Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016): Menjadi Pawang Hewan dari Dunia Sihir

Indeks Prestasi Keren: 7/10

Teng teng terengteng teng teng~ teng~ Tebak itu nada apa cik? Bukan, bukan nada bel sekolah kamu! Ini nada lagu opening-nya Harry Potter yang khas itu, lho. Teu ngeuh nya? Hahaha. Kalau kangen sama dunia sihirnya mamih J.K. Rowling, kamu harus nonton Fantastic Beasts and Where to Find Them ini!

Timeline film ini ngambil setting di era beberapa dekade sebelum Harry Potter lahir. Nah, buat warga kreatif yang memang fanboy film Harry Potter mah pasti tau atuh kalau ada buku pelajaran di Hogwarts yang isinya memang tentang hewan-hewan fantastis dari dunia sihir. Ternyata penulis buku pelajaran itu nggak lain dan nggak bukan adalah tokoh utama di film ini yaitu Newt Scamander (Eddie Redmayne) yang selain seorang penulis buku, dia juga pawang dari binatang-binatang fantastis dari dunia sihir. Tapi nggak sama kayak Panji sang penakluk. Sorry.

Ceritanya, Newt yang orang Inggris kebetulan lagi ada di New York karena ada keperluan, ceunah, tapi kondisi New York saat itu lagi berantakan karena ada serangan di beberapa area yang katanya, sih, serangan hewan. Sialnya, koper Newt – yang ternyata adalah kandang segede dunia alias gede banget itu – nggak sengaja ketuker sama kopernya Jacob Kowalski (Dan Fogler) dan hewan peliharaan dia kabur semua. Akhirnya Newt dan Kowalski dikejar-kejar sama Porpentina Goldstein (Katherine Waterston) dan Kementerian Sihir Amerika Serikat, karena keadaan kota yang kacau balau, hewan-hewan Newt dituduh jadi sebab kekacauan. Berabe kitu euy satona kabur.

Buat aku yang masa kecilnya diisi sama film Harry Potter, film ini jadi semacam ‘obat kangen’ yang nyembuhin kangen aku sama dunia sihirnya J.K. Rowling. Apalagi pas denger lagu opening yang khas itu. Aduh, asa langsung pengen ‘marathon‘ Harry Potter! Kalau buat aku, filmnya nggak terlalu mengecewakan, karena hewan-hewan yang ada di film ini menarik banget dan lucu-lucu. Apalagi Dougal si Niffler yang sukanya nyolong berlian, kalau aku punya, mungkin sekarang aku udah kaya raya, ya, tapi, bingung marabanna oge, sih.

Efek visual di film juga oke, cuman di beberapa adegan, aku ngerasa si panning kameranya itu terlalu cepet jadi kita nggak bisa liat dengan jelas makhluk apa yang muncul. Mungkin sengaja, biar nggak ngehancurin imajinasi yang penonton punya kali, ya? Bisa jadi. Ngomong-ngomong, di taun 2018 nanti bakal ada lanjutan dari film ini, jadi pastikan kamu nonton dulu yang ini biar nanti nonton yang selanjutnya bisa lebih asik gitu.

Rajin menabung dan tidak menggigit.