Berkontemplasi Dengan Karya Ciamik di Gelaran “BaCAA #5”

Beberapa hari kemarin, tepatnya Kamis (5/10) lalu, kurang lebih pukul 16.30 WIR (Waktu Indonesia bagian ROI!) Bandung lagi asoy-asoynya. Cuaca yang enakeun, mendukung buat produktif banget, hahaha. Wae. Saya pun jadi ingin jalan-jalan santai dan langsung teringat akan sebuah helatan penghargaan Bandung Contemporary Art Awards (BaCAA). Buat yang belum tau, BaCAA adalah acara penghargaan seni rupa kontemporer per dua tahun yang diprakarsai oleh ArtSOciates dan Lawangwangi Creative Space. BaCAA itu sendiri berawal dari keinginan untuk menggali potensi seniman-seniman muda Indonesia, dengan harapan dapat memperkaya khazanah seni rupa kontemporer Indonesia maupun Internasional. Kebetulan kali ini sudah BaCAA kelima. Siap!

Luwwar Biyyasa! Saya sama temen aja yang melipir ke sana dan liat sendiri karya-karya terbaik itu, ngerasa kalau harapan dari BaCAA sendiri yang ingin memperkaya khazanah seni rupa kontemporer Indonesia ataupun Internasional dirasa sudah menjadi kenyataan, karena keren-keren banget dan bikin saya mikir “seni-man dan seni-woman ini bacaannya apaan, sih?” “kalau sebelum tidur dengerin lagu apa, sih?” atau “kalau bengong suka mikirin apa, sih?” Soalnya bagus banget. Asli. Kalau nggak percaya, warga kreatif bisa mampir aja ke Lawangwangi Cretive Space, bilang aja “mau liat karya super dari pagelaran BaCAA, dong, mba”. Nanti kalian dikasih tau, dan siap-siap bengong dan terkagum-kagum. Buruan! Soalnya pameran ini cuma sampai 5 November 2017. Hayu, gaskeun.

Awalnya, pihak BaCAA udah nerima lebih dari 400 karya seni. Dipilih-pilih dan dikurasi sampai terpilih 190 karya yang bisa dinilai, disaring lagi jadi 30 karya yang menjadi semi finalis, terus jadi 15 karya menjadi finalis dan 3 finalis terbaik yang menjadi juaranya. Panjang banget prosesnya dan ketat seperti celana legging. Buat yang penasaran siapa juaranya, tanyakan saja pada mba Dewi Lestari, karena malaikat juga tahu siapa juaranya… fufufu. Kompetisi BaCAA #5 ini diprakarsai oleh Dr. Andonowati selaku direktur ArtSociates di bawah Yayasan AB. Dewan Jurinya juga bukan sembarang main, lho. Terdiri dari Kurator Seni Agung; Hujatnikajenong, Jurnalis Seni; Carla Biopen, Kolektor Seni; Wiyu Wahono, dan juga ada Galeris; Susan Baik dan Valentine Willie.

Pada malam penghargaan itu, akan mejadi malam yang bersejarah buat Deni Ramdani, Cynthia Delaney Suwito, dan Etza Meisyara karena mereka sukses menjadi tiga pemenang di helatan BaCAA kali ini. Selain itu Ricky Janitra mendapatkan BaCAA #5 Special Mention Award. Kemeriahan malam itu semakin lengkap dengan adanya sajian  opeiun gratis dan pernampilan dari Oscar “Eastern Man” Lolang juga Rock N Roll “Zsa Zsa Zsu” Mafia. Mata dimanjakan, telinga disejukkan, patuangan juga wareg, hehehe. Segan!

Pokoknya, lengkap sudah malam itu, saya Ayub pamit undur diri.

 

cih! Sepele~