta 2016 yang digelar di GBK Sports Complex Senayan (Ex-Golf Driving Range) Jakarta.

Layaknya pergi Haji, konser yang diadain sama KiosPLAY ini sebenarnya cukup menguras kocek, tapi tetap menarik banyaknya perhatian orang-orang buat datang, dan terbukti venue-nya terlihat padat tapi nggak sesak. Malahan, dari sekitar jam 7 malam, antrean masuk ke dalam venue udah panjang banget. Saya sampai minder buat ikutan ngantre atau jualan minuman sama bangku lipat, tapi sayang, nggak bawa amunisi dari Bandung. Hehe.

Sekitar jam 8 malam, suara Morrissey mulai berkumandang dan antrean yang tadinya panjang itu tetiba langsung habis. Padahal sebelumnya, flow buat masuk ke gate utama terlihat santai sekali dan ketika masuk, semua pengunjung langsung nyari posisi enak buat ngeliat penampilan Morrissey yang flamboyan secara nyaman.

morrissey_12

Konser yang berlangsung selama satu setengah jam dengan 16 lagu Morrissey, 2 cover The Smiths, dan 1 cover Ramones tersebut terkesan sangat intens, karena di sela-sela penampilannya, Morrissey seakan curhat mengenai kekesalannya terhadap permasalahan sosial dari sudut pandang dirinya. Mulai dari menyindir Donald Trump, perdamaian, dan juga campaign tentang “Meat is Murder”, karena menurut do’i hewan itu berhak hidup sebagaimana mestinya. Di alam tanpa campur tangan manusia yang membunuh hewan untuk dikonsumsi. Sesi curhat tersebut semakin terasa jero pisan dibantu dengan video package tentang pihak berwajib yang melakukan tindakan represif dan juga penjagalan hewan-hewan. Asli, saya teu kuat. Hayang ceurik.

Sayangnya, antusias para pengunjung terkesan nggak terlalu hidup. Cuma sekadar keprok dan sing along doang. Mungkin hal itu juga dikarenakan venue yang becek sehabis diguyur hujan, tekstur tanah yang nggak padat, jadi nggak bikin leluasa para jama’ah buat bergerak mengikuti irama. Mungkin kepikiran nanti takut diomelin orang tua ngeliat sepatunya kotor. Apalagi penutup konser yang terasa nanggung karena nggak ada encore. Saya mah curiganya, mungkin gara-gara ada yang ketauan merokok oleh pandangan Morrissey, jadi do’i bete. Padahal udah jelas kalau konser Morrissey Live in Jakarta 2016 ini bebas asap rokok dan vape. Mungkin. Atau juga, karena emang udah direncanakan sedemikian rupa. Saya si Spaceboy kan terkenal sotoy. Hehe.

morrissey_2

Ya, yang namanya buatan manusia tentu nggak ada yang sempurna, tapi untuk saya pribadi, saya ngerasa senang banget buat bisa datang ke gelaran Morrissey Live in Jakarta 2016. Semua lini, dari tata cahaya dan visual panggung yang oke, sound yang empuk, dan penonton yang terlihat sumringah setiap menyanyikan lagu-lagu Morrissey membuat saya merasa senang. Sungguh senang. Benar kata orang tua, kalau kesenangan dan kebahagiaan itu bisa didapat dari mana aja. Hehe. Terima kasih KiosPlay. Semoga bisa ngundang musisi internasional yang fenomenal lagi. Asal fenomenalna ulah siga Awkirun weh.

 

Foto: dok. KiosPLAY

*Tom & Jerry’s Opening Score*